Other Dimension (Part 2)

Gambar

Title                 : Other Dimension (Part 2)

Author             : ChochangEvilKyu

Main Cast

Kim Jihyun Ellora McFletcher (OC)

Cho Kyuhyun as Kim Kyuhyun Genovian McFletcher

Lee Sungmin as Kim Sungmin Genovian McFletcher

Kim Heechul as Kim Heechul Genovian McFletcher

Other Cast

Can you find in story

Genre              : Fantasy, Adventure, Family, Friendship, Romance ( a little bit)

Length             : Chaptered

Author Talk     : This is my story, pure my story from my mind kkk~

Now happy reading, leave comment after read please, gomawo ^^

 

Previous

Akhirnya mereka berempat hanya bisa berebutan remote televisi dan beradu mulut bersama, tak ada yang mau mengalah, Jihyun melempar bantal kepada Kyuhyun Saudara kembarnya tetapi Kyuhyun bisa menangkisnya, sedangkan Heechul dan Sungmin saling melempar bungkus snack, mereka berempat tenggelam dalam dunia fantasinya dan PYAAAAAARRR…

***

Bantal sofa yang dilempar Jihyun mengenai tabung kosong wadah cairan raksa dan pecahannya berceceran di lantai. ’Oh astaga celaka aku’  batin Jihyun gusar.

Ketiga Saudaranya hanya bisa membekap mulut tak percaya, mereka yakin Ibunya akan mengamuk sebentar lagi.

Tiba – tiba Ibunya datang mendengar kekacauan yang berada diruang keluarga, dan ya Jihyun yakin perempuan sinting itu baru saja dari lab barunya, buktinya Ibunya masih memakai kemeja putihnya. ”Siapa yang menjelaskan semua ini padaku, dan siapa yang bertanggung jawab ?” tanya Ibunya tajam sembari memijat pelipisnya.

Kyuhyun, Heechul dan Sungmin hanya melirik ke Jihyun dan masih membekap mulut mereka.

”Sorry Mom, ini salahku, tadi kami bermain dan tak sengaja bantal itu mendarat di tabungmu Mom” sesal Jihyun sambil menunduk.

”Kau tau apa hukumanmu Nona  Kim Jihyun Ellora McFletcher ?”

Yeah, mencabuti rumput liar dirumah Nyonya Hyera tetangga baru kita kan ?” ucap Jihyun datar.

“Dengar gadis kecil” Sang Ibu menunduk, memegang bahu Jihyun, mensejajarkan wajahnya pada wajah manis Jihyun. “Maafkan Mom kalau Mom membuatmu terpuruk, Mom hanya ingin kita kembali ke Seoul, hanya itu dear, Mom mohon kau mengerti sayang” Ellora mengelus puncak kepala Jihyun dengan sayang.

“Tapi Mom, aku punya banyak teman di Inggris, Alexa, Alex, Marco dan semuanya, mereka sahabatku, Mom tidak tahu rasanya meninggalkan sahabat itu bagaimana, sakit Mom, disini” Jihyun terisak sambil menunjuk dada bagian kirinya, mengeluarkan segala keterpurukan yang terpendam selama ini. Egois. Kedua orangtuanya hanya memikirkan perasaan mereka sendiri tanpa sedikitpun tahu isi hati gadis kecilnya selama ini, sakit hati bagai dirajam ribuan busur panah dan terombang ambing di samudera, Jihyun merasakan sesak yang amat sangat.

“Maafkan Mom sayang” Ellora memejamkan matanya, menghalau segala cara agar air matanya tidak keluar, tetapi itu sia – sia, pelupuk matanya membendung sungai kecil yang mengalir melalui pipinya yang telah tampak guratan garis halus. “Mom sayang kalian, Mom ingin kalian di Seoul, Mom ingin kalian mengetahui tanah kelahiran kalian, bukan ingin membuat jadi seperti ini” imbuh Ellora sambil memeluk gadis kecilnya. Jihyun.

