Other Dimension (Part 3)

Gambar

Title                 : Other Dimension (Part 3)

Author             : ChochangEvilKyu

Main Cast

Kim Jihyun Ellora McFletcher (OC)

Cho Kyuhyun as Kim Kyuhyun Genovian McFletcher

Lee Sungmin as Kim Sungmin Genovian McFletcher

Kim Heechul as Kim Heechul Genovian McFletcher

Other Cast

Can you find in story

Genre              : Fantasy, Adventure, Family, Friendship, Romance ( a little bit)

Length             : Chaptered

Author Talk     : This is my story, pure my story from my mind kkk~

Now happy reading, leave comment after read please, gomawo ^^

Jihyun berjalan tergesa – gesa menuju ruang bawah tanah, tepatnya menuju laboratorium rahasia milik Ibunya.

“Jangan berlari Hyunnie-ya, toh lab Mom tidak akan kemana mana” Kyuhyun berusaha menyeimbangkan langkahnya dengan langkah adiknya.

Mereka menuruni tangga menuju ruang bawah tanah, sesampainya didepan sebuah pintu besi yang besar mereka tercengang, Jihyun berfikir bagaimana cara membuka pintu tersebut, Jihyun dan Kyuhyun mencoba mendorong pintu itu tapi usaha mereka sia – sia, pintu itu tetap tertutup dan seperti engsel yang macet, pintu besi tersebut tak mau terbuka.

Kyuhyun mendengus, Jihyun menyeka keringatnya, mencoba mengumpulkan kembali oksigen yang berada di sekitarnya, kedua Saudara kembar itu bingung apa yang harus mereka lakukan.

“Eh Hyunnie-ya lihat ini” Kyuhyun memekik girang setelah menemukan sebuah sensor, seperti kode untuk membuka pintu tersebut.

“Kau pintar Kyu-ah” Jihyun menepuk pundak Saudara kembarnya dengan bangga, dan Kyuhyun hanya tersenyum sombong.

“Eh tapi bagaimana cara membukanya ? Ini bukan sekedar kata sandi, tetapi ada sensor untuk ibu jari” Jihyun menghela nafas kecewa karena kali ini dia tidak bisa menemukan cara untuk membuka pintu besi tersebut. Sedetik kemudian, dia berlari dari sana. “Hei Hyunnie-ya kau mau kemana ?” Kyuhyun berteriak melihat adiknya berlari dari tempat yang mereka singgahi tersebut. “Tunggu sebentar, tak akan lama” Jihyun juga berteriak tak kalah kencang dari suara Kyuhyun.

Sesampainya didepan kamarnya, gadis itu mendobrak kasar pintu kamarnya dan mengobrak – ngabrik meja riasnya.

“Ah ini dia” celetuk Jihyun bangga. Gadis itu kembali berlari menuju ruang laboratorium, tidak ingin mendengar Kyuhyun yang akan menceramahinya karena terlalu lama. Sesampainya disana Jihyun mengatur nafasnya, dadanya naik turun seiring hembusan nafasnya yang kalang kabut.

“Hei apa yang kau lakukan?”

“Ah, aku mengambil ini Kyunnie-ya” ujar Jihyun sambil mengangkat tangan kanannya untuk menunjukkan sesuatu.

“Hah ? Bedak dan plester ?” Kyuhyun mengernyitkan dahinya.

“Ne, lihat saja Kyu”

Jihyun membubuhkan sedikit bedak itu ke sensor ibu jari tersebut, lalu tak lupa menempelkan plester, Jihyun mendiamkan sejenak, lalu menoleh ke Saudara kembarnya yang terlihat bingung, Jihyun menyukai ekspresinya sambil tersenyum geli.

Setelah itu dia melepas plester tersebut dan menempelkannya pada ibu jarinya, dan ‘Tet

Akses diterima. Selamat datang Agen B115, tekan kata sandi untuk memasuki wilayah ini

“Sial ! Kita belum tau kata sandinya” geram Jihyun sambil berusaha menghafalkan setiap ucapan Ibunya yang mungkin saja salah satunya menjurus ke kata sandi.

Mom, aku takut tidur sendirian” Seorang gadis kecil bergelayut manja dilengan sang Ibu.

Sang Ibu tersenyum “Kenapa gadis kecil Mom takut ?” tanya Sang Ibu sambil memeluk gadis kecilnya.

