Other Dimension (Part 1)

Gambar

Title                 : Other Dimension (Part 1)

Author             : ChochangEvilKyu

Main Cast

Kim Jihyun Ellora McFletcher (OC)

Cho Kyuhyun as Kim Kyuhyun Genovian McFletcher

Lee Sungmin as Kim Sungmin Genovian McFletcher

Kim Heechul as Kim Heechul Genovian McFletcher

Other Cast

Can you find in story

Genre              : Fantasy, Adventure, Family, Friendship, Romance ( a little bit)

Length             : Chaptered

Author Talk     : This is my story, pure my story from my mind kkk~

Now happy reading, leave comment after read please, gomawo ^^

‘Lari, berlarilah ! Kau tau, tempo larimu lebih baik darin siapapun !’

Suara itu , yeah suara yang selalu merasuki kinerja otakku, apa maksudnya dengan lari ? Tetapi inilah yang kulakukan, berlari tak tentu arah melewati semak belukar. Hanya kedua tanganku yang kugunakan untuk membuka jalan yang ditutupi semak – semak berduri ini. Sakit ? Tak masalah

Lelah ? Dapat kutangani. Guratan darah mengering ditanganku rasanya seakan akan tercabik sebuah belati tajam.

Aku berlari tak tentu arah, sial ! Rombongan suara orang – orang dibelakangku kian terdengar, itu artinya aku akan segera tertangkap, kupercepat langkahku dan –

Kring.. Kriiinggg..

“Sial ! Mimpi konyol itu lagi, persetan dengan mimpi ini” Gadis itu Kim Jihyun Ellora McFletcher terkesiap dengan apa yang telah terjadi, mimpi itu, potongan – potongan mimpi kecil yang selalu merasuki otaknya setiap malam, dan mimpi itulah yang melambatkan system sarafnya untuk mencerna maksud dari mimpi tersebut.

“Hei adik kecil, bangunlah, apa kau terlalu menikmati tour’mu kemarin ? Sekarang adalah hari pertamamu disekolah barumu girl !” Kyuhyun –Saudara kembarnya berdiri di ambang pintu kamar Jihyun dengan kedua tangannya yang bertolak seraya menyunggingkan seringaiannya. “Oh astaga Tuan Kim Kyuhyun Genovian McFletcher yang terhormat, sejak kapan aku menjadi ‘adik kecilmu’ ? Bahkan aku hanya lahir tujuh menit sesudah kau, dan satu lagi, jangan pernah memanggilku adik !” tukas Jihyun tajam. “Oh terserah apa katamu, sekarang mandilah dan segera turun, apa kau ingin makan sandwich isi kodok lagi ?” ujar Kyuhyun datar seraya melangkah pergi meninggalkan Jihyun.

“Cih.. aku rasa otaknya mulai sinting” gumam Jihyun kesal.

***

“Sarapan sudah siap” Ellora McFletcher memanggil ke empat anaknya agar segera turun dan mulai sarapan bersama.

“Hei lihat, aku sudah bisa menyelesaikan rubik sinting ini” seru Heechul anak sulung dari keluarga ini, lalu berteriak sambil mengacungkan rubiknya yang dianggapnya soal aljabar tersebut. “Well, congrats boy” ujar Sungmin datar, anak kedua itu baru saja turun sembari membawa buku Sejarah yang tebal. Biasanya Ibunya akan marah dengan kelakuan anak keduanya itu jika makan sambil membaca, tetapi mungkin karena suasana baru, Ibunya tidak peduli.

Ellora –sang Ibu tersenyum kecil melihat tingkah anaknya yang dirasa sudah melebihi batas wajar tersebut.

“Cih, kau memalukan hyung, hanya mainan bayi seperti itu kau terlalu antusias”

Kyuhyun yang baru saja menjerang air hanya menimpali dengan kata – kata retorisnya. “Kurasa kau terlalu bodoh” lanjutnya sambil menyeduh teh celupnya.

“Haha, jangan terlalu iri Kyu, aku tau otakmu hanya ada sepuluh persen, selebihnya kau sumbangkan pada PSP tak bergunamu” dengus Heechul tak mau kalah.