Jihyun melepas paksa pelukan Ibunya “Aku benci Mom, aku benci Mom dan Dad, kalian selalu sibuk dengan pekerjaan kalian, meremehkan kami, apa tak pernah sekalipun dipikiran kalian memikirkan kami ?” Jihyun berteriak, mengepalkan tangan kanannya disamping tubuhnya.

“Cukup Nona, berhenti dengan sikap kekanakanmu itu, Mom sudah sabar dengan segala tingkahmu” Ellora berteriak sambil menangis. “Mom tak pernah punya fikiran seperti itu, tetapi kau tidak pernah memahami Mom” Ellora menjeda perkataanya, membiarkan oksigen merasuki tubuhnya yang bergetar. “Dan hukumanmu bersihkanlah loteng diatas nanti malam !” Ellora berkata lirih, Ellora sudah tak tahan dengan sikap putrinya yang seolah tidak mengerti bahwa selama ini dirinya dan suaminya bahkan rela bekerja siang malam hanya demi dirinya.

”Mom ! Tapi ini juga ulah mereka, dan kau hanya menyalahkanku” Jihyun sesenggukan.

Ayahnya datang dengan langkah tergesa – gesa, Jihyun yakin ayahnya mendengar teriakannya dan Ibunya.

“Apa yang terjadi ?” Jongsuk mengamati keadaan sekitar yang berantakan. ”Oh ya ampun” pekiknya keras.

Jihyun memang gadis yang sangat sering berulah dan lebih liar, juga sangat berani mengungkapkan apa yang sangat mengganggu pikirannya, yah dan dia tak memungkiri itu, di Inggris dulu dia sering sekali pulang dengan baju yang sangat kotor, dia memang gadis yang suka dengan alam, petualangan dan semacamnya, jadi Jihyun menganggap taman belakang sekolahnya dulu itu adalah sebuah hutan, Jihyun memang dikenal dengan julukan Gadis Dongeng, karena dia menganggap semua seakan dalam dongeng. Alhasil Ibunya akan marah – marah jika Jihyun pulang dengan seragam yang kotor karena bermain di taman yang becek sehabis hujan.

”Oh baiklah Mom, aku akan mengerjakan hukumanku, tetapi jangan berharap aku minta maaf, dan kalian bertiga, pengecut !” seru Jihyun tajam sembari menunjuk ketiga Saudaranya dengan jari telunjuknya lalu melenggang pergi.

”Oh Ya Tuhan aku pusing sekali dengan tingkahnya, baru saja tadi tingkahnya mulai manis, tetapi dia berulah lagi, dan gadis kecil itu benar – benar bermasalah” Ellora memijit pelipisnya, menyeka air mata dan berfikir bahwa kata – katanya tadi mungkin sedikit keterlaluan, tetapi memang ini yang harus dia lakukan.

”Tenanglah chagi, mungkin dia belum bisa menerima ini semua, lagipula dia kanmulai memasuki masa remaja, dan lupakanlah perkataan gadis kecil kita, dia mungkin masih belum rela sepenuhnya” kata Kim Jongsuk menenangkan sambil memeluk istrinya dan menyandarkan kepala istrinya didadanya.

”Yah, aku rasa yeobo”

***

                        Malam harinya, Jihyun berjalan menuju loteng, dia melewati koridor – koridor rumah ini, ternyata luas batin Jihyun.

Dia sempat merinding dengan keadaan sekitar koridor yang masih remang – remang, walaupun Jihyun sudah bolak – balik melewati koridor ini, tetapi dia merasa masih janggal kalau melakukannya pada malam hari. ”Aish sial, akan kubunuh kau nanti Kyu” gumam Jihyun tajam tetapi lirih. Jihyun masih memikirkan kejadian tadi, saat dia membentak Ibunya, Jihyun berfikir mungkin dia sudah keterlaluan, tetapi memang kenyataannya Ibunya seperti itu, dan dia tidak menyesal sama sekali telah membuat ibunya menangis, tetapi nanti aku akan meminta maaf pada Mom, batin Jihyun.

Jihyun melangkahkan kakinya menuju tangga, sebelum itu dia merogoh kantong hoodienya dan mengambil senter. ”Begini lebih baik” celetuk Jihyun.