            “Kata Kyuhyun, kalau seorang gadis kecil tidur sendirian, dia akan diganggu hantu, aku takut” Jihyun kecil merengek, gadis kecil itu menghambur kepelukan Ibunya, Sang Ibu hanya tersenyum dan berusaha menenangkan isakan kecil yang terdengar.

            “Ah, oppamu mungkin bohong sayang, ayo tidur, Mom akan mendongengkan sesuatu untuk Princess kecil-nya Mom”

            “Benarkah ? Kalau begitu Jihyun mau Mom bercerita tentang Dimensi Lain” Jihyun kecil tersenyum gembira mendapati Ibunya mengangguk seraya tersenyum.

            Seperkian detik gadis itu tersadar akan lamunannya, dahinya mengernyit. Apa benar kata sandinya adalah judul dongeng yang pernah dibacakan Mom, pikir Jihyun.

Jihyun mencobanya dengan ragu – ragu, tetapi akhirnya dia menuliskan ‘kata sandi’ itu dilayar android touch screen tersebut.

‘Ting, sraak’

‘Akses kata sandi diterima, Selamat datang Agen B115’

Jihyun melompat gembira “Ah berhasil, yee aku berhasil” Jihyun menari hula – hula dengan hentakkan langkah tap – tap serta menggoyangkan pinggulnya.

“Hei jangan bertingkah bodoh !” Kyuhyun berusaha menahan tawa melihat kelakuan Saudari kembarnya yang aneh itu.

“Eh tunggu, bagaimana kau tahu kata sandi itu ? Dan darimana kau dapat ide dengan menggunakan bedak ?” Tanya Kyuhyun dengan ekspresi takjubnya.

Jihyun melangkahkan kakinya mendekati Kyuhyun dengan senyuman evil, senyuman kebanggan milik Kyuhyun yang ia curi, Kyuhyun menelan ludahnya susah karena melihat sepasang mata Jihyun yang serasa mengintimidasinya. “Mau tau saja” Tiba – tiba tawa Jihyun meledak melihat ekspresi Saudara kembarnya yang terlihat bodoh itu. Kyuhyun mengumpat dalam hati.

“Ahahaha, ayo cepat masuk” Jihyun tertawa bangga dan menarik paksa tangan Kyuhyun untuk masuk ke laboratorium.

***

            “Ming-ah, bisakah kau memasak makanan ?” teriak Heechul dari ambang pintu setelah pulang dari latihan basket.

Heechul menghempaskan badannya ke sofa merah marun yang berada di ruang tamu, dia menyambar botol air mineral lalu meneguknya sampai tandas. Heechul menyeka keringat yang bersarang dipelipisnya dengan handuk kecil yang ia sampirkan dilehernya lalu mengibas – ngibaskan tangan kanannya untuk mengusir panas yang merayapi tubuhnya.

“Ini untukmu”

Sungmin yang baru saja muncul, membawa sepiring raviolin untuk Heechul, Sungmin kemudian duduk manis disamping Heechul sambil memainkan PSP hitam milik Kyuhyun.

“Sehak kaphan khau sukha mahin piesphi ?” Heechul bertanya dengan mulut penuh kimbab.

“Makan dulu yang benar, baru bicara” Sungmin memperingati kakaknya tanpa mengalihkan tatapannya pada PSP Kyuhyun.

”Hm” gumam Heechul.

“Hei dimana adik kecil kita ?” Tanya Heechul setelah menghabiskan sesendok kimbabnya.

Sungmin memekik kesal karena layar didepannya bertuliskan ‘GAME OVER’, dia mematikan PSP Kyuhyun lalu menyandarkan tubuhnya ke sofa. “Aku tidak tahu brotha, tetapi aku rasa mereka sedang bermain” kata Sungmin sembari memejamkan matanya.

“Apa aku tidak salah dengar ?” Heechul yang ingin memasukkan kimbab kedalam mulutnya tercengang kaget. .

Well, aku rasa begitu”

***

            Jihyun sedari tadi tak berhenti berdecak kagum pada pemandangan di dalam laboratorium Ibunya, menyentuh tabung – tabung yang berisi cairan berwarna – warni bergelembung, melihat – lihat sebuah tabung besar seukuran tubuh manusia. “Oh astaga Kyu, aku rasa Mom niat sekali membuat monster” Jihyun bergidik ngeri menyaksikan sendiri sebuah monster –dia rasa, seperti alien didalam salah satu tabung besar berisi air dan alien itu, makhluk itu tersambung pada tutup tabung tersebut, seperti uterus yang menyuplai makanan untuk monster itu.

