Other Dimension (Part 4)

Gambar

Title                 : Other Dimension (Part 4)

Author             : ChochangEvilKyu

Main Cast

Kim Jihyun Ellora McFletcher (OC)

Cho Kyuhyun as Kim Kyuhyun Genovian McFletcher

Lee Sungmin as Kim Sungmin Genovian McFletcher

Kim Heechul as Kim Heechul Genovian McFletcher

Other Cast

Can you find in story

Genre              : Fantasy, Adventure, Family, Friendship, Romance ( a little bit)

Length             : Chaptered

Author Talk     : This is my story, pure my story from my mind kkk~

Now happy reading, leave comment after read please, gomawo ^^

Jihyun yang bergumul didalam selimut hanya bisa meliuk – liuk, dia gelisah, alih – alih gadis itu memejamkan mata, tetapi dia hanya memandangi jam weker winnie the pooh-nya dengan intens, mata blue safirnya mengerjap – ngerjap menunggu pukul sepuluh malam, setengah jam lagi bagai setengah tahun, batin Jihyun.

”Ah ingin rasanya kujejalkan jam weker ini ke mulut ember Kyu” gumam Jihyun sambil menurunkan kakinya dari tempat tidur dan mengambil bonekanya yang terjatuh.

Jihyun benar – benar sangat ingin menunjukkan ’Portal Dimensi Lain’ itu pada ketiga Saudaranya, gadis itu sangat menanti malam ini, sebuah kejujuran yang akan terkuak, sebuah dunia yang akan mengantarkannya kepada sesuatu yang belum pernah dijamahnya, sarat akan misteri yang terselubung didunia itu, seperti sebuah kotak pandora yang akan dibuka, Jihyun sungguh benar – benar ingin mengetahui detail dunia itu.

Jihyun mereguk udara, mengambil nafas dan menghembuskannya perlahan, dia berjalan ringan menuju almarinya, mengambil jubah dan sepatu kerucutnya, tak lupa tongkatnya, gadis itu memakainya dengan tergesa – gesa layaknya seseorang yang ketahuan tertangkap basah mencuri.

”Hyunnie-ya”

Jihyun menoleh, diambang pintu berdiri Sungmin dengan senyum manisnya, Jihyun yang melihatnya ikut tersenyum simpul. Jihyun menutup pintu lemari dan berlari kecil menuju Sungmin.

”Ah oppa, kau tampan sekali” Sungmin tersenyum bangga, Jihyun berjalan memutari Jimmy, seperti polisi yang hendak mengintrogasi tersangka dan berdecak kagum, sekali – kali berbicara layaknya detektif handal.

”Haha yasudah ayo kita kekamar Heechul hyung dan Kyuhyun, aku rasa mereka berdua sedang mematut diri didepan cermin dan mengagumi ketampanan mereka” ujar Sungmin tertawa kecil sambil menggandeng lengan adiknya. ”Oh iya, kau cantik dan manis sekali dengan pakaian itu” imbuh Sungmin. Jihyun tersipu.

***

            ”Sudah kubilang tanpa jubah ini-pun aku sudah tampan” ujar Kyuhyun bangga seraya mengayunkan tongkatnya layaknya penyihir.

”Cih, lebih tampan aku, Heechul manusia tertampan”

Tiba – tiba Heechul masuk kekamar Kyuhyun dan duduk ditepi tempat tidurnya, Kyuhyun hanya mencibir dan menggumamkan mulutnya tanpa suara ’Bermimpi saja kau’

Jihyun dan Sungmin masuk kekamar Kyuhyun, berbekal senyuman merekah Jihyun, gadis itu terpekik girang melihat Heechul dan Kyuhyun yang begitu tampan.

”Iya Nona, aku tahu aku tampan, jadi bersikaplah biasa saja oke, tenang saja tanda tangannya kuberikan nanti” kata Kyuhyun percaya diri, dan disambut jitakan dari ketiga Saudaranya, Kyuhyun mencibir, Jihyun tertawa.