Yeah, begitulah suasana pagi di kediaman keluarga Kim atau McFletcher ? Ketiga laki – laki itu selalu membuat topik yang tidak penting, dan Ellora –ibu mereka hanya bisa menggeleng pelan dengan apa yang terjadi, melerainya ? Oh lalu melewatkan melihat drama dipagi hari ? Dia rasa itu tak mungkin.

Jihyun yang baru saja turun dari tangga hanya bersikap acuh melihat seluruh keluarganya berkumpul. Mata bulatnya menyipit melihat ada yang janggal, oh ternyata Dad ada, cih tumben, batin Jihyun geram.

“Good morning, dear” sapa seorang wanita paruh baya seraya tersenyum simpul. “Mom rasa kau akan betah tinggal disini daripada sendiri di Inggris, lihat kan semua senang disini” imbuhnya sambil mengoleskan selai diatas roti Jihyun.

“Oh begitukah ? Well, aku akan mencobanya mom” Jihyun hanya mengangkat bahunya tak peduli.

Gadis itu –Jihyun dari pertama menginjakkan kakinya di Seoul hanya bisa bersikap dingin, dia memang sudah menunjukkan ketidaksukaanya terhadap Negara ini, Negara kelahirannya, entah apa penyebabnya, sebenarnya dia sangat menyukai Inggris, tetapi tiba – tiba ayahnya datang entah darimana lalu mulai mengusulkan pergi ke Negara ini, Seoul. Ya, lintas Negara kali ini mengharuskan mereka menetap disini. Se-la-ma-nya. Seandainya Jihyun tidak menekuk wajahnya kesal, mereka semua yakin perjalanan ini akan menyenangkan bagi mereka –keluarganya. Wajah mereka semua sudah menunjukkan keantusiasannya dengan ide sang ayah, dan Jihyun dengan sangat kesal menerima semua itu. Bagaimana tidak ? Dia mendapat tatapan tak bersahabat dari ketiga saudaranya seakan berbicara ‘kau-harus-mau, kalau-kau-tak-mau-aku-akan-mencekikmu-ketika-tidur’.

”Nona Kim Jihyun Ellora McFletcher, sopanlah sedikit pada Mom, dan kuharap kau tidak membuat masalah selama disini” Kyuhyun Saudara kembar -non identiknya mulai memperingatkan adiknya akan sikapnya yang mulai menyimpang.

“Baiklah Tuan soktau, aku berdoa semoga Tuhan menjadikanmu salah satu list orang penghuni neraka” Pekik Jihyun tajam lalu melangkah meninggalkan orang – orang yang tercengang melihat ulahnnya.

“Apa dia Hyunnie-ya adikku ? Dia seperti monster” Sungmin hanya bisa menganga melihat tingkah adiknya itu. Dia berpikir kemana adiknya yang selama ini bersikap manis dan manja, tiba – tiba berubah 180derajat lebih mirip pembunuh berantai, aura adiknya juga menambah kesan menyeramkan.

“Aku rasa dia belum bisa beradaptasi dengan baik” ujar Heechul sambil melihat kepergian adiknya.

“Yeah” Koor mereka bersama.

***

                        Pagi itu, Jihyun hanya bisa menggerutu kesal dijalan sambil mensumpah serapahi keluarganya, terutama ayahnya yang notabenenya membuat dia seperti itu.

SeoulSouth International School, Jihyun memasuki kawasan sekolah barunya dengan langkah malas melewati koridor – koridor sekolah. Gumaman – gumamam kecil terdengar disekitarnya, yeah banyak murid – murid yang memandangnya aneh tetapi Jihyun tidak peduli dengan tatapan menusuk orang – orang disekitarnya, yang dia pedulikan hanya sesegera mungkin menghilang dari muka bumi ini. “Aku harap mereka membusuk dineraka” gumam Jihyun tajam.

Sebenarnya ia bisa saja berangkat bersama dengan ketiga Saudaranya, tetapi masalah pagi tadi yang membuatnya berpikir dua kali untuk sekedar berbicara.