”Ini menjijikkan Hyunnie-ya, bagaimana Mom bisa membuat seperti ini” Kyuhyun merasa isi perutnya akan membeludak keluar, sebelah tangannya yang bebas menutup mulutnya. Mual.

Jihyun dan Kyuhyun mengitari ruang lab besar tersebut dan pandangan mereka tertuju pada satu tempat yaitu disudut, mereka berlari untuk mencapai sudut ruangan besar itu, Kyuhyun yang pertama tiba menemukan tumpukan kemeja putih gading milik Ibunya, Kyuhyun yakin itu milik Ibunya, siapa lagi kalau bukan milik Ibunya pikir Kyuhyun.

”Wah Mom hebat ya, kukira pakaiannya hanya satu, ternyata banyak sekali” gumam Jihyun mencibir.

Jihyun menyipitkan matanya melihat sebuah patung aneh, patung emas kecil berbentuk piramida yang berkilau karena sedikit terkena pantulan sinar matahari. ”Eh ini apa ? Indah sekali” ujar Jihyun senang.

Jihyun menyentuh piramida tersebut dan mengelus puncaknya, menyelubungi piramida itu dengan tangan halusnya, tiba – tiba Kyuhyun menyenggol tangannya dan membuat Jihyun berjengit kaget lalu terdorong kedepan, piramida kecil itu bergerak kedepan, membuat posisinya miring 45 derajat. Kemudian sebuah pintu tingkap terbuka berlawanan arah dan membuat Jihyun yang jatuh terduduk membuka lebar mulutnya, sedangkan Kyuhyun mengatupkan tangannya didepan dada dan mulai berdoa.

”Astaga, pintu rahasia” pekik Jihyun tak percaya setelah mampu mengendalikan dirinya.

”Hyunnie-ya, aku.. aku rasa kita harus pergi, Demi Tuhan aku tak mau dihukum Mom untuk membersihkan loteng atau bisa saja Mom menyuruh kita untuk-” Kyuhyun menghentikan ucapannya karena melihat Saudari kembarnya memasuki ruang gelap didepannya. ”Kim Jihyun kembali !” Kyuhyun berteriak dan mulai berlari menyusul adiknya.

***

            ”Hyunnie-ya sayang waktunya mak-” Sungmin mencelos diambang pintu melihat Jihyun tidak berada dikamarnya, dimana anak itu batin Sungmin kesal.

Sungmin berjalan mengitari rumahnya, dia takut kalau adiknya hilang atau kenapa, berlebihan memang, tetapi kalau Ibunya tau, dia pasti bisa dihukum.

”Ming-ah, apa yang kau lakukan ?”

Sungmin menoleh melihat Heechul memanggilnya, lalu dia berlari menuju arah suara itu. ”Hyung, Jihyun tidak ada, tadi dia masih dikamar, tidak mungkin ’kan dia kabur” Sungmin mengacak rambutnya, dia bingung mendapati kenyataan Jihyun tidak ada.

”Ah benarkah ? Bagaimana dengan Kyunnie ?” Heechul bertanya dengan gugup, dia khawatir dengan kedua adik kembarnya.

”Entahlah, sebaiknya ayo kita cari”

”Ayo cepat !”

***

            Jihyun dan Kyuhyun memasuki ruangan kedap udara dan semakin kedalam mereka semakin merasakan hawa yang aneh, terutama Kyuhyun, dia merasa takut dengan ruangan gelap, tetapi dia malu jika Jihyun tau akan hal itu, jadi dia hanya bisa bungkam dan berpegangan erat pada ujung kaos Jihyun.

Jihyun menahan tawa melihat wajah pucat Kyuhyun, gadis itu tahu bahwa kenyataannya Kyuhyun sangat takut pada ruang gelap, tetapi gadis itu hanya mencibir pelan, kasian juga batin Jihyun.

”Ah !”

”Yak Jihyun kau mengagetkanku” Kyuhyun menggurutu kesal sembari menjitak kepala adiknya.

”Haha dasar bodoh, lihat itu ada lemari, ayo kita buka, mungkin kita bisa menemukan sesuatu, seperti harta karun atau dunia lain yang indah” atau seperti pintu portal dimensi lain yang berada di loteng, batin Jihyun menambahi. Jihyun tersenyum seraya berandai andai jika hal itu terjadi.