Setelah sampai diatas, perlahan dia mendongak menatap atas “Oh astaga, bagaimana caraku ke loteng ?” Jihyun bergumam atau yang lebih tepatnya ditujukan pada dirinya sendiri.

Jihyun menatap sekitarnya, matanya menyipit karena selain cahaya yang tak bersahabat dia melihat sesuatu di ujung kegelapan, dia mendekatinya, oh ternyata tangga sorong, dengan segan dia menarik tangga sorong itu keatas lalu mulai menaikinya.

                        Ctek, setelah sampai diatas dia menyalakan saklar lampu loteng tersebut. Udara disitu sangat menyesakkan, sesekali dia terbatuk karena debu – debu yang menempel pada barang – barang disana.

”Ya Tuhan, aku bisa gila, lebih baik membersihkan rumput tetangga daripada membersihkan loteng seperti ini, setahun saja aku rasa mustahil bisa bersih” gerutu gadis itu.

                        Jedaaarrr ”Kyaaaaaaaa” Jihyun melompat karena kaget, lalu dia menertawakan kebodohannya karena hanya pintu yang tertutup saja dia histeris.

Jihyun mulai tak nyaman dengan keadaan loteng itu, terkadang dia memegangi tengkuknya yang merinding kecil.

”Eh itu pintu apa?” Jihyun menyipitkan matanya, walau dia merasa takut, tetapi dia penasaran akan sesuatu dibalik pintu ukir berwarna coklat tersebut. Jihyun memegang gagang pintu silver yang dingin itu lalu mulai memasukinya, sebelum menjamah ruangan itu, Jihyun menghirup nafas dan menghembuskannya dengan pelan. Rileks. Keep Rileks Kim Jihyun, batin gadis itu.

”Hei ada orang?” Gema suara Jihyun memenuhi ruang tersebut, dia berjalan dan tetap berjalan sampai dia menemukan sebuah cahaya. Dahinya mengernyit melihat cahaya di sudut sana, jalan keluar menuju dimensi lain ? batin Jihyun.

***

                        Jihyun mendapati dirinya berdiri di tengah hutan, dengan pohon – pohon yang menjulang tinggi, kicauan burung terdengar saling bersahutan, bau pohon pinus tercium disekitarnya, Jihyun menepuk pipinya “Sadarlah Jihyun, ayo bangun“ Jihyun mencubiti pipinya yang chubby dengan kedua tangannya. “Aww sakit“ lirih gadis itu. Perlahan dia berjalan memasuki hutan itu, dan dia tersenyum melihat pemandangan disekitarnya. “Aku harap ini bukan mimpi, ini seperti didalam dongeng“ Jihyun memekik senang melihat bunga – bunga yang baru mekar. Gadis itu mendekatinya dan mencium harum bunga tersebut. “Bunga apa ini ? Wangi sekali, oh astaga” Jihyun berlari kecil menuju anak sungai yang jernih, bisa dibilang itu parit, tetapi cukup besar untuk ukuran parit, tetapi tak cukup besar untuk bisa dikatakan anak sungai. Tiba – tiba dia mendengar seperti kerumunan orang. “Ah suara apa itu ?” Jihyun mulai berjalan menembus lebatnya pepohonan dihutan itu.

***

                        Jihyun menganga tak percaya melihat sesuatu di depannya, banyak orang yang berlalu lalang disekitarnya, orang – orang itu tidak menyadari kedatangan Jihyun, kerutan di dahi Jihyun semakin menambah seiiring melihat manusia itu memakai pakaian aneh, jubah – jubah panjang sampai mata kaki, sepatu – sepatu mirip Aladin dengan kerucutan dibagian depan dan toko – toko di samping kanan kiri jalan, seperti toko di Jalan Broadway.

“Hei ini tempat apa ?“ Tanya Jihyun kepada salah satu pejalan kaki yang melintas didepannya. Mereka tidak menggubris pertanyaan gadis kecil itu dan tetap berjalan.

