Love My Life (Part 2)

Image

Nama               : ChochangEvilKyu

Title                 : Love My Life ( Part 2 )

Cast                 :

Park Jihyun (OC)

Cho Kyuhyun

Lee Donghae

Lee Hyukjae ( Eunhyuk )

Kim Jongwoon ( Yesung )

Han Hyera (OC)

Genre              : Romance, Live, Friendship, Comedy

Rating             : PG-15

Length             : Chaptered

A/N                 : Park Jihyun is mine, the story is mine, and kyuhyun is mine too *digampar sparKYU , oke ini pure pemikiran author, jadi maap kalo gajelas ya, jangan lupa juga komen ples kritik saran yaps, last.. awas typo lo ya.. oh ya, jangan lupa mampir di blog pribadi author ya^^

Oke, happy reading, check this out…

Jihyun’s POV

Aku memulai rencanaku, mencampurkan unsur ‘x dan y’ yang bertolak belakang menjadi satu campuran, warnanya perlahan menjadi biru tua, aku terus mengaduk dengan pipetnya, aku yakin sebentar lagi akan ada sesuatu yang ‘spesial’ gumamku dalam hati sambil terkikik.

Aku berjalan ringan menuju tempat duduk Miss Hara didepan, kulihat dia sedang tidur dengan mulut yang menganga. Uh menjijikkan sekali orang ini. Kutaruh eksperimenku disamping gelas kesayangannya. Kutunjukkan seringaian khasku lalu berbalik menghadap teman – temanku yang menahan nafasnya, tak sedikit temanku yang mengacungkan jempol, dan ada pula yang menampakkan wajah kesalnya terutama sahabatku. Tapi apa peduliku.

Aku berjalan berjingkat kembali ke meja eksperimenku, menatap Hyera yang bersungut – sungut. Kesal. Aku yakin gadis itu kesal padaku, aku hanya mengangkat bahu tak peduli.

‘BOOM’

Aku terlonjak kaget, begitupun orang lain, terlihat dari sudut pandangku kalau asap tebal berwarna biru tua itu menyelubungi Miss Hara. Aku menahan tawa.

“Yes, berhasil, hihi”

Setelah asap itu mulai mereda kulihat wajah Miss Hara yang sangat ‘cantik’ sekali. Seiisi kelas tertawa terpingkal – pingkal, kulihat Hyera juga tertawa. Cih tadi marah sekarang tertawa, dasar maniak.

“Yaak ! Ulah siapa ini ?”

Semua langsung terdiam, mengunci mulut mereka dan menundukkan kepala, bukan karena takut, tetapi karena berusaha menahan tawa. Aku juga melakukan hal yang sama dan seolah mengundurkan diri dari predikat tersangka utama, Hyera menyenggol lengan kananku, sambil tetap menunduk, ku alihkan tatapanku ke arahnya dan melempar death glare-ku.

“Park Jihyun !”

DEG

Kuangkat kepalaku dan menatap Miss Hara yang sudah berdiri tepat didepanku entah sejak kapan, aku menahan nafas dan meneguk ludahku susah, seperti ada kerikil kecil menyangkut di dalam faringku.

“N.. Ne Miss ?” Oh sial aku tergagap, tawat riwayatku !

“Jelaskan apa yang terjadi !”

Miss Hara menatapku tajam dengan mata yang membesar dan wajah yang sangat oh bahkan tak bisa kudiskripsikan, aku yakin dia mengetahui jika ini ulahku, siapa guru yang tidak mengetahui aku, seorang gadis pembuat keonaran, dan astaga sekarang aku menjadi tidak bangga dengan predikat itu, padahal dulu sangat kuelu – elukan.

“S.. Saya tidak tahu Miss”

Oh sial dua kali ! Lidahku terasa kelu, seperti terjepit diantara dua benda, bodohnya lagi aku tidak bisa melawannya, biasanya aku sangat lancar beragumen kepada Miss Hara, apa mungkin ini pengaruh bentuk wajahnya.