“Sialan, aku tersesat” Jihyun hanya bisa mendengus kecil karena merasa bodoh dengan dirinya, gengsinya mengalahkan segalanya, bahkan hanya untuk menanyakan letak ruang kepala sekolah.

“Hei, kau tersesat ?” Tiba – tiba seseorang menepuk pundaknya pelan. “Oh astaga, kau mengagetkanku” pekik Jihyun sambil memegang dadanya.

Laki – laki itu hanya dapat tersenyum kikuk melihat penuturan gadis didepannya tersebut. “Hehe mian, apa kau murid baru ? Aku rasa baru kali ini aku melihatmu”

“Yeah, and I’am lost now, can you help me ? I find-“

“Ruang kepala sekolah ?” potong laki – laki itu cepat. “Hei kau tidak sopan, kau tau orang yang memotong pembicaraan orang lain akan masuk neraka” gerutu Jihyun.

Laki – laki itu hanya tertawa melihat gadis didepannya menggerutu kecil “Nae joneun Lee Donghae imnida, neo ?” Donghae mengulurkan tangannya pada Jihyun sembari tersenyum simpul. “Jihyun, Kim Jihyun Ellora McFletcher” Donghae hanya bisa mengernyitkan dahi heran mendengarnya.

“Aku tau, kau berfikir ini perpaduan nama yang aneh kan ? Cih memang, selera orangtuaku sangat buruk” tukas Jihyun cepat setelah melihat perubahan raut wajah laki – laki didepannya.

“Annio, itu unik” jawab Donghae sembari tersenyum tiga jari. ”Oh iya, aku harus memanggilmu siapa Nona penggerutu ?” imbuh Donghae diiringi kekehan kecil, mau tak mau Jihyun yang mendengarnya ikut terkekeh kecil.

“Jihyun, that’s my name. Sekarang bisakah kau mengantarkanku keruang Kepala Sekolah Donghae-ssi ?”

“Ah ne, kajja”

***

                        Kyuhyun, Heechul dan Sungmin baru saja turun dari Maybach mewah mereka. Udara pagi yang berhembus membuat sebagian rambut mereka teracak, orang – orang yang melihatnya hanya bisa menganga tak percaya, Malaikat darimana ? Itulah gumaman kecil yang terdengar dari perempuan sekitar mereka, mereka hanya bisa menyunggingkan senyum disudut bibir mereka.

”Cassanova !” Pekikan tertahan murid – murid perempuan merayap ke indra pendengaran mereka. Itu terdengar menggelikan, tetapi itulah mereka, sedari tadi tidak ada yang melepaskan pandangan mereka dari ketiga laki – laki tersebut sampai mereka berbelok disudut koridor, dan murid perempuan hanya bisa mendengus nafas kecewa.

“Haha aku yakin kita akan terkenal” ujar Heechul percaya diri sembari merentangkan kedua tangannya diudara “Yeah, dan aku yakin kau akan menjadi santapan maut perempuan – perempuan tadi hyung” sambar Kyuhyun dan Sungmin sinis.

“Cih terserah, now come on going to Headmaster’s room ”

Mereka bertiga melangkah menuju ruang kepala sekolah yang terletak disudut kanan disamping ruang teater sekolah.

***

                        “Thanks Donghae-ssi” ujar Jihyun tersenyum setelah mereka sampai di depan pintu ruang Kepala Sekolah.

“Of course, em panggil aku Donghae saja, supaya tidak terdengar terlalu formal” Donghae tersenyum simpul. “Oke, aku kembali ke kelas dulu Jihyun, annyeong”

Jihyun hanya bisa tersenyum, yah tersenyum, dia tersenyum setelah bertemu dengan Lee Donghae, pria itu sangat friendly, mood Jihyun yang sedari tadi down tiba – tiba kembali lagi.

“Hyunnie !!” Jihyun menoleh ketika merasa ada suara seseorang yang memanggilnya.

“Oh oppa, why ?”

“Wah, sekarang kau memanggilku oppa ? Aku bahagia sekali” ujar Heechul seraya memeluk erat tubuh Jihyun.

“Aish, lepaskan aku” Jihyun meronta dibalik pelukan Heechul. “Setidaknya kita di Seoul ‘kan ? Jadi aku harus menghormatimu” imbuh gadis itu datar.