Jihyun kesal melihat orang – orang disekitarnya yang mengabaikannya, apa yang terjadi sebenarnya, batin Jihyun ketus.

“Oh demi kacamata Miss Betty Lavea, kenapa dia tidak melihatku ? Apa aku tembus pandang“ Jihyun menyentuh tangan, kaki, dan wajahnya. “Em tidak, tetapi kenapa menganggapku tidak ada, apa aku sudah mati ? Ah tidak mungkin, tadi saja aku baru membersihkan loteng” Jihyun menggelengkan kepalanya dan mengusir pikiran – pikiran negatifnya. Jihyun mulai memutar bola matanya jengah, biasanya gadis itu melakukannya kala sedang bingung, dan dia ingat satu hal, dulu Ibunya pernah bercerita tentang dimensi lain, kata Ibunya dimensi lain itu ada dan terletak jauh sekali dari dunia manusia, hanya ada satu caranya yaitu menggunakan sesuatu atau mantra ? ”Hei ini seperti film Harry Potter, apa ada tongkat sihir ? Atau sekolah Hogwarts ?” gumam gadis itu berharap.

Jihyun berpikir, akan memberitahukan ini kepada Kyuhyun, Heechul dan Sungmin. Akan tetapi Jihyun ingin berjalan lagi untuk melihat – lihat, ”Ah aku takut tersesat, bagaimana kalau aku kembali dulu dan besok aku akan kembali lagi mengajak mereka” Jihyun menjentikkan jarinya seakan ada bola lampu menyala diatas kepala.

Gadis enam belas tahun itu berlari kecil menuju dalam hutan kembali, dia tersenyum menemukan pintunya dan perlahan membuka gagang pintu.

***

                        Kyuhyun yang sedari tadi berjalan mondar mandir didalam kamarnya dengan resah hanya bisa mengetuk – ngetukkan telunjuknya di dagu, tak ayal dia juga duduk lalu berdiri lagi dan duduk. ”Oh apakah aku Saudara kembar yang buruk ?” gumam Kyuhyun lirih. Remaja itu sedang memikirkan nasib Saudari kembarnya Jihyun yang sedang menjalani hukumannya untuk membersihkan loteng, setelah pertengkaran hebat tadi, Kyuhyun tidak sempat melihat Jihyun, Kyuhyun khawatir dengan adiknya, Saudari kembarnya. Kyuhyun sempat berpikir kenapa dia hanya bisa meringkuk dikamarnya dan membiarkan adiknya tersiksa. ”Baiklah aku harus membantunya”.

Kyuhyun berjalan berjinjit, tak lupa dia menyambar senter yang tergeletak di laci lemari kecil di dekat dapur, dia menyalakan senter seraya menuju tangga belakang tempat loteng tersebut. Kyuhyun mulai meniti pelan tangga didepannya dengan hati – hati. ”Eh ternyata loteng masih diatas, apakah tadi Hyunnie juga naik ini ?” Kyuhyun bertanya pada dirinya sendiri sambil menyentuh tangga sorong disampingnya. ”Hyunnie bisa, aku juga” Kyuhyun mulai menaiki tangga sorong dengan pelan, setelah sampai diatas dia membuka gagang pintu dengan pelan, suara derit pintu menggema sekejap. ”Astaga gagang ini dingin”

Perlahan bau pengap menyeruak masuk kedalam hidungnya, Kyuhyun mengibaskan tangan kanannya untuk mengusir bau disekitar hidungnya. Ya Tuhan pengap sekali, batin Kyuhyun. ”Kyaaaaaaaaaaaaa” Dua suara bergema didalam satu ruangan sempit tersebut. ”Oh astaga Kyu, kau membuatku jantungan” Jihyun yang baru saja keluar dari sudut pintu ’Portal Dimensi Lain’ –itu julukan yang baru saja diberikan Jihyun setelah keluar dari pintu tersebut, merasa kaget mendapati Saudara kembarnya Kyuhyun sedang menahan nafas kaget.