”Sudah – sudah, ayo kita berangkat, nanti jangan kaget ya, disana sangat indah, bau pohon pinus menguar dimana – mana, oh ya bukankah Ming oppa menyukai bau pohon pinus, aku rasa kau akan betah oppa” Jihyun mengerlingkan sebelah matanya pada Sungmin, Sungmin tertawa kecil.

Mereka berempat melangkah ringan menuju loteng, tak lupa senter yang digenggam erat masing – masing, Jihyun menjadi sang pemimpin, meniti pelan tangga menuju loteng yang kerap berdecit jika dilangkahi, alasannya karena pelapis karpet merah pada tangga itu sebagian pakunya telah bengkok, makanya suaranya sering berdecit. Jihyun meraih tangga sorong dibantu Heechul, mereka berempat naik perlahan. Sesampainya diloteng, Jihyun membuka pintu lalu berlari kecil menuju pojok ruangan, pojok ruangan dengan pintu ukir yang tertutup.

”Kalian siap ?” tanya Jihyun lirih seraya menyentuh dinginnya gagang pintu itu. Kyuhyun menelan ludahnya susah, bahunya bergetar, Kyuhyun takut, iya dia memang terkadang menjadi paranoid jika dihadapkan situasi seperti ini. ”Oh ayolah Kyu, jangan menjadi penakut begitu, kau Saudara kembarku, kau masa kalah denganku ? Seorang Gadis Dongeng ?” cibir Jihyun.

”Cih, tentu saja aku berani, jangan sok menjadi pemimpin Hyunnie-ya, biar aku yang duluan”

Kyuhyun merangsek maju, Sungmin menahan sebelah bahunya. ”Jangan Kyu, kau belum pernah kesini, jadi biarkan saja Hyunnie-ya yang bekerja, kali ini bersikaplah layaknya orang dewasa” kata Sungmin menasehati.

Kyuhyun mundur dua langkah, Jihyun hanya menggeleng pelan, gadis itu mulai menurunkan tangannya, bersiap membuka pintu dan menghadapi sesuatu didepannya, aku pasti bisa, batin Jihyun.

Jihyun perlahan membuka pintunya, seiring dengan hembusan nafas di dadanya naik turun tak beraturan, lorong gelap terlihat dari ambang pintu tempat Jihyun berdiri, Jihyun menoleh ke Saudara – Saudaranya dan mereka menganggukkan kepala. ”Jangan jauh dariku ya, dan jangan sampai kalian terpisah dariku dari ruangan gelap ini” kata Jihyun lirih.

Mereka berempat berjalan dengan langkah tertatih – tatih, bukan karena terluka, tetapi mereka berjalan pelan dengan mengamati keadaan sekitar, takut menginjak sesuatu yang tak semestinya berada disitu, mereka saling berpegangan tangan, jari – jari mereka saling bertautan kencang, hingga jari Kyuhyun terasa basah karena berkeringat, Sungmin menggenggam jemari orang yang ada di sampingnya erat, jari Jihyun yang terasa licin tak membuat tautan kepalan tangan Sungmin mengendur, Heechul berjalan sambil berjingkat, tak lupa mengamati keadaan sekitar dan tentu saja lantai yang dipijaknya.

Dinding yang sedikit lembab, terlihat sedikit memantulkan cahaya karena terkena sapuan sorot senter yang digenggam Kyuhyun. Ternyata dinding – dinding itu menampakkan gambar dengan ukiran yang timbul, bentuk seorang faun yang meniup sangkala, beberapa elf yang saling menari, burung elang disudut bersebelahan dengan ukiran naga besar agung, seolah naga itu yang mengambil alih titah untuk rakyat – rakyatnya, manusia – manusia seperti mereka juga terukir sempurna dengan apiknya, sedikit tergerus, mungkin karena dinding yang lembab telah membuat ukiran itu menipis. Waktu Jihyun kemari tempo hari, dia tak memperdulikan keadaan sekitar karena cahaya yang minim, tetapi setelah pencahayaan lebih terang, membuat dia menganga kagum akan indahnya ukiran itu. Kyuhyun yang semula merasa ketakutan, sekarang juga memuji ukiran itu dalam hati, sungguh seperti perpaduan color engraving dan water painting yang sempurna jika itu adalah sebuah lukisan beradu dengan pahatan, batin Kyuhyun.

