Love My Life (Part 3)

Image

Nama               : ChochangEvilKyu

Title                 : Love My Life ( Part 3 )

Cast                 :

Park Jihyun (OC)

Cho Kyuhyun

Lee Donghae

Lee Hyukjae ( Eunhyuk )

Kim Jongwoon ( Yesung )

Han Hyera (OC)

Genre              : Romance, Live, Friendship, Comedy

Rating             : PG-15

Length             : Chaptered

A/N                 : Park Jihyun is mine, the story is mine, and kyuhyun is mine too *digampar sparKYU , oke ini pure pemikiran author, jadi maap kalo gajelas ya, jangan lupa juga komen ples kritik saran yaps, last.. awas typo lo ya.. oh ya, jangan lupa mampir di blog pribadi author ya^^

Oke, happy reading, check this out…

 

Jihyun’s POV

            Aku menangis, ya aku menangis. Gagal ! Tak dapat kutahan aliran air mata ini, yang kurasakan adalah sakit, sakit yang teramat sangat, saat kedua orangtuamu hanya bisa menyuruhmu tanpa memperdulikan perasaanmu, apa yang kau rasakan ? Sedih ? Bukan masalah, sakit ? Bisa kuatasi, marah ? Maaf, yang satu ini aku tidak bisa, sudah cukup mereka menjadikanku manequin dirumah ini, aku muak, aku sudah tidak kuat !

Ku ambil koper yang berada di lemariku, mengambil baju – baju secara paksa dan menaruhnya didalam koper tanpa melipatnya. Kulirik sejenak jam dinding yang menempel didinding biru kamarku, oh great ini belum terlalu malam.

Aku berjalan sambil berjingkat menuju jendela besar yang menghadap taman depan rumah, kuseka paksa air mataku yang masih menempel diekor mataku. Mianhe umma, appa, aku harap kalian mengerti.

’BRUK’

”Aish shit, noemu appo” lirihku. Sial sekali aku mendarat tidak mulus setelah meloncat dari plavon lantai dua dikamarku. Aku menepuk – nepuk bagian belakang celana jeans panjangku dan mulai mengendap – ngendap berjalan keluar rumah. Kutengok sejenak rumah besarku, aku harap kalian mengerti, batinku.

***

            ”Oh God, ini lelah sekali, kenapa apartemen Hyera sangat jauh kalau ditempuh dengan berjalan kaki” teriakku dijalan besar yang sepi ini.

Uh, aku benci gelap, kenapa jalan ini terasa remang – remang sekali, kulihat sekelilingku, aku takut jika ada segerombol namja aneh yang mendekatiku seperti didalam film – film dan ingin memperkosaku atau merampokku, tunggu ! Memperkosa ? Merampok ? Haha bahkan itu tidak mungkin, akan kubuat ’adik’ mereka hilang dulu sebelum menyentuhku, aku berjalan sambil tersenyum – senyum aneh.

Aku berjalan gontai sambil menundukkan kepalaku, tak lupa menendang kecil apapun yang terlihat oleh pandanganku, dan ini juga menyusahkan, aku menyeret paksa koper biruku ini, aku salah jalan, aku tahu itu, ini adalah lajur kanan, harusnya aku berada di jalur kiri, aku tidak peduli, aku lelah, aku ingin cepat sampai keapartemen Hyera.

***

Kyuhyun’s POV

Aku melajukan motorku dengan santai melewati jalanan yang cukup sepi ini, aku tidak peduli dengan orang – orang yang ada di arena balap, aku yakin sebentar lagi polisi akan datang, makanya aku segera pergi, biar saja kedua hyungku berlarian menyelamatkan diri.

Kumatikan motor Harley Davidson-ku dan melangkah menuju mesin penjual kopi yang berada dipinggir jalan, kupencet tombol ’mochachino coffe’ yang tertera pada gambar.

Kusesap perlahan rasa manis yang perlahan membasahi tenggoranku, menghirup aroma kental kopi yang nikmat, aku sangat menyukai kopi, bahkan aku tak pernah menyentuh minuman seperti wine, soju atau vodka sekalipun, aku tak mau mati muda karena minuman menjijikkan seperti itu.

Setelah gelas kertas itu kosong, kulangkahkan kaki jenjangku menuju motor Sportku dan mulai melajukannya kembali. Angin malam yang hangat merasuki tubuhku, membuat tubuhku sedikit hangat, ini sangat nyaman.

***

            Terlihat dari pandangan mataku, ada seseorang yang berjalan gontai sambil menendang – nendang kaleng – kaleng bekas minuman soda, bukan masalah orang itu siapa, aku tidak peduli orang itu, tetapi dia sudah menutup jalanku, apa dia bodoh ? Bagaimana bisa ada orang berjalan di lajur kanan ?