”Berdiri.. BERDIRI DILAPANGAN SEKARANG JUGA !!!”

Sial berkali – kali, tetapi beruntungnya aku sempat menutup kedua daun telingaku, menghalau pencemaran suara yang akan merusakkan gendang telingaku, kutolehkan sejenak kepada teman – temanku yang lain, oh benar saja mereka sudah menutup telinga mereka dengan tangannya, bahkan kulihat temanku yang aneh dipojok sana sudah menutupi telinganya dengan gelas praktikum.

”Ah bagus sekali Miss, gamsahamnida. Saya juga sudah bosan dengan pelajaran Anda” Aku menguap, menunjukkan kebosanan yang merasuki tubuhku. Aku mulai berjalan dengan langkah gembira. Kutatap sejenak teman – temanku menahan tawa. Oh brengsek, sekarang mereka benar – benar menyebalkan, kulihat Hyera juga mengepalkan tangan kanannya dan bibirnya bergerak tetapi tidak bersuara, seolah bicara ’Hwaiting’. Aku mendengus lalu mulai melanjutkan langkahku.

”Chankhaman” Aku menoleh ke Miss Hara dan mengernyitkan dahi bingung, apalagi yang mau guru aneh itu perbuat.

”Kali ini, bawalah itu !”

”MWO ?!”

***

            ”Arrgghh sial !”

Aku berteriak di lapangan ini, bukan karena hukuman konyol ini, tetapi partner dari hukuman ini. Astaga Songsaengnim sialan itu menjatuhkan hukuman sangat berat, bagaimana dia bisa menyuruhku berdiri dengan membawa tiga kamus bahasa Prancis ditangan kiriku dan empat diktat tebal di tangan kananku. Aku bisa saja membuang buku biadab ini, tetapi sialnya ada guru piket yang mengawasiku dari belakang.

”Hei murid nakal, berdiri yang benar !”

Oh God, berani sekali dia memerintahku, aku ingin sekali menyumpal mulut besarnya dengan kamus dan diktat ini, tetapi aku hanya sedang malas, moodku tak karuan. Oh aku lelah sekali.

Kutengok dengan ekor mataku, mungkin saja guru sialan itu telah pergi. Dan bingo ! Aku rasa dia sudah pergi, diam – diam aku berjingkat kecil dan mulai berlari menjauh, tentu saja aku akan menuju kantin, ingin sekali kubakar setumpuk diktat dan kamus ini, hei tapi aku masih waras, aku berlari dan sesekali memutar kepalaku kebelakang, mungkin guru piket itu dengan kurang ajarnya mengejarku.

BRUK

Kyuhyun’s POV

Aku berjalan pelan sambil mendengarkan lagu, IPOD kecil yang berada disakuku menyalurkan getaran suara yang mengalun sedikit keras. Kutatap sekitarku, ternyata sekolah appa keren juga, untung saja aku tidak mau berangkat bersama ketiga hyungku. Kalau saja ada mereka, aku yakin mereka akan membawaku kedalam pembicaraan aneh yang konyol dan tidak bermutu.

BRUK

”Aduh !”

Sialan ! Pantatku sakit sekali, siapa orang yang telah berani membuatku seperti ini, aku rasa dia bosan hidup. Kulihat seorang yeoja yang melakukan hal sama denganku, meringis dan mengelus pantatnya. Aku berdiri dan menepuk celanaku dengan kedua tanganku.

”Kau buta ?” hardikku kesal.

”Apa katamu ? Hei namja brengsek, kau saja yang buta, kalau berjalan pakai matamu”

Kulihat gadis itu memperbesar matanya dan mengumpatku dengan gaya bicaranya yang menyebalkan, oh apa dia tak punya sopan santun. Rasanya ingin kubunuh saja dirinya.

Yeoja iblis itu memungut buku – buku tebalnya yang berserakan dan kembali menatapku tajam.

”Tch terserah”

Aku melenggang pergi meninggalkan gadis sial itu yang berteriak mengumpat dengan suara cemprengnya.