”Terserah”

Jihyun dan Kyuhyun perlahan menuju lemari besar berukiran seperti bentuk dewa besar ditengahnya dan di sisi – sisi lemari itu terukir indah mistletoe, ada juga peri bersayap yang memainkan sangkala.

Kedua tangan Jihyun menyentuh gagang bulat yang terbuat dari perak bertahtakan emas kecil disekitarnya dan siap membukanya.

”Hei Hyunnie-ya, ka.. ka.. kalau a.. ada apa – apa atau se.. sesu.. atu yang keluar bagaimana ?” Kyuhyun yang was  – was melihat adiknya bersiap membuka lemari itu hanya bisa meringkuk sambil menutup kedua matanya.

“Cih.. pengecut ! Kalau begitu kau saja yang buka” Jihyun berujar tajam sembari mencibir kesal Saudara kembarnya sekaligus kakak tujuh menitnya yang pengecut.

“No way ! I.. I can’t, because.. em because..”

“Diamlah Kyu, atau kupatahkan lehermu dan memajanganya diatas perapian disamping kepala rusa kesayangan Dad” Kesabaran Jihyun yang terbatas membuat dia tak tahan lagi dengan sikap menyimpang Kyuhyun yang membuatnya muak tersebut.

“Ah mianhe” Kyuhyun hanya menundukkan kepalanya melihat mata tajam adiknya, Kyuhyun tahu jika Saudari kembarnya itu sudah marah bahkan kilatan petir pun enggan untuk muncul.

Jihyun mengela nafas panjang, kedua tangannya yang sudah bertengger sempurna di kenop pintu perlahan memutar dengan bertolak arah. Jihyun memanjatkan doanya dan menutup kedua matanya.

‘Kriet’

Suara derit lemari yang terbuka memekakkan pendengaran Jihyun, jika dia tidak menutup sebelah telinganya, dia yakin suara itu akan membunuh gendang telinganya.

Jihyun terkesiap melihat sesuatu didepannya, empat jubah hitam dengan aksen emas disekitar tudungnya, sepatu berkerucut seperti aladin berwarna dominan dengan jubah tersebut. Jihyun berfikir pernah melihat semua ini.

“Ah aku ingat” pekik Jihyun girang.

Kyuhyun yang sedang meringkuk dan menutup matanya kaget dengan pekikan suara cempreng Jihyun, dia mengumpat dalam hati karena tindakan Saudari kembarnya tersebut.

”Kyu-ah, kemarilah”

”Ada apa ?” tanya Kyuhyun enggan dan berjalan menuju Jihyun.

”Lihat ! Ini seperti yang kuceritakan kepadamu, jubah hitam, sepatu aladin, ini seperti di portal dimensi lain itu”

”Astaga, Kim Jihyun-ku sayang, adikku yang manis” Kyuhyun ingin muntah setelah mengucapkan kalimat keramat itu. ”Ini hanya jubah lusuh, dan sepatu ini hanya sepatu anak – anak di buku dongeng yang sering kau baca itu” imbuh Kyuhyun sambil mencibir adiknya dan melipat kedua tangannya di depan dada.

Jihyun mengambil salah satu jubah yang dirasa sangat indah, dan mulai memakainya, tak lupa sepatu berkerucut berwarna hitam yang disisinya berwarna merah gemerlap. Jihyun tersenyum bangga sambil mematut dirinya di sebuah cermin didekat lemari besar tersebut, Jihyun berlenggak lenggok bak model catwalk, berangan kalau dirinya adalah seorang penyihir.

”Hei, apa yang kau lakukan, cepat lepas, nanti Mom tahu kau bisa dijadikan makanan tetangga, bodoh !”

Jihyun tidak peduli apa yang dikatakan Kyuhyun, dia masih berandai – andai jikalau dirinya menjadi penyihir muda berbakat dan dinobatkan menjadi orang yang baik yang suka menolong sesama seperti kisah Robin Hood.

Kyuhyun kesal karena pembicaraanya tidak digubris gadis didepannya itu, pandangannya jatuh pada sebuah jubah dibagian baris belakang, dia merasa penasaran akan jubah tersebut. Kyuhyun mencoba jubah hitam berbahan halus itu dengan sepatu kerucut yang indah.

”Wah, aku tampan” Kyuhyun mendorong pelan adiknya dan mematut dirinya dicermin besar tersebut dan mulai mengagumi ketampanannya yang dirasa melebihi batas orang – orang tampan sekalipun seperti Bradd Pitt, bahkan Bradd Pitt kalah tampan, batin Kyuhyun sombong.