”Itu cahaya apa ?” Suara lirih Heechul membuat ketiga insan manusia itu menoleh ke arahnya, Sungmin mengernyit, Kyuhyun menyipitkan matanya untuk melihat sedikit tembusan cahaya yang mengarah ke arah mereka.

”Ah, kita hampir sampai, itu pintu menuju Dimensi Lain” ujar Jihyun tak kalah lirih.

Keempat anak manusia itu melangkah perlahan menuju sumber cahaya tersebut. Setelah berjalan pelan, mereka melihat hamparan hutan yang luas yang menampakkan background berwarna hijau, menyapu kedelapan pasang mata mereka yang membulat sempurna tak terkecuali Jihyun yang masih berasa asing dilingkungan itu, walau dirinya pernah menginjakkan kaki disana, tak menampik kenyataan bahwa dia sangat kagum. Angin lembut yang berbau pohon pinus itu menyeruak masuk ke hidung mereka, angin yang bersentuhan dengan kulit putih susu mereka seakan mengucapkan selamat datang akan kehadiran ketiga kaum adam dan seorang kaum hawa. Terdengar nyanyian nyaring dari burung – burung yang bertengger sempurna dibeberapa dahan pohon, mengamati kehadiran sosok asing yang berbeda spesies dari mereka, seakan mata burung – burung itu menatap intens pada anak manusia itu. Salah satu burung menghampiri mereka, bercicit merdu seolah bertanya apa gerangan mereka datang ke tenpat tinggal mereka.

”Wah kau lucu sekali” pekik Jihyun girang seraya mengulurkan lengannya supaya burung itu bertenggar di lengan kanannya.

Kiu vi estas ?” *siapa kalian* Jihyun berjengit kaget, burung itu dapat berbicara, dia berbicara dengan bahasa aneh, sedikit bergidik dengan apa yang berhadapan dengannya, entah apa yang ada di otak kecil Jihyun, terbesit sederet kata yang berada di otaknya, gadis itu mengernyit, tetapi seperkian detik, suara burung itu terdengar seperti bahasa manusia biasa, Jihyun bingung, dengan ragu – ragu dia menjawab ucapan burung tersebut.

Nia popolo el Seulo” *kami manusia dari Seoul* Jihyun terkesiap kaget, entah apa yang merasuki kinerja otaknya hingga mulutnya dapat mengatakan itu, pita suaranya terasa tercekat, tetapi jauh dalam lubuk hatinya Jihyun merasakan damai perlahan menyusupi hatinya, dia merasa senang bisa menemukan bahasa unik. Kyuhyun hanya mengerjap, dia tak menyangka Saudara kembarnya, adiknya bisa mengatakan sesuatu yang diluar analisisnya, sedangkan Sungmin dan Heechul menganga lebar dan mereka cepat – cepat mengatupkan mulutnya, menunggu sesuatu keluar dari mulut burung aneh itu dan Jihyun tentunya.

Seulo ? Kiu estas via nomo ? Kial via lando kun tataj funkiciuloj de i tiu lando ?” *Seoul ? Siapa nama kalian ? Kenapa negara asal kalian seperti negara petinggi negeri ini ?* Burung itu berbicara lagi, dengan tatapan mata yang tajam menusuk mata indah Jihyun.