Jihyun melangkahkan kakinya menjauh dari Heechul, menatap Kyuhyun dan Sungmin sekilas lalu mendesis, Jihyun melanjutkan langkahnya masuk ke ruang Kepala Sekolah.

Heechul hanya bisa menghela nafas kesal, Kyuhyun dan Sungmin hanya bisa tertawa melihat seorang Heechul yang notabenenya sangat galak itu bisa bertekuk lutut hanya dengan ucapan adiknya. Sejenak suara tawa itu menghilang tergantikan aura suram dari neraka, Heechul memberi tatapan tak bersahabat. ‘Diam-kalian-atau-kubunuh’. Kyuhyun hanya bisa meneguk ludahnya susah, dan Sungmin, mungkin dia sudah pingsan ditempat.

***

                        Bel pulang sudah terdengar, murid – murid SeoulSouth International School sudah mulai meninggalkan sekolah. “Aku pulang dulu ya Hyun-ah”

Song Nari, teman baru Jihyun melambaikan tangannya kecil menuju Lamborgini jemputannya. Jihyun membalas lambaian tangannya dan tersenyum simpul melihat temannya tersebut.

Jihyun tersenyum melihat ketiga Saudaranya sedang berjalan bersama, dia berinisiatif menghampirinya “Hai”

Ketiga Saudaranya ternganga “Hei sadarlah” Jihyun membuyarkan ketiga tatapan Saudaranya tersebut lalu berdecak kesal.

“Hyunnie, kau Hyunnie-ya kan ? Kau sudah tidak marah ?” Sungmin tersenyum lebar melihat adiknya sudah kembali.

Yeah, and I’m sorry, aku salah sudah membuat kalian kecewa, kalian benar, tak seharusnya aku marah pada Mom, Dad dan kalian. Baikan?” Jihyun tersenyum lebar. Ketiga Saudaranya langsung memeluk Jihyun erat seakan mereka sudah lama terpisah. “Aku senang kau kembali Hyunnie-ya Saudari kembarku yang manis”

“Oh astaga, sejak kapan seorang Kyuhyun memperdulikanku ?” Sungut Jihyun seraya menggembungkan pipinya kesal, dan disambut tawa kecil dari ketiga Saudaranya. ”Oh atau jangan – jangan setan yang bersarang ditubuhmu sedang berhibernasi ?” lanjut gadis itu. Kyuhyun yang kesal lalu menjitak pelan kepala Jihyun dan memeluknya.

”Walaupun aku menyebalkan, tetapi aku tetap menyayangimu ’adik kecilku’” ujar Kyuhyun gamblang sambil menekankan kata ’adik kecilku’.

”Yakk!!”

Mereka berempat lalu tertawa kecil sembari menunggu Maybach merah –jemputan mereka datang. Setelah mobil itu datang mereka berlomba lari menuju Maybach merah yang terparkir apik di gerbang sekolah. Mereka berempat memang selalu begitu, berlomba untuk mendapatkan kursi bagian depan, alasannya sederhana, Jihyun ingin melihat pemandangan dijalan dengan jelas, dan ketiga Saudaranya ingin mendapatkan jok depan karena mereka berpikir kursi belakang itu menyeramkan, karena Mom mereka pernah bercerita bahwa di kursi belakang akan muncul yangsi hantu perempuan, dan mereka percaya itu, sedangkan Jihyun ? Gadis itu hanya tertawa melihat ketiga Saudaranya yang pengecut itu. Alhasil jika salah satu dari mereka bertiga mendapat kursi belakang, mereka hanya bisa berdoa dalam hati.

***

                        Bel pintu terdengar dipencet berkali – kali, Jihyun, Kyuhyun, Sungmin dan Heechul yang sedang menonton televisi merasa terusik. “Hyung, bukalah pintunya” ujar Kyuhyun datar tanpa mengalihkan pandangannya pada layar televisi didepannya.

Kyuhyun sedang focus melihat tayangan Miss Betty Lavea, dia berpikir bagaimana jika adiknya mengenakan kacamata dengan bingkai besar tak lupa kawat gigi yang berwarna warni, memikirkannya saja bisa membuatnya tertawa.