“Yak sialan kau namja menyebalkan !”

***

            ”Kyu !”

Aku menoleh mendapati seseorang memanggilku. Oh si Sungjae aneh, tentu saja begitu. Karena saat pertama kali aku menginjakkan kakiku dikelas, hanya dia yang dengan beraninya mengulurkan tangannya dan mengajakku berkenalan, ternyata ia juga gemar balapan. Benar – benar sehati kan ? Ah itu terdengar menjijikkan, tetapi memang hobi kami sama, oh ya ada juga Jaehyuk dan Taejun, mereka juga sehobi denganku.

”Hm ?” jawabku datar

”Bagaimana sekolah ini ? Keren kan ?” tanyanya dengan mata berbinar.

”Yeah”

”Kyu oppa ! Kyu oppa saranghae”

Suara yeoja – yeoja itu membuat telingaku berdengung, apa mereka tak ada pekerjaan lain selain berteriak, aku berjalan cepat menyusuri koridor sekolah, tak peduli Sungjae berteriak kesal, aku ingin pulang dan tidur, oh sialnya semakin lama suara mereka merusak kinerja otakku, aku berlari menuju gerbang sekolah dan sesegera mungkin menuju motor Sportku. Aku memasang helm-ku dan segera memutar kuncinya lalu melenggang pergi meninggalkan area sekolah.

”Thank’s God” ujarku saat sampai dijalan. Kenapa dari dulu sampai sekarang semua yeoja itu sama, sering berteriak, menggoda bahkan dengan tak tau malunya memanggilku oppa, itu menjijikkan. Aku frustasi, tak fokus dengan pandangan didepan. Ah masa bodohlah.

”AAAAAAAAAA”

Author’s POV

”Bagaimana keadaanmu ?” Tanya Hyera berusaha menahan tawa.

Saat ini Jihyun dan Hyera sedang berjalan pelan menyusuri trotoar, Jihyun menatap tajam Hyera tetapi Hyera malah semakin mengeraskan suara tawanya.

”Aku tak peduli” Sungut Jihyun kesal.

Hyera tertawa terpingkal – pingkal, bahkan sudut matanya berair. Dia tak menyangka sahabatnya akan mengalami hari sial seperti ini.

”Bagaimana dengan Kyuhyun ? Dia tampan ’kan ? Oh astaga, aku beruntung sekali dapat berbicara langsung dengannya, bahkan aku tak-”

”Berteriak” ralat Jihyun dengan ucapan yang dilontarkan Hyera barusan. ”Aku berteriak, bukan berbicara”

Jihyun mendengus kesal, berjalan menjauhi Hyera yang masih tertawa.

”Hei Hyunnie-ya tunggu !” Hyera berlari untuk menyeimbangkan langkahnya dengan langkag Jihyun yang panjang.

”Sudah jangan dibahas oke, aku ingin pulang, aku duluan ya Ra-ya” Jihyun berkata datar, Hyera semakin terbahak. ”Ne, hati – hati Hyunnie-ya” Hyera berteriak sambil berusaha meredakan tawanya.

”Dasar childish” gumam Hyera sembari tersenyum penuh arti.

***

            ”Hah semoga aku tidak bertemu dia lagi” gumam Jihyun lirih.

Jihyun sedang memikirkan namja sialan tadi, membuatnya semakin frustasi akan sikapnya yang menyebalkan, bahkan gadis itu berfikir harusnya membunuh namja itu tadi dengan buku tebalnya. Jihyun mengela nafas, berusaha mendapat semilir angin sore yang hangat, sedetik kemudian dia tersenyum, angin membuatnya sedikit tenang dan dapat memikirkan hal lain yang lebih lazim. Jihyun memejamkan matanya, menyembunyikan kedua tangannya disaku rok selututnya, tak lupa ia bersenandung kecil.

”AAAAAAAAAA”

Suara lengkingan seorang gadis beradu dengan suara decitan ban motor yang bergesek paksa dengan aspal membuat perpaduan suara itu menjadi buruk.