Jihyun mengerjapkan matanya, mencoba menghindari tatapan tajam burung itu, lalu mulai memfokuskan kembali dengan perkataan burung tersebut. ”Cxu ? Mi Jihyun, Kim Jihyun Ellora McFletcher, kaj estas la tria frato, Kim Kyuhyun Genovian Mc Fletcher mia emela, Kim Sungmin Genovian McFletcher kaj Kim Heechul Genovian McFletcher” *Benarkah ? Aku Jihyun, Kim Jihyun Ellora McFletcher, dan ini ketiga saudaraku, Kim Kyuhyun Genovian McFletcher, Kim Sungmin Genovian McFletcher dan Kim Heechul Genovian McFletcher* Ujar Jihyun mantap.

Heechul, Sungmin dan Kyuhyun yang mendengar namanya disebut hanya bisa memandang satu sama lain, tidak tau apa yang dikatakan adiknya, tetapi mereka ingin sekali mengetahui maksud ucapan mereka. Jihyun yang menoleh mendapati ketiga Saudaranya terlihat bingung hanya dapat tersenyum geli. Jihyun kembali mengalihkan tatapannya kepada burung itu, apakah itu hanya perkiraan Jihyun atau hanya sekedar ilusi, Jihyun melihat mata hitam burung itu semakin membesar, seperti kaget atau tersentak ? pikir Jihyun bingung.

Ho file de Reo Kim kaj Imperiestrino Ellora ?” *Kalian anak dari Raja Kim dan Permaisuri Ellora ?* Jihyun mengernyit, bagaimana burung itu dapat mengenali kedua orangtuanya. ”Yeah, kiel vi scias ilin ? Kiu vi estas ?” *Iya, bagaimana kau bisa mengenal mereka ? Kau siapa ?*

Ha Mi bedauxras vian honoron, mi pardonpetas denoveal la demando mi Sassy. Aiden Lee kaj mi estis unu el tiuj rangers, kiel prezidanto de la paca arbaro” *Ah, maafkan Saya Yang Mulia, maaf sekali Saya lancang atas pertanyaan Saya. Dan Saya adalah Aiden Lee, salah satu penjaga hutan ini, selaku ketua atas hutan yang damai ini*

Tiba – tiba burung itu terbang dan mendarat sempurna ditanah depan Jihyun, Jihyun mengernyitkan dahinya bingung, tiba – tiba sinar jingga menyelubungi tubuh kecil burung itu, Jihyun menutup kedua matanya, silau akan sesuatu yang mustahil didepannya, begitupun dengan Kyuhyun, Sungmin dan Heechul juga menutup mata mereka. Burung itu perlahan membesar, masih dengan cahaya yang menutupi seluruh tubuhnya, perlahan sinar itu meredup dan menampakkan sosok aslinya, sosok manusia tampan didepan Jihyun, Jihyun membuka matanya, kaget akan seseorang yang tak asing didepan matanya. ”Ah, Hae-ya” pekik Jihyun kaget.

”Ah, who is him ?” tanya lelaki itu dengan aksen bahasa Inggris, ternyata bisa bahasa manusia to, batin Jihyun.

”You, you Lee Donghae right ?” tanya Jihyun seraya memiringkan kepalanya, membuat ekspresi bingung.

”No, I’am Aiden Lee, not Lee Dong.. Lee Donge ?”

”Aish, Lee Donghae not Donge” ucap Jihyun sedikit meninggikan nada bicaranya. Dasar babo ! batin Jihyun. Tetapi Jihyun yakin orang itu adalah Lee Donghae, pangeran tampan pujaan semua orang yang membuat dirinya sedikit tersihir akan pesonanya.

”Yak, kau bilang aku bodoh ? Bahkan aku orang tertampan dan terpintar disini” Desis Aiden tajam.

Sekarang Jihyun yakin, didepannya bukanlah laki – laki tampan bernama Donghae, tidak mungkin seorang Donghae begitu brengsek dan percaya diri sekali.

