Baseball In Love ( Chapter Four )

Gambar

Author             : chochangevilkyu

Title                 : Baseball In Love ( Part 4 )

Cast                 :

Park Jihyun (OC)

Cho Kyuhyun

Lee Sungmin

Other Cast       :

Can you find by yourself

Genre              : Romance, Sport, Friendship, Comedy

Rating             : Teen

Length             : Chaptered

A/N                 : Masih ada yang inget author ? Masih dong, harus itu *maksa

oke ini pure pemikiran author, jadi maap kalo gajelas ya, jangan lupa juga komen ples kritik saran yaps, last.. Awas Typo ! Oh ya, jangan lupa mampir di https://misteri666.wordpress.com ya^^

Oke, happy reading, check this out…

Previous…

“Oh ya perkenalkan, Kyuhyun imnida, Cho Kyuhyun”

“Oh ne, Park Jihyun imnida” kataku sambil membalas jabatan tangannya. Tunggu ! Nama itu seperti tak asing, nama itu, dia.

“NEO CHO KYUHYUN ?!”

Kyuhyun’s POV

            Sial, gadis ini berteriak tidak pilih waktu dan tempat, sekarang semua orang yang berjalan didepan kami hanya menatap kami tajam lalu bergumam kecil. Sangat memalukan.

“Yak jangan berteriak !”

“Cho Kyuhyun ?”

Kenapa yeoja ini, wajahnya menyiratkan kebahagiaan dan amarah ?

“Ne ?”

“Ini untuk appaku !”

BUGH

“Ini untuk semua pemainku !”

BUGH

“Dan ini, untuk semua kerja kerasku menemukanmu !”

BUGH

”Yak apa yang kau lakukan ! Kau ini yeoja atau bukan sih ?”

Aku mengusap kepalaku yang terkena pukulan tas-nya, gadis ini benar – benar monster. Bagaimana bisa seorang gadis melakukan itu kepada namja yang mempesona seperti aku ?

”Neo ! Namja yang membuat appaku koma, yang membuat semua pemainku sedih, apalagi Hyukkie yang murung dalam dua minggu, kau yang membuat oppaku terutama Yesung oppa mencarimu kemana – mana selama ini!”

Tunggu ! Tadi dia berkata apa ? Pemainku ? Appanya ? Yesung ? Yesung hyung maksudnya ? Kenapa dengan yeoja ini ? Apa dia mengenaliku ?

“Neo.. nuguya ?”

Dia tersenyum sinis sambil melipat kedua tangannya, dia menatapku tajam sembari menampilkan smirk, hei itu punyaku !

“Aku putra Park Jungsoo, namaku Park Jihyun”

Park Jungsoo ? Maksudnya Jungsoo appa ? Orang yang selama ini kuanggap appaku ? Park Jihyun ? Jangan – jangan dia..

”Neo Park Jihyun yang selama ini tinggal Kanada ? Satu – satunya putri Jungsoo ap, maksudku Jungsoo ahjussi ?”

Kulihat dia menautkan alisnya bingung dan mengernyitkan dahinya, apa dia benar – benar Jihyun ? Jihyun yang selama ini ingin kutemui ?

”Ne.. waeyo ?”

”Annio, apa benar Jungsoo ahjussi koma Jihyun-ssi ?”

”Yesung oppa yang memberitahuku, dia bilang setelah kau pergi, appa pingsan, selang satu bulan dia koma, aku tak menyangka bertemu orang sepertimu”

Yeoja didepanku ini berbicara sangat angkuh, aku tak menyangka akibat dari keluarnya aku, banyak semua yang terpuruk. Jungsoo appa jeongmal mianhe, aku merasa bersalah padamu, juga pada putrimu saat ini.

”Kyuhyun-ssi”

Aku menoleh, kudapati dia sedang tertunduk lemah dan wajahnya sedikit pucat. Apa dia sakit ?

”Aku mohon kembalilah.. Kembalilah ke Bambies Club”

DEG

Ucapannya membuat kesadaranku hilang seketika. Bambies Club ? Club yang sempat membesarkan namaku, Club yang membuatku mengerti pentingnya makna keluarga, Club yang membuatku tertawa bersama semua penghuninya. Tapi kenapa harus aku ?

“Wae ?”

“Ahjussi, Kim ahjussi ingin aku menemukanmu dan mengajakmu kembali ke Club, ahjussi ingin kau kembali ke posisi lamamu, posisi Pitcher”

“SHIRREO !”