Seorang namja membuka kaca helm-nya dan menyeringai.

“Sorry”

“Yak neo !” pekik Jihyun kesal seraya berdiri dan menunjuk Kyuhyun dengan jari telunjuknya.

”Yak namja sialan ! Kau mau melakukan percobaan dengan hampir saja membunuh orang” pekik Jihyun geram.

“Yah sial sekali kau gagal menjadi korbanku” ujar Kyuhyun datar.

”Yak neo-”

”Aku pergi dulu ya” Kyuhyun menyeringai, berlalu meninggalkan Jihyun yang masih mengumpat.

”Yak !! Aku bersumpah akan menghajarmu”

***

Jihyun’s POV

”MWOYA ?! Perjodohan lagi ?”

Aku memekik tajam, bagaimana bisa mereka dengan ’bijaksananya’ menyuruh putri semata wayangnya ini untuk menikah. Apalagi ini sudah yang ketujuh kali umma dan appaku memaksaku untuk menikah. Catat ! TUJUH KALI. Dan berapa namja yang sudah kutolak hingga menangis. Mereka fikir aku sudah tua, oh god, bahkan umurku masih enam belas tahun dan aku harus menikah. Yang benar saja mereka, apakah mereka ingin melihat perutku membuncit saat usiaku masih belia. Dan nanti aku harus berhadapan dengan banyak bayi – bayi yang berliur dan berisik itu ? No way !

”Kali ini pilihan umma dan appa sangat cocok chagi” kata umma sambil tersenyum.

Cih, apa – apaan itu, mereka mengambil jalan pintas yang licik dengan membuatku keluar rumah dengan cara seperti ini apa ? Appa juga menyebalkan, biasanya appa akan membelaku, tetapi sekarang ? Appa malah setuju, oh aku rasa aku harus merendam kepalaku dengan spirtus.

”Shirreo ! Aku tidak peduli dengan relasi umma, aku tidak peduli dengan pernikahan, aku tidak peduli dengan perjodohan konyol ini !” pekikku tak mau kalah.

”Hyun-ah ! Jaga ucapanmu, dia ummamu” Appaku membentakku ? Oh yang benar saja, baru kali ini kulihat ekspresinya, ini semakin membuatku geram.

Oke waktu habis, kesabaranku menguap, kugeser kursiku kebelakang dengan kasar, sehingga menimbulkan suara decitan yang lumayan keras antara kaki kursi dan lantai. Aku menggebrak meja.

”Cukup ! Aku muak dengan kalian, umma tak pernah mengerti aku. Aku tersiksa dengan perkataan – perkataan umma, kalian juga tak pernah mengerti aku. Apa pernah kalian peduli denganku ?” Aku mengatur nafasku sejenak, memberi jarak untuk menyusun kata selanjutya. Kulihat umma hampir membuka mulutnya, tetapi dengan gesit kulanjutkan sanggahanku. ”Apa pernah kalian menghadiri pesta akhir tahun disekolahku ? Sejak dulu kalian hanya sibuk dengan pekerjaan konyol kalian, mengabaikanku, apa kalian tahu kalau aku ini sering mengikuti olimpiade ? Apa kalian tahu aku ini dicap semua sonsaengnim disekolah karena kenakalanku ?” Mereka diam dan menundukkan kepalanya. Kenapa ? Baru kali ini kalian tahu sifat putri kalian ?

”Sayang, m.. mianhe, umma hanya-”

”Hanya ? Hanya apa ? Hanya ingin membuatku jatuh kedalam jurang ? Dan menyesatkanku ? Atau kalian ingin membuangku ?”

”CUKUP PARK JIHYUN !”

Kulihat appaku berteriak dan ingin menampar wajahku, tetapi dengan cepat kutepis lengan kanannya. ”Appa tidak akan pernah dapat menyentuh wajah ini, wajah putrimu !”