Jihyun memasang wajah ingin muntah dan melirik tajam Kyuhyun yang sok sekali. Jihyun yang sedang duduk melihat sebuah kotak didalam lemari besar itu, dia menarik kotak tersebut. Bagai kotak pandora yang bersemayam lama didalam lemari, kotak kayu itu terlihat rapuh dan usang. Jihyun meniup debu – debu disekitar kotak itu, perlahan dia membuka kotak tersebut dan menemukan empat tongkat kayu berwarna hitam, Jihyun mengambil salah satu tongkat itu dan mengayunkannya, dia meraba tongkat itu, entah kenapa tiba – tiba ada sebuah potongan gambar, gambar itu adalah dirinya yang berdiri diujung tebing yang terjal dan curam dan berseru tentang kemenangan abadi.

”Hyunnie-ya, kau kenapa ?” Kyuhyun membuyarkan pemikiran gadis itu dan mengambil salah satu tongkat dalam kotak tersebut.

”Ah tidak apa – apa Kyunnie-ya. Hei aku rasa kita harus membawa ini dan menunjukkan pada oppa, ayo cepat !”

Jihyun menggamit paksa lengan Kyuhyun dan mulai berlari meninggalkan tempat tersebut. Jihyun masih berfikir tentang penglihatannya tadi, apa yang terjadi ? batin Jihyun.

***

            ”Aish aku lelah hyung, Kyuhyun dan Jihyun tidak ada”

Sungmin melangkah menuju kulkas dan mengambil sebuah botol minuman dan mulai meneguknya hingga tak tersisa, dia berjalan menuju kursi meja makan dan meletakkan kepalanya dimeja sambil menghela nafas pendek.

”Mungkin mereka keluar, tenanglah, jangan berfikiran negatif Ming-ah” ujar Heechul menenangkan.

”Oppa !”

Heechul dan Sungmin tersentak mendengar suara Jihyun yang cempreng, mereka lega karena Jihyun dan Kyuhyun telah kembali. ”Yak Hyunnie-ya, kau kemana saja huh ? Menyusahkan !” Sungmin yang notabenenya sangat menyayangi Jihyun hanya bisa memeluknya dan tak lupa menjitak pelan keningnya.

”Ah sorry oppa, tadi aku dan Kyunnie baru saja mengunjungi laboratorium Mom dong”

Hening..

Semakin hening..

Bertambah hening..

”Yak ! Apa yang kau lakukan disana gadis nakal ? Kau mau mati muda eoh ?”

Heechul yang pertama kali sadar hanya bisa memekik tajam, mencubit lengan adik bungsunya dan menjitak keningnya.

“Aduh sakit ! Dengar dulu penjelasanku”

Seketika ruangan itu langsung hening, mereka berdua mendengarkan penjelasan Jihyun dan Kyuhyun yang tak masuk akal tersebut, kedua Saudara kembar itu bercerita dengan bersahutan, jadi jika Kyuhyun sedang bercerita perihal tampannya dirinya dicermin besar tadi, Jihyun langsung memotong ucapan Kyuhyun dan melanjutkan ceritanya tentang dirinya, mereka saling pukul memukul dan mencibir.

”Hei sudah sudah, jangan bertengkar, kalian membuatku bingung“ Heechul memotong ucapan kedua adik kembarnya dan membungkam mulut mereka dengan tangannya.

”Heechul hyung benar, kalian jangan mengada – ada, apalagi tentang cerita Hyunnie-ya tentang ‘Portal Dunia Lain’, that’s imposibble Miss McFletcher” ujar Sungmin kesal.

Jihyun ingin protes, bagaimana bisa kata – katanya dianggap dongeng pengantar tidur, Jihyun menggigit keras tangan Heechul yang membungkam mulutnya, sontak Heechul mengerang kesakitan, tetapi Jihyun tak memperdulikannya. ”Hei oppa, aku tidak mengada – ada soal pintu di loteng itu, dan satu lagi, namanya ’Portal Dimensi Lain’ bukan ’Portal Dunia Lain’, dan kau mau bukti ? Lihat ini buktinya, aku menemukan seperangkat jubah, sepatu dan tongkat ini, ini jelas kalau menunjukkan bahwa Mom dan Dad itu menyembunyikan sesuatu !” Jihyun beragumen tajam, gadis itu tidak mau dianggap pembual, apalagi Gadis Dongeng, semua yang berada diloteng itu kenyataan, dan dia telah merasakannya.