”Yak Hyunnie-ya, kau juga seperti hantu yang tiba – tiba saja keluar, apa yang kau lakukan disana ?!” Perkataan Kyuhyun lebih terdengar sebuah pernyataan daripada pertanyaan menurut penangkapan dari pendengaran Jihyun, tetapi Jihyun tak menggubrisnya, dia lebih memilih menenangkan jantungnya yang baru saja menegang tak karuan.

”Kyu, kau tau tidak ? Aku baru saja menemukan alam lain ! Dimensi Lain Kyu !” pekik Jihyun girang setelah tenang sejenak.

Kyuhyun yang sedang melongo tiba – tiba saja menjitak kening Saudari kembarnya pelan.

”Aww, apa yang kau lakukan bodoh” Jihyun yang sedang melompat bahagia hanya bisa mendengus kesal merasakan perlakuan Saudara kembarnya.

”Aish, aku rasa Gadis Dongeng sudah kembali lagi, listen Girl, jangan pernah mengada ada dengan imajinasi tinggimu, sekarang lebih baik kita turun dan tidur, besok kita harus kembali ke sekolah” Kyuhyun hanya bisa berdecak pelan dan menggelengkan kepala melihat kelakuan adiknya yang sudah tak waras.

”Hei percayalah padaku, Kyu ! Aku tidak bohong !” Jihyun tetap bersikeras dengan ucapannya barusan.

”Yayaya, anggap aku percaya Nyonya besar, ayo kita turun”

Kyuhyun menggamit paksa atau tepatnya menyeret paksa lengan Jihyun agar kembali ke kamarnya, Jihyun yang melihat kelakuan Kyuhyun hanya bisa pasrah, toh kalau tidak ada bukti, Jihyun akan dianggap pembual, atau tepatnya Gadis Dongeng.

***

                        Siang hari yang panas tak menyurutkan semangat Sungmin untuk berlatih taekwondo. Yah Sungmin sekarang ikut ekstrakurikuler taekwondo, dia berlatih sangat keras untuk mengikuti turnamen yang diadakan sekolah seminggu lagi, Sungmin ditunjuk sebagai perwakilan sekolahnya karena bakatnya yang luar biasa hebat, walau Sungmin itu terlihat imut diluar, tetapi jiwanya sangat keras.

”Yah cukup latihannya hari ini Ming-ah, kau bisa kembali ke kelasmu” ucap Jung Songsaengnim puas. ”Oh gamsahamnida Sonsaengnim, Saya kembali dulu” Sungmin menunduk kecil seraya meninggalkan ruang latihannya. Ekor matanya menangkap seseorang yang sedang meliuk – liukkan tubuhnya dengan gemulai. Sungmin tersenyum kecil tatkala mendapati orang itu juga tersenyum melihatnya.

***

                        ”Sudah kubilang, kau tidak pantas menjadi seorang Putri, kau hanya akan merusak dirimu sendiri, kau tau tingkahmu bahkan tak lebih baik dari seorang pengemis” Jihyun berlatih teater untuk acara sekolah dua minggu lagi, dia terpilih menjadi pemeran utama dalam cerita drama kolosal kali ini.

Miss Jessica tersenyum kecil melihat pembawaan dari muridnya –Jihyun , ternyata tak sia – sia memilih gadis itu untuk menjadi pemeran utamanya batin Miss Jessica.

            ”Putri cantik, maukah kau kujadikan permaisuriku, tumpuan hidupku, cerita hidupku dan sejarah dalam hidupku ?” Lee Donghae, lawan main Jihyun dalam peran ini, laki – laki itu cukup baik, sangat baik malah dalam membawakan peran ’Pangeran Impian’.

Banyak sekali penonton yang berada di ruang teater itu tercekat nafasnya akan latihan drama yang sangat membuat iri tersebut, bagaimana tidak ? Donghae baru saja mencium punggung tangan Jihyun, dan tak ayal banyak sekali gadis – gadis disana yang iri, yang menatap sinis pada Jihyun juga ada, Tiffany dan gengnya.