“Aish, ini sedang seru, oh astaga hahaha” Sungmin tertawa melihat Miss Betty Lavea yang sedang berusaha melompati genangan air tetapi sial rok yang dikenakannya sobek tersangkut dahan kecil.

Jihyun yang kesal akhirnya membuka pintu dan tampaklah dua orang pasangan suami istri, siapa lagi kalau bukan Ayah dan Ibunya. “Hai honey” sapa sang Ayah sembari mengelus pelan puncak kepala Jihyun. Yah sekarang Kim Jongsuk –ayahnya tinggal bersama dengan mereka, karena dia memutuskan akhir – akhir ini akan focus dengan keempat anaknya. “Hai Dad, atau Appa?” Tanya Jihyun tersenyum. Kedua orangtua itu hanya terkekeh kecil melihat gadis berusia 16 tahun itu tersenyum. “Terserah kau saja honey” jawab sang Ayah.

”Ah baiklah, selamat datang dirumah yang suram ini pasangan suami istri Kim McFletcher” ujar Jihyun mendelik. Dan lagi – lagi mereka hanya terkekeh. “Oh astaga, kau sangat menghayati sekali dear” kata sang ibu sambil mengecup puncak kepala Jihyun.

Jihyun hanya tersenyum simpul lalu berlari kecil melangkah ke ruang televisi lagi. Dia menatap ketiga Saudaranya yang sedang tertawa memandangi layar datar 72 inc tersebut lalu menghela nafas kesal. Jihyun mengganti chanel tivi dan duduk manis disamping ketiga Saudaranya. ”Kembali lagi diacara kuis bersama artis kita-” Jihyun menirukan gaya presenter yang ada didepannya. “Hei adik kecil, kau mengganggu kita” tukas mereka bersama. “Oh yeah ? Ini saatnya giliranku Tuan – Tuan yang terhormat” decak Jihyun tertawa bangga.

                        Akhirnya mereka berempat hanya bisa berebutan remote televisi dan beradu mulut bersama, tak ada yang mau mengalah, Jihyun melempar bantal kepada Kyuhyun Saudara kembarnya tetapi Kyuhyun bisa menangkisnya, sedangkan Heechul dan Sungmin saling melempar bungkus snack, mereka berempat tenggelam dalam dunia fantasinya dan PYAAAAAARRR…

TBC…

Yuhu, jangan lupa kritik dan saran ya 😀

Iklan

11 responses to “Other Dimension (Part 1)

  1. Mimpi? Mimpinya jihyun knp misterius gtu?
    :/

    one princess and three prince
    is perfect
    🙂

    tapi prince si penakut
    haha
    😀

    percaya ama hantu, padahal adenya ngk.

    Tapi kyanya ini adalah keluarga bahagia.
    🙂

  2. Ah, aku kira ini crita bkalan membosankan, tp kya.a g deh. Mian sist 🙂

    so, ada ikan dsni? Aigoo. Jihyun eon! Jangan menyentuh pcarku. Ingat itu atau kubunuh kau #plak

    teman.a jihyun, nari? Tumben biasa.a hyera sist. Eh ini crita jg tumben smua c, jihyun kmbaran.a kyu, marga.a jd kim, tumben? Eh sungmin kya.a klu dmsukin dlm jeniz evil g pantez deh sist. Yesung lbh pantez kya.a.. Ya kan? #suka” gw dong, masalah bwt lo??
    Wkwkwk

    coz sungmin muka.a terlalu innoncent. Jd kurang paz sodaraan ama cullie, kyu, n jihyun yg notabene.a kya setan #plakk

    ok. Lanjut ke next chap. Annyeong sist!

  3. Ini msh smcam pengenalan n pendalaman krakter kyakny (?) si kyu tkut setan kgak slah setan tkut setan (dirajam)
    okesipp saia kepo sm mimpiny jihyun, apa jgn2 ada hbunganny dg kerjaan ortu mreka?
    Utk memastikan lgsung capcus ke part 2 *.*

Hello reviewer!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s