”Sudahlah, bagaimana kalau kita bertanya pada Mom dan Dad ?” Kyuhyun menengahi pertengkaran konyol itu dengan sebuah ide yang cemerlang –menurutnya.

”Oh, lalu kau akan bertanya ’Mom, Dad apa kalian menyembunyikan sesuatu dari kami ? Kami menemukan alat – alat ini di laboratoriummu’  Bodoh ! Itu sama saja bunuh diri, lebih baik kau bunuh aku sekarang saja Kyu” Heechul berteriak kesal kepada Kyuhyun sambil memijit telapak tangannya yang sakit akibat digigit adik bungsunya.

”Heechul hyung benar, sama saja kita lolos dari mulut harimau dan masuk lagi ke mulut buaya” ujar Sungmin setuju.

”Ah lalu bagaimana ? Em lebih baik kalian simpan jubah, sepatu dan tongkat ini dulu, mungkin saja nanti akan berguna, mungkin..” ujar Jihyun pasrah.

Sungmin, Kyuhyun dan Heechul menenangkan Jihyun yang sedang kalut, mereka tahu adik bungsunya sangat senang jika mengetahui hal – hal besar yang sangat rahasia, apalagi seperti ini, tetapi jika Jihyun sudah lelah, mereka tahu adiknya akan sedih, sangat sedih.

”Bagaimana kalau nanti malam kita ke loteng-mu Hyunnie-ya ?”

Jihyun yang mendengar Sungmin berujar seperti itu hanya bisa memandang dengan tatapan tak percaya. ”Kau serius ?” Jihyun bertanya lirih.

”Tentu saja sayang, aku juga sebenarnya penasaran, terkadang sesuatu yang mustahil itu akan menjadi nyata jika kita mempercayainya” celetuk Heechul mantap.

Mereka bertiga menjatuhkan pandangannya pada Kyuhyun, menatap Kyuhyun dengan tatapan ’memohon’ terutama Jihyun yang menggunakan tatapan puppy eyesnya untuk meruntuhkan pendirian Kyuhyun.

”Apa ? Kenapa melihatku seperti itu ? Aku tidak mau, lebih baik aku memakan sandwich isi kodok bersama Miss Betty Lavea daripada mengunjungi lotengmu itu” ujar Kyuhyun datar tetapi tajam.

”Wah Kyu, kau takut ya ? Bilang saja iya, hahaha kau seperti seorang gadis yang roknya tertiup angin, pengecut !” sindir Jihyun tajam.

”What ? Bermimpilah Gadis Dongeng ! Aku tidak mungkin percaya akan hal konyol bualanmu itu, dan satu lagi, aku tidak takut !” Kyuhyun meningkatkan kadar suaranya agar terdengar seperti orang marah, tetapi didalam lubuk hatinya dia takut, takut akan hal – hal aneh yang akan terjadi.

”Baiklah, kalau begitu kita berempat pergi kesana malam ini, dan jangan lupa bawa alat – alat ini” kata Jihyun senang sembari menunjuk jubah, sepatu dan tongkat tersebut.

”Oke, Deal !”

Mereka berempat ber highfive dan tertawa, saling tos dengan mengepalkan tangan lalu mengacak rambut sibungsu, tak lupa menyindir Kyuhyun yang sepertinya ketakutan.

Dari sinilah kisah mereka dimulai.

TBC…

Kritik dan saran yaps 😀

Iklan

10 responses to “Other Dimension (Part 3)

  1. Jiah, bedak dn plester? Itu kan cara.a dafny (nama.a bner g?) yg d scobidobido itu kan? #apa ini -_-
    wkwk
    pasti bener deh.
    Sebenar.a ibu.a jihyun itu ilmuan ato apa sih sist? Aneh amat, ada alien dlm tabung? Qo aku jd inget sbuah film yah? Ih.. Menjijikan:-|

    dan emang.a ada orang kek aladin pke tongkat.a harry potter? Ada” saja kau ini sist!

    Baiklah, seperti sudah dmulai. Konsentrasi.. :-O
    #bow

  2. Saia kok ngakak di part ini xD ini saudara ish bkin iri –” jihyun seram mamat jd adik heechul aj ampe kalah serem. Dri pd nebak2 gak tntu arah saia capcus lg. Maap nih ya, komen saia cm seuprit. Abisan saia suka sm critany jd gak tau mau komen apa ._.v

Hello reviewer!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s