”Cih.. hanya seperti itu saja aku juga bisa” dengus Tiffany tajam. Tiffany memang selalu iri dengan Jihyun, dari pertama Jihyun datang, Tiffany sudah menatap Jihyun dengan tatapan tak bersahabat, tak urung dia juga pernah melabrak Jihyun, tetapi apa yang ia dapat ? Saat Tiffany hendak menampar pipi Jihyun, dengan segala kesigapan Jihyun, Jihyun sudah menonjok hidungnya hingga berdarah dan Tiffany hanya bisa berlari terbirit – birit bersama gengnya, dan Jihyun seakan dipuja – puja oleh banyak murid karena telah membuat Tiffany kalah telak. Tetapi Jihyun hanya berkata ”Jangan puji aku, aku hanya melakukan pembelaan diri” Alhasil dia mendapat tatapan kagum dari semua murid.

”Oh jinjja ? Bukankah kau hanya iri Fanny-ssi ? Hyun-ah memang keren, dan neo..“ Song Nari sahabat Jihyun mengacungkan jempol di depan wajah Tiffany lalu membaliknya. Seisi ruangan hanya bisa tertawa melihat Tiffany marah dan keluar dari ruangan tersebut.

***

                        Heechul berlari tergopoh – gopoh mendengar dia dipanggil oleh Yoona Songsaengnim, ada apa guru cantik itu memanggilku ? Batin Heechul sumringah.

”Permisi” Heechul mengetuk pintu ruang kerja Yoona Songsaengnim dengan pelan. ”Yah silahkan masuk” Yoona Songsaengnim tersenyum kecil melihat Heechul sudah tiba.

Heechul tersenyum simpul, lalu seketika senyumnya meredup kala melihat seorang gadis yang ada disana. Kenapa perempuan menyebalkan itu ada disana ? kata Heechul dalam hati.

”Oh iya, seminggu lagi kan ada olimpiade Sains, Saya menunjuk kalian berdua untuk mengikuti olimpiade ini”

Seperkian detik, Heechul dan Hyojin –nama gadis tadi membulatkan matanya lalu..

”What ?!”

”Mwo ?!”

Heechul dan Hyojin memekik bersamaan, mereka kaget dengan apa yang dibicarakan Yoona Songsaengnim. Kenapa harus dengan bule jadi – jadian ini, rutuk Hyojin dalam hati.

”Wae ? Ada masalah ?” tanya Yoona Songsaengnim.

”Ah, anni Songsaengnim” ujar Hyojin seraya menggelengkan kepalanya lalu tersenyum kecut.

”Ah baiklah, silahkan kalian saling bahu membahu belajar bersama ya, sekarang kalian boleh keluar”

”Ah ne Yoona Songsaengnim, annyeong” Mereka berdua membungkukkan badan lalu mulai berjalan keluar.

”Sial sekali, kenapa aku harus bersamamu” rutuk Heechul kesal.

”Hei seharusnya aku yang harus berkata seperti itu bule jadi – jadian” sanggah Hyojin.

”Aish aku bisa gila” ujar Heechul lalu mulai pergi meninggalkan Hyojin.

”Cih.. Dasar Tuan bule jadi – jadian” dengus Hyojin kesal.

***

            Jihyun membolak balikkan buku catatan skenario drama kolosalnya dengan kesal, tak lupa mengerucutkan bibirnya, gadis itu masih berpikir tentang ’Portal Dimensi Lain’ yang dia kunjungi beberapa malam yang lalu. ’Oh tidak mungkin aku bermimpi, kalau aku bermimpi tak mungkin juga aku memimpikan Kyuhyun’ batin Jihyun menerawang. ‘Lari, berlarilah ! Kau tau, tempo larimu lebih baik darin siapapun !’

“Oh Ya Tuhan, kenapa kata – kata itu terngiang kembali di otakku” Jihyun memukul kepalanya pelan seraya berjalan menuju kasur king size-nya dan menenggelamkan wajahnya dibalik bantal.

“Hyunnie !” Jihyun menoleh ketika mendengar seseorang menyebut namanya. ”Oh Kyu, wae guraeyo ?”