Mereka berempat saling berpandangan, alis mereka saling bertautan, ternyata orang aneh itu dapat membaca pikiran orang, dan bahkan tadi apa ? Tampan ? Pintar ? Oh astaga bahkan wajahnya tak sebanding denganku, pikir Kyuhyun geram.

”Ehem, Tuan Kyuhyun apa yang kau maksud aku ?” celetuk Aiden tiba – tiba

”Ah tidak” cepat – cepat Kyuhyun menggelengkan kepalanya untuk menutupi rasa gugupnya.

”Eh Aiden-ssi, ini tempat apa ?” Sungmin yang daritadi hanya mengamati pergerakan orang – orang didepannya sekarang mulai antusias dengan tempat ini.

”Oh, ini adalah Negeri Alajor Dimension, yang dimana ini adalah tempat paling indah yang pernah diciptakan Tuhan, dan Saya adalah salah satu elf  juga disini, dan kalian putra dan putri Kim McFletcher selamat datang di tempat kami, kami semua telah menunggu kalian selama dua ribu tahun-”

”Kau sudah tua” potong Jihyun tiba – tiba seraya menutup mulutnya cepat.

Donghae yang kesal ucapannya dipotong hanya bisa mendesis, lalu dia melanjutkan ceritanya. ”Bahkan Raja Kim dan Permaisuri Ellora telah menunggu kalian untuk berada disini” ucap Aiden bijaksana.

”Mom dan Dad tahu kita berada disini ?” tanya Heechul bingung.

”Yeah, dan kalian ditunggu di istananya” sambung Aiden.

Aiden bersiul untuk memanggil tumpangannya, sebuah kereta yang tidak berkusir berjalan cepat menuju Aiden, Jihyun membuka lebar mulutnya, ini seperti didalam film, keren sekali, batin Jihyun senang. Gadis itu berjalan memutari kereta tersebut, mengandai – andai tentang ini semua, seolah ini begitu nyata dan indah.

”Apa Nona ingin disini atau ikut kami ?” suara Aiden membuyarkan fantasi Jihyun, gadis itu menggembungkan pipinya kesal dan mengerucutkan bibirnya.

”Baiklah Tuan Aiden Lee” ujar Jihyun dengan nada yang kentara sangat kesal. Aiden tersenyum kecil melihat tingkah putri Permaisuri Ellora yang seperti anak kecil, Jihyun terkesiap dengan senyuman Aiden, perlahan sapuan hangat menyusup kehatinya, tampan sekali. Ah tidak, dia menyebalkan. Jihyun mengutuk dirinya yang sempat terpesona dengan senyum Aiden.

”Kalau Nona Jihyun berdiri terus, kapan kita berangkat ke istana ?” Aiden tersenyum sinis.

”Bantu aku, aku tidak bisa naik” rengek Jihyun dengan nada anak kecil.

Aiden memutar bola matanya kesal, lalu mengulurkan tangannya untuk menarik Jihyun, saat Jihyun sudah berada di ambang pintu, laki – laki mendekatinya dan membisikkan sesuatu. ”Terimakasih sudah bilang aku tampan, and I know it” Aiden tersenyum penuh kemenangan, Jihyun mematung, seperkian detik dia sadar. ”Yak !! Menyebalkan”

***

            ”Mom, Dad !”

Kedua petinggi negeri ini tersenyum mendapati gadis kecilnya berlari kecil bak anak – anak yang sedang mengejar sebuah balon dijalan.

”Aigo~ apa yang dilakukan gadis kecil Mom disini huh ? Beraninya menyusup ke laboratorium Mom tanpa ijin” Ellora pura – pura marah melihat gadis kecilnya berada dipelukannya, tetapi berkebalikan, gadis kecilnya telah mengetahui semuanya dan Ellora sangat bahagia.

Jihyun merajuk pada kedua orangtuanya yang memeluknya erat. ”Ah, Mom ! Aku sudah besar, jangan panggil aku gadis kecil” Jihyun menggembungkan pipinya, melihat itu, siapa saja tak mungkin tidak gemas dengan tingkahnya, manis sekali.