Kusentak lengan appaku, berlari menuju kamar, mati – matian kutahan air mata ini supaya tidak mengalir.

’BRAK’

Kuhempaskan daun pintu dengan keras, tak peduli jika nanti rusak, kuperosotkan tubuhku dibalik pintu, bahkan kedua kaki ini tak mampu menahan beban tubuhku. Aku mencelos, aku tau aku sudah keterlaluan, tetapi mereka lebih. Mereka tak pernah tau isi hatiku. Mereka egois.

***

Author’s POV

”Ikan ! Ayo kita melihat video koleksi yadong terbaruku”

Eunhyuk berlari kecil menuju Donghae yang sedang menonton tivi, Donghae menoleh sejenak dan mendengus, kembali memfokuskan tatapannya kelayar datar didepannya.

”Aish, ini seru Hae-ya, aku baru saja melihatnya, astaga sangat ’hot’ sekali” Eunhyuk mengiming – imingi Donghae dengan menekankan kata hot, tak lupa raut wajahnya berubah menjadi sedikit mesum.

”Malas Hyuk, aku sedang tak ingin melihat seperti itu” ujar Donghae datar.

Eunhyuk menyentuh kening Donghae ”Ah tidak panas”

”Aish apa – apaan kau” Donghae menyentak paksa tangan Eunhyuk yang menempel didahinya.

”Hei shampo Ddangkoma habis”

Yesung berteriak dari ujung tangga lantai dua, EunHae menoleh sejenak lalu mengangkat bahu acuh.

”Yak kalian ini ! Kasian kura – kura manisku belum mandi” kata Yesung kesal.

”Lebih baik kau yang mandi hyung, kau bau” ujar Eunhyuk sambil menutup hidungnya, Donghae mengangguk setuju lalu mengikuti kegiataan Eunhyuk.

”Sialan kalian ini-”

”Kyu, kau mau kemana ?” Donghae segera memotong perkataan aneh Yesung lalu mengalihkan tatapannya pada Kyuhyun yang baru saja melintas didepannya.

”Seperti biasa hyung” jawab Kyuhyun singkat.

”Ah aku ikut Kyu” ujar Donghae sumringah.

”Aku juga” tanggap Eunhyuk..

Kyuhyun hanya menganggukkan kepalanya dan berlalu mengambil motor sportnya. EunHae-pun melakukan hal yang sama, tetapi sebelum itu mereka bertanya pada Yesung ingin ikut atau tidak. Jawaban Yesung hanya ”Anni, aku tak mau meninggalkan Ddangkoma sendirian dirumah sebesar dan sesunyi ini” ujarnya sok dramatis.

”Terserah” dengus Enhyuk dan Donghae bersama.

***

            Kyuhyun, Eunhyuk dan Donghae telah sampai ditujuan, balapan liar. Ya kali ini mereka akan menyalurkan hobinya hari ini untuk melepas segala beban pikiran, atau sesuatu yang membuat penat. Terutama Kyuhyun, namja itu selalu menganggap balapan adalah sesuatu yang menyenangkan, selain memacu adrenalin, dirinya juga dapat berinvestasi, hitung – hitung menambah uang saku.

”Hai whassap bro !”

Seseorang menepuk pelan bahu Kyuhyun, Kyuhyun menyeringai mendapati ’musuh’ sirkuitnya tersenyum dengan wajah mengejek.

”Tidak usah sok baik, mulai saja balapannya dan segeralah menangis dikakiku Choi Minho” desis Kyuhyun tajam.

”Cih.. Sombong sekali kau, aku rasa kali ini kau yang akan kalah” ujar Minho sarkatis.

”Kita lihat saja”

Namja penarik uang yang menjadi wasit telah mengumpukan uang taruhan untuk kedua kubu yang akan balapan tersebut. Tak sedikit taruhan kali ini, dari pihak Minho telah menginvestasikan uangnya untuk taruhan, padahal kemungkinan besar Minho menang adalah 0 : 100

Kyuhyun adalah raja balapan liar, segala jenis rintangan sirkuit selalu ia taklukkan, tak ayal banyak orang yang menginvestasikan uangnya untuk Kyuhyun, pendukungnya-pun lebih dominan kekubu Kyuhyun, tetapi tak sedikit juga dari tempat Minho.