”Hahaha, kau tidak pantas berbahasa Korea, jelek sekali suaramu” Kyuhyun tertawa terbahak melihat Saudari kembarnya yang masih belepotan memakai aksen Korea.

”Cih.. menyebalkan” dengus Jihyun.

Kyuhyun yang melihat adiknya mendengus, lalu berhenti tertawa, dia melangkahkan kakinya menuju kasur king size Jihyun dan menjatuhkan badannya dikasur Jihyun.

”Kyu, kau percaya dengan ceritaku tempo hari ?” Tiba – tiba Jihyun membuka percakapan dengan nada yang terdengar lirih.

“Waktu kau muncul tiba – tiba saat di pintu aneh itu ? Tentu saja tidak Gadis Dongeng” Kyuhyun menopang kepalanya dengan tangan kanannya menghadap adiknya lalu mulai mendengus kecil.

“Percayalah Kyu, aku tidak bohong” Jihyun membela diri.

“Ya aku percaya Nona Jihyun” Kyuhyun hanya berkata sambil bersikap acuh.

“Aish, kenapa kau menyebalkan ! Jihyun mengerucutkan bibirnya kesal. ”Eh Kyu-ah !”

”Hm ?”

”Ayo kita ke Lab Mom !”

”Hm.. Eh WHAT ?” pekik Kyuhyun lalu terduduk.

Jihyun hanya mendengus melihat tingkah berlebihan Kyuhyun. Sebenarnya Jihyun memang dari dulu ingin ke ruangan laboratorium –ruang kekuasaan Ibunya, kenapa sampai Ibunya sangat menggilai pekerjaanya, kenapa Ibunya sangat senang berlama – lama disana. Sungguh, Jihyun ingin sekali melihat tempat itu.

“Kau bosan hidup Hyunnie-ya ? Oh ayolah, jangan bercanda” Kyuhyun hanya bicara seadanya, tetapi mata Kyuhyun menerawang jauh melihat bola mata blue safir adiknya yang menurun dari mata Ibunya, dia tidak menemukan kebohongan disana, Kyuhyun yakin adiknya sangat ingin kesana.

”Tidak” tukas Jihyun cepat. ”Kalau kau memang tidak mau, aku akan kesana, mumpung Mom and Dad sedang pergi”.

Dengan percaya diri, Jihyun turun dari kasurnya lalu melangkah pergi meninggalkan Kyuhyun yang masih menatapnya tak percaya. Kyuhyun hanya menghela nafas berat lalu berjalan mengikuti adiknya dari belakang, Jihyun hanya menoleh sekejap tak lupa mencibir Kyuhyun.

***

TBC..

Kritik dan sarannya ya 😀

Iklan

5 responses to “Other Dimension (Part 2)

  1. Geurae, aku bru pham knpa jdul.a OD ternyata oh ternyata. Itu pintu ajaib sist? Qo kya narnia y? Terinspirasi dr situkah?

    Wkwk, member snsd jd guru.. Tua amat? #d gampar sone

    baguz jihyun eon! Pukul aja tuh muka.a tiffany #plak
    sorry, I’m not stand or safe. I’m sone. But I don’t like if tiffany and donghae being a couple. Wkwk

    yak! Jihyun eon! Sudah kubilang jgn sentuh pangeranku #plak
    cih, si ikan pazti mlambung tinggi jka dsebut pangeran. Hoex
    LOL

    ayo, petualangan.a mana? Cepet” #maksa

  2. iya, terinspirasi dari itu, namun beda genre sama cara masuknya hehe
    hoho emang wkwk
    iya, tipany ngeselin banget *curhat
    agree!! I don’t like Sugen, very hate!!
    lanjut aja ya hehe 😀

  3. Pas ini kebayang tampang kyu yg tba2 cengo ”Hm.. Eh WHAT ?” mwahahaha. . . Lgsung senyum2 ndri. Kritikny cm di tnda bca yg mngkin author lupa membubuhiny sblm tnda (“) di akhir.
    N itu sbenarny si jihyun ke dimensi n taun apa?
    Capcus lg ke part 3 ‘.’)9

Hello reviewer!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s