”Aduh putri Dad imut sekali, iya – iya, kami tidak akan memperlakukanmu seperti gadis kecil lagi, tetapi kau tetap gadis kecil kami Hyunnie-ya” Kim Jongsuk mengacak rambut Jihyun penuh sayang sembari tersenyum simpul.

”Ah Daddy~” rengek Jihyun.

Kyuhyun, Heechul dan Sungmin yang melihat itu hanya bisa tertawa, adik kecil mereka memang manja, tetapi mereka menyayanginya, bahkan Kyuhyun yang notabenenya sering menggoda Jihyun sangat sayang padanya, cara Kyuhyun menunjukkan kasih sayangnya memang berbeda, kerap membuat Jihyun marah dan ekspresi itu yang membuat Kyuhyun sangat mencintai adiknya sekaligus Saudari kembarnya tersebut. Dan Sungmin, bentuk kasih sayangnya kepada Jihyun adalah dengan menemaninya setiap hari, mendengarkan keluh kesahnya jika mendapatkan masalah, apalagi sering sekali Jihyun merengek karena Kyuhyun sering menjahilinya, Sungmin adalah orang pertama kali menjadi tempat curhat Jihyun, Jihyun bahkan pernah membuat gambar mereka waktu kecil, hanya mereka berdua, dan itu membuat Kyuhyun maupun Heechul cemburu. Heechul. Jihyun juga sangat menyayangi kakak tertuanya, cara mencintai Heechul yaitu dengan membuat Jihyun menjadi gadis yang beda dari gadis yang lain, Heechul selalu mengajari Jihyun cara memanjat, bermain bola, bahkan melompati pagar sekolah, makanya Jihyun dikenal gadis tomboy, tetapi tak memungkiri bahwa Heechul sangat mencintai adik bungsunya, sangat bahagia jika melihat senyum malaikat adiknya dan sangat benci melihat adiknya menangis.

”Kyu-ah, Chullie oppa, Ming oppa !” Suara cempreng Jihyun menyadarkan mereka bertiga dari lamunannya. Mereka bertiga serentak menghadap sumber suara, tangan Jihyun melambai – lambai menyuruh mereka untuk mendekatinya.

”Ne ?” tanya mereka serempak.

”Wah, bagaimana bisa kalian bertiga berbicara bersama, hahaha lucu sekali” Jihyun tertawa, Kyuhyun mendengus, Sungmin menggaruk tengkuknya, dan Heechul tersenyum aneh.

***

            ”Aku tidak mau ! Aku mau sekamar bersama Saudara kembarku dan oppaku !”

Suara seorang gadis melengking tajam di dipan kamar yang gadis itu tempati, pelayan – pelayan istana yang mengantarnya hanya bisa memijit pelipisnya kasar. Gadis ini merepotkan sekali, batin salah satu pelayan.

”Apakah baik seorang gadis sekamar dengan tiga orang laki – laki ?” Suara yang tegas melantun diambang pintu, Jihyun menoleh mendapati orang menyebalkan itu datang kemari. Aiden menatap pelayan – pelayan itu, seakan tau apa maknanya, mereka pamit dan keluar dari kamar bergaya Victorian tersebut.

”Lantas kenapa kau kemari ? Bukankah kau juga laki – laki ?” tanya Jihyun sinis seraya mendekapkan tangannya didepan dada.

”Wah.. wah.. wah ternyata Tuan Putri sangat galak ya” ujar Aiden tersenyum sinis sembari mendekatkan langkahnya menuju Jihyun yang masih berdiri mematung.

Jihyun terhenyak, wajah Aiden berada tepat didepannya, menunjukkan guratan ketampanan yang kentara di wajah baby face Aiden, memudarkan pikiran Jihyun tentang usia Aiden, wajahnya mengalahkan umurnya, kata Jihyun dalam hati.