’JDUG’

”Shit !”

Aku mengumpat cukup keras, orang itu menendang kalengnya dan mendarat di kaca helm-ku, bukan masalah sih, tetapi aku kaget ! Apa dia cari mati.

”Ah mianhe, aku tidak sengaja”

Suara ini sepertinya aku kenal, seperti tidak asing.

”Apa kau baik – baik saja ? Mianhe tadi aku tidak sengaja, apa sakit ?”

Suara seorang gadis, suara ini, ah ne suara ini.

Aku membuka kaca helm-ku dan mendapati seorang yeoja yang terperangah melihatku. Ah yeoja iblis ini, pantas saja suara jeleknya aku tidak begitu asing.

”Ah neo !” pekiknya keras. Sial ! Telingaku bisa tuli kalau dia berteriak terus, dasar iblis.

”Oh kau mengenalku ?” Aku menyeringai, menampakkan senyum mautku.

”Cih, tidak ! Siapa bilang aku mengenalmu”

Sombong sekali dia, yeoja semua sama saja, sok jual mahal, dasar menjijikkan. Tetapi anehnya bahkan dia tidak memujiku seperti yeoja lain, bahkan dia malah mengumpatku, aku rasa dia tidak normal, aku bergidik.

”Wae ? Jangan memandangiku seperti itu, aku tau aku cantik”

”Men-jijik-kan” ujarku datar tetapi sarat akan makna sarkatis.

Kulihat dia menenteng koper besar, apa yang dia lakukan ? Apa dia kabur dari rumah ? Oh apa peduliku !

”Baiklah, aku pergi dulu” Aku memasang kembali helm-ku. ”Dan satu lagi, kalau berjalan disebelah sana babo, kau menghalangi jalanku !” kataku datar.

Kunyalakan kembali motorku dan siap berjalan, tetapi tangannya menahan lengan kiriku. Aku menoleh dan melihat wajahnya yang berkeringat pucat.

”Em, bisakah kau menolongku ? Tolong antarkan aku keapartemen temanku”

***

Author’s POV

”Men-jijik-kan” ujar Kyuhyun datar. Jihyun mendengus kesal, menggembungkan pipinya dan melipat tangannya didepan dada.

Kyuhyun menatap koper besar Jihyun yang ia sandarkan disamping tubuhnya, Kyuhyun berfikir, apa gadis itu orang yang kurang kerjaan kabur dari rumah.

”Baiklah, aku pergi dulu” Ujar Kyuhyun datar sembari memasang helm-nya kembali. ”Dan satu lagi, kalau berjalan disebelah sana babo, kau menghalangi jalanku !” imbuh namja itu.

Kyuhyun memutar kuncinya dan siap mengegas motor Harley Davidson-nya, tetapi tangan Jihyun menahan lengan kiri Kyuhyun, Kyuhyun menoleh dengan wajah datarnya. Jihyun menggigit bibir bawahnya untuk meredam rasa malunya, kalau dia tetep keukeuh untuk berjalan, sudah dipastikan pasti kakinya akan lumpuh besok pagi, tetapi kalau dia berani meminta namja yang bernama Kyuhyun ini untuk mengantarkannya, dia harus berani memasang muka tebal untuk tetap hidup.

Jihyun menghembuskan nafas perlahan. ”Em, bisakah kau menolongku ? Tolong antarkan aku keapartemen temanku”

”Kau menyuruhku ?” Kyuhyun mematikan motornya dan membuka kaca helm-nya, melihat lebih detail raut wajah gadis didepannya ini yang seenaknya menyuruh dirinya untuk mengantar keapartemen teman gadis itu.

”Annio, aku.. aku hanya ingin meminta tolong” Jihyun memasang muka melasnya, berharap namja sok cool didepannya ini luluh akan raut mukanya.

”Cih, beraninya kau ! Shirreo ! Cari saja taksi atau apa, aku tidak mau menjadi korban orang kabur dari rumah” tolak Kyuhyun kasar.

Jihyun mencelos, bagaimana namja didepannya ini bisa tahu kalau dirinya kabur dari rumah, Jihyun mengutuk dirinya, apa yang barusan dia lakukan ? Batinnya berteriak kesal.

Kyuhyun mulai menyalakan kembali motornya dan bersiap pergi. ”Ah hajiman ! Aku akan mengabulkan apa saja, apa saja permintaanmu” Jihyun menyekap mulutnya, mulut yang lancang, yang baru saja mengeluarkan kalimat keramat. Kyuhyun terdiam, sepertinya ini tawaran yang menarik, batin Kyuhyun.