Sang gadis pembawa bendera telah siap dengan bendera hitam putihnya. Minho mengegas motor Ducati-nya dengan kuat, bahkan dia telah fokus pada jalanan gelap didepannya. Sedangkan Kyuhyun ? Dia hanya duduk dengan santai tanpa memperdulikan kepameran musuhnya.

”Hanaa.. Dul.. SET”

Gadis pembawa bendera telah melempar benderanya, sang peserta segera memacu gas dengan genggaman kuat.

Letak posisi Kyuhyun dan Minho adalah bersebelahan, sesekali Minho berlaku curang, mendekatkan Ducati-nya ke motor Sport Kyuhyun, tetapi Kyuhyun tak bergeming. Pada saat yang ketiga kalinya Minho ingin menyerempet Kyuhyun, dengan sigap Kyuhyun mengurangi kecepatan dan mundur, itu membuat kendaraan Minho oleng, kesempatan itu tak disia – siakan Kyuhyun, namja itu segera memacu kencang laju motornya dan membelok sempurna pada kelokan rendah pertama.

”Shit !” pekik Minho tajam.

Minho sesegera mungkin memacu Ducati-nya untuk menyusul Kyuhyun, saat pandangannya mendapati Kyuhyun berada 100 meter didepannya, namja itu-pun menggenggam gas dengan kuat dan sesekali mengurangi dan menambah laju motornya.

Kyuhyun mengernyit, didepannya ada sebuah bundaran dengan drim kosong yang terpampang kokoh ditengah jalan, Kyuhyun berfikir keras, dia yakin pasti Minho akan memutar dengan melewati bagian tolakan dari putaran Kyuhyun. Kyuhyun-pun mengurangi kecepatannya dan membiarkan Minho mendahului, dengan gesit Minho memutari drim tersebut.

Sedetik kemudian ada sebuah kelokan tajam, Kyuhyun menyeringai, Kyuhyun tahu benar titik lemah musuhnya, saat di kelokan, dengan sekali hentak, Kyuhyun menambah kecepatannya. Minho tertinggal. Dan Kyuhyun-pun telah mencapai garis finish.

”Wah chukkae Kyuhyun-ah, kau memang tak terkalahkan” pekik seorang laki – laki senang.

”Aku tahu” ucap Kyuhyun datar dan tak lupa senyum miringnya.

Minho telah tiba, wajahnya menunduk, menyembunyikan ekspresi malunya saat ini. Dia menghampiri Kyuhyun dan melempar senyum kecut. ”Chukkae Kyuhyun-ssi, tetapi lain kali bersiaplah menemui kekalahanmu” Minho berdecak lalu meninggalkan Kyuhyun yang menyeringai tajam. ”Oh aku akan menunggumu” ujar Kyuhyun dengan nada dibuat – buat.

”Dongsaengku memang selalu hebat, aku bangga padamu, Kyu” ujar Eunhyuk sok bijak sambil menepuk – nepuk bahu Kuhyun.

”Hm” kata Kyuhyun menanggapi.

”Hyung aku pergi duluan ya, kau bisa pulang sendiri bersama yang lain kan. Annyeong” Kyuhyun memasang helm-nya dan mulai memacu motornya meninggalkan area balapan.

Cie udah Part 2 wkwk

Kritik dan saran yaps

Iklan

7 responses to “Love My Life (Part 2)

  1. Perlu dpertanyakan knapa genre.a romance pdhal blum ada adegan romantiz d part 1 n 2 ini. #plak
    karna aku hnya menemukan adegan lucu bin konyol yg bkin perutku sakit. Wkwk. Eh kyu balapan? Wow, keren tuh kya.a #pletak. Lanjut ke part 3. 😀

Hello reviewer!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s