”Aku tau aku tampan, dan jangan berfikir umurku setua itu Jihyun-ah” kata Aiden datar dengan tatapan mengintimidasi.

Jihyun membekap mulutnya, mengerjapkan matanya seperti anak kecil. ”Ah maaf” Sial ! Umpatan yang ingin dkeluarkan Jihyun melalui mulut tajamnya tiba – tiba hilang, kata – kata untuk mensumpah serapahi laki – laki didepannya raib entah kemana, yang ada hanya deruan nafas lembut yang menyapu wajahnya, dan aroma Mint yang menyeruak masuk kehidungnya. Damn ! Pikirannya kalut, kinerja otaknya melambat seiring wajah itu perlahan mendekatinya, deruan halus nafas itu semakin kentara diwajahnya, jarak mereka tinggal beberapa centi lagi. Apa yang akan dia lakukan ? batin Jihyun. Mata Jihyun menutup seiring semburat merah yang menguasai sekitar pangkal wajahnya, otaknya bekerja dengan rumit, darahnya berdesir hebat, dan..

”Hahahaha lihat wajahmu jelek sekali” Aiden tertawa terpingkal – pingkal sambil menjauhkan wajahnya dari wajah Jihyun, Jihyun mendengus, wajahnya pasti merah seperti kepiting rebus, dan sekarang Jihyun yakin wajahnya akan terlihat lebih merah karena kesal. Jihyun mengumpat dalam hati.

”Hei Nona, cucilah otakmu, jangan biarkan pikiran menjijikkan melintasi otakmu” Aiden menoyor kening Jihyun dengan jari telunjuknya yang membuat Jihyun kesal.

”Awwww appo !!” pekik Aiden tajam sembari mengangkat kaki kanannya yang sakit. Ya, Jihyun menginjaknya dengan keras.

”Mampus kau ! Kau Berandalan Sialan, menyebalkan, aku benci padamu !” Sekali lagi Jihyun menginjak kaki Aiden, tetapi kali ini naasnya kaki Aiden sebelah kiri ikut berdenyut, Aiden berteriak, Jihyun tertawa puas, melenggang meninggalkan kaki Aiden yang kesakitan.

’Haha, laki – laki aneh, berandal sialan, manusia idiot’ batin Jihyun saat berada dalam ambang pintu.

”Yak gadis sial ! Aku tau apa yang kau pikirkan” pekik Aiden sambil meringis kesakitan.

TBC…

Makin gajelas ya -_-

Kritik dan saran ya 😀

Iklan

9 responses to “Other Dimension (Part 4)

  1. Akakakaka.. Makin gaje makin koplak makin lucu.. Luph u sist!
    And luph u my fishy!! #d getok

    wow, kek narnia. Saia suka 2x
    mw bilang apa ya? Chap ini aku suka, 4jempol tangan yg mengacung ke ataz deh buat mu sist! 2 punyaku n 2 lg punya abang ikan. Baik
    kan? #plak
    😀

  2. Akakakaka.. Makin gaje makin koplak makin lucu.. Luph u sist!
    And luph u my fishy!! #d getok

    wow, kek narnia. Saia suka 2x
    mw bilang apa ya? Chap ini aku suka, 4jempol tangan yg mengacung ke ataz deh buat mu sist! 2 punyaku n 2 lg punya abang ikan. Baik
    kan? #plak
    😀

    eh itu bahasa kya.a saya kenal sist.:-O tp dr negara mana yak? Lupa. Klu g slah bhasa d benua europe kan?

  3. haha cho buat yang gak terlalu serius hehe
    iya, ada adegan yang mirip, soalnya bayangin di situ juga kok
    hehe makasih makasih, eh jempol bang ikan? kasian di ambil *eh
    bahasa apa ya? cho juga lupa, cari di google translate soalnya *plak
    ayo lanjut lanjut 😀

Hello reviewer!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s