”Baiklah, aku setuju akan permintaanmu, tunggu saja tanggal mainnya” Kyuhyun menyeringai, membuat Jihyun meneguk ludahnya susah.

”Cepat naik !”

Jihyun diam sebentar, Kyuhyun menoleh. ”Apa yang kau tunggu ?” ujar Kyuhyun geram.

”Maksudmu.. disini ?” tanya Jihyun terbata sambil menunjuk jok Kyuhyun yang menjorok kedepan.

”Kau pikir ? Tenang saja iblis betina, aku juga tidak minat dengan dadamu, tubuhmu saja rata seperti itu” Kyuhyun berkata datar, membuat emosi Jihyun meluap.

”Yak ! Dasar namja mesum !” pekik Jihyun sambil memukuli punggung Kyuhyun.

”Kau ingin naik atau tetap disini” Kyuhyun mulai gerah dengan sikap gadis disampingnya ini.

Jihyun menghela nafas berat dan mendaratkan tubuhnya kasar dijok motor Kyuhyun. ”Cepat jalankan motormu” Jihyun memegangi bagian belakang motor Kyuhyun dan berdoa, semoga aku masih bisa melihat matahari esok pagi Ya Tuhan. Batin Jihyun.

”Apa kau belum pernah naik motor sport ?”

”Belum” jawab Jihyun bingung. ”Wae ?” lanjutnya.

”Babo, kau ingin mati ? Pegangan dipinggangku” titah Kyuhyun datar.

”Shirreo !” Jihyun tetap bersikeras dengan usahanya berpegangan pada belakang motor Kyuhyun.

”Tch, terserah kau saja”

Kyuhyun menyalakan motornya dan menghentakkan persnelingnya lalu mengegas kuat sehingga membuat bagian depan motor Kyuhyun terangkat.

”Yak, namja menyebalkan ! Kau ingin membunuhku huh” Sekejap Jihyun langsung melingkarkan tangannya diperut Kyuhyun. Kyuhyun menyeringai.

”Apartemen temanmu dimana ?” Kyuhyun berteriak, menyeimbangi volume angin yang kencang, suaranya hampir bertabrakan dengan suara mesin dijalanan yang bising ini.

”Kau tinggal lurus saja, nanti kalau ada pertigaan belok kanan” Jihyun berteriak, menyeimbangi suara Kyuhyun yang keras.

***

            ”Gomawo” ujar Jihyun singkat sembari menata rambutnya yang berantakan tertiup angin.

”Hm” Kyuhyun bergumam singkat.

Jihyun berdecak, membalikkan tubuhnya dan siap berjalan memasuki apartemen Hyera.

”Hei siapa namamu ?” Kyuhyun tiba – tiba berteriak, membuat Jihyun mau tak mau harus menoleh.

”Aku ? Kenapa kau bertanya ?” Jihyun balik bertanya dengan mata yang menyipit, menandakan kecurigaan pada namja didepannya.

”Cih, jangan berfikir bahwa aku menyukaimu, kau pikir apa bagusmu ?” Kyuhyun berujar datar, Jihyun mendengus kesal. ”Aku hanya ingin memastikan kau tidak kabur, kalau besok aku menyuruhmu memenuhi permintaanku, kau tidak lupa dengan janjimu kan?” Kyuhyun beragumen tajam, tersenyum puas mendapati Jihyun yang terperangah cemas.

”Ah ne, aku Park Jihyun dan kau Kyuhyun kan ?” ujar Jihyun sambil menunjuk Kyuhyun dengan telunjuknya.

”Yes, aku tau aku memang terkenal, yasudah aku harus pulang”

”Yasudah sana pulang, hus.. hus” Jihyun memperagakan tangannya dengan gerakan mengusir. Kyuhyun berdecak lalu meluncur pergi meninggalkan kawasan apartemen bertingkat yang elit tersebut.

”Oh God, semoga aku besok tidak bertemu dia” lirih Jihyun.

***

Jihyun’s POV

”Astaga, kau berkata hal seperti itu pada kedua orangtuamu ?”

Setelah aku bercerita panjang lebar pada Hyera, aku hanya mendengus kesal, sahabatku ini memang menyebalkan, seharusnya aku tidak usah pergi keapartemennya saja.

”Sudahlah Ra-ya, aku lelah, aku ingin tidur, boleh kan aku selamanya disini” pinta Jihyun manja sambil mengeluarkan aegyonya.

”Shirreo !” Dia melipat tangannya didepan dada, itu tandanya dia benar – benar ingin mendengar penjelasanku lebih lanjut. Uh menyebalkan.

Aku duduk kembali, bersila diatas kasur king sizenya sambil memeluk salah satu bantal strawberry yang kuberikan tahun lalu saat ulang tahunnya. ”Apalagi yang kau inginkan Ra-ya sayang ?” ujarku kesal.

”Aku tau orang tuamu sudah keterlaluan Hyunnie, tetapi bisakah kau meminta maaf dulu pada mereka dan bilang kalau kau disini, aku tidak keberatan kau tinggal disini, tetapi setidaknya baikan dulu dengan orangtuamu Hyunnie-ya” Hyera mengakhiri nasehatnya dengan helaan nafas ringan.

Aku memegangi kedua bahunya dan menatap lekat kedua bola mata hitamnya. ”Ra-ya, tolong berikan waktu padaku, kau tau kan aku benci perjodohan ? Aku benci kalau dipaksa ? Dan aku benci kalau mereka mengekangku, kau tau aku kan Ra-ya ?” Aku menghembuskan nafas berat, berusaha mencari asupan oksigen. ”Dan aku ingin mendinginkan kepalaku sejenak, jadi aku mohon mengertilah aku” lanjutku sambil kupaksakan tersenyum, aku tahu Hyera pasti mengerti dengan diriku, dia sahabatku, dia sangat mengerti aku, aku tahu itu.

”Ne Hyunnie, mianhe, aku menyayangimu” Hyera memelukku erat, kudengar isakan kecil yang keluar dari mulutnya. Gadis ini, dia benar – benar sahabatku, penopang hidupku jika terpuruk, oksigen bagiku jika udara disekitarku menipis, dan sandaran hatiku jika diriku sedang terluka.

”Uljima Ra-ya, kenapa kau yang menangis ? Harusnya ’kan aku ? Dasar anak kecil” Kucubit hidungnya pelan dan menyeka air matanya yang menganak sungai setelah melepaskan pelukanku.

”Aish kau ini” Dia memukul pelan lenganku, dan mengusap hidungnya yang merah akibat ulahku. Aku membenahi posisi tidurku agar nyaman.

”Kalau begitu ayo tidur, kita besok harus sekolah” katanya bersemangat.

Tunggu ! ”Sekolah ?” Aku terlonjak kaget, terduduk dengan kaki yang menekuk disamping kiri dan kanan.

”Waeyo ?”

”Kyuhyun !” Entah apa yang merasukiku, tiba – tiba wajah namja itu terlintas didepanku, Oh God apa besok terakhir aku melihat matahari ?

”Hah ? Wae ? Kau menyukai Kyuhyun ne ?” Goda Hyera sambil mencubit – cubit pelan pinggangku.

Aku tersadar dari lamunanku, kutatap tajam dirinya yang sedang sibuk meneguk ludahnya susah –aku rasa.

”Ah.. selamat malam Hyunnie, sweet dream”

Kulihat gadis itu langsung membenamkan dirinya di dalam selimut tebalnya dan memunggungiku. Dia takut padaku ? Haha siapa suruh melawanku.

Aku mulai meletakkan kepalaku di bantal dan tidur terlentang, melihat langit – langit yang berwarna putih cerah. ”Ra-ya, aku rasa besok aku akan mati” ujarku pelan. Gadis itu menengok kearahku, mengernyit bingung.

”Waeyo ? Kau ada masalah ?” tanyanya sambil menopang tangan kanannya untuk mencermatiku perubahan raut wajahku, yah dia memang selalu sepert itu.

”Kau tahu ? Aku tadi kesini bersama.. em.. Kyuhyun-ssi”

”MWO ? BAGAIMANA BISA ? CERITAKAN !” katanya bersemangat lalu terduduk, menampilkan wajah berbinarnya, binar – binar matanya semakin menandakan bahwa gadis ini sangat penasaran.

”Besok saja, aku lelah” kataku sambil memunggunginya, rasakan itu, aku yakin kau akan mati penasaran.

Aku merasakan selimut yang kugunakan tersibak, dan gadis itu menarik ujung kausku dengan kasar sambil merengek. Aku pura – pura tidak mendengarnya dan lebih memilih menutupi kedua telingaku.

”Yak Ra-ya kau jangan berisik, aku lelah, besok saja aku janji, jaljjayo” kataku kesal. ”And one again, don’t disturb me ! I want sleep” imbuhku tajam.

Kudengar dia menghela nafas, syukurlah dia mengerti juga. ”Baiklah, jaljjayo Hyunnie”

Aku tersenyum senang dan segera memejamkan mataku untuk memulai mimpi indahku.

 

Kritik dan saran yaps 😀

 

Iklan

5 responses to “Love My Life (Part 3)

  1. Qo d part ini g ada yg komen eon? ;-( aku sendrian deh.. Mw komen apa y? Baguz soal.a wkwk, yah aku cuma nyaranin d perpanjang aj eon. Wkwk.

Hello reviewer!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s