Entah kenapa aku malah marah dan membentaknya, kesadaranku bagai terhisap dalam semua detail ucapan yang baru ia lontarkan, dia memandangku dengan tatapan nanar seolah memohon untuk menjelaskan semuanya.

“YAK WAEYO ?”

“Jangan pernah memaksaku untuk masuk kedalam Club itu lagi ! Satu lagi, jangan pernah menemui aku lagi Park Jihyun-ssi, aku pamit”

“Yak Kyuhyun-ssi !”

***

Jihyun’s POV

            Sreet..

Kurasakan tirai yang menutup jendela kamarku tersingkap, sinar matahari yang menyengat serasa menusuk kelopak mataku yang masih terpejam.

“Yak dongsaeng kecil, irrona palli ! Mentang – mentang ini hari Minggu, palli irrona, lalu dinginkan kepalamu dan ikut oppa jalan – jalan”

”Eung.. malas oppa, oppa sendiri saja, mood-ku sedang buruk”

Kurasakan tangan oppa yang menyentuh belakang kepalaku dan menariknya, dia memaksaku untuk bangun, aish benar – benar.

”Kau kenapa ? Apa ada masalah ?”

Aku mencoba membuka kelopak mataku yang serasa lengket, kukerjapkan mataku lalu menatap oppa yang seakan meminta penjelasan padaku.

”Oppa~”

Aku memeluknya, membenamkan kepalaku ke dada bidangnya, jarang – jarang oppa berada dirumah seperti ini, ini momen yang sangat kusuka, memeluk erat oppa kesayanganku.

”Waeyo ? Sejak kemarin malam kau murung, bahkan kau belum makan Hyunnie-ya”

Kurasakan pelukan oppa semakin erat, ia menambahkan usapan tangan kekarnya ke kepalaku, aku hanya diam, tak menangis ataupun marah, aku hanya ingin merasakan ini, ingin melupakan kejadian semalam dengan cara memeluk oppa.

”Annio oppa, aku hanya rindu oppa”

”Aish, kau ini sudah besar, masih saja manja seperti ini”

Walau oppa berkata seperti itu, dia tetap memelukku erat, kasih sayang oppa benar – benar terasa saat ini, aku tersenyum, tidak merasa tersinggung atas ucapannya, aku tahu ini adalah cara oppa mengungkapkan kasih sayangnya padaku.

Aku melonggarkan pelukanku lalu menatap oppa yang tersenyum lembut. ”Oppa, kenapa kau tidak cari yeojachingu saja ?”

”Yak ! Apa maksud ucapanmu itu Hyunnie-ya ?!”

Sial ! Aku membangunkan singa yang tertidur, sifat aslinya keluar lagi. Tanpa pikir panjang aku berlari kedalam kamar mandi dan menguncinya. Derap langkah oppa terdengar dari dalam sini, kudengar dia berteriak tak jelas diluar. Hahaha aku senang sekali membuat oppa marah seperti ini, wajahnya yang sok keren langsung berubah menjadi monster.

***

            Saat ini aku berjalan sendiri disekitar taman dekat rumahku, banyak sekali orang – orang yang menghabiskan waktu bersama keluarganya lari pagi disini, suasana yang menyenangkan, udara yang hangat dan langit yang cerah sangat mendukung kondisi ini. Berbeda denganku, oppa yang tadi mempunyai niat mengajakku lari pagi ternyata mendapat telepon dari perusahaan dan berkata jika oppa harus kekantor dan menandatangani berkas yang akan segera diserahkan kepada Manager-nya, sedangkan appa dan umma ? Kemarin mereka berkunjung ke Busan untuk menengok halmoni yang sedang sakit. Hufft benar – benar sepinya hidupku. Eh kenapa aku tidak mengajak Yesung oppa saja ya ? Astaga ini kan hari Minggu, tidak mungkin aku mengajaknya, pasti dia sedang menyiapkan segala bahan makanan untuk hari ini, bukankah hari ini ada tamu spesial di restoran oppa ? Jika aku mengajak Hae-ya, aku pasti akan mendengar ocehannya tentang betapa tampannya dia, dan itu membuatku mual.

Aku berjalan gontai tanpa melihat sekelilingku, aku sedang malas keluar hari ini, tetapi oppa bilang aku sesekali harus merilekskan tubuhku. Tahu apa dia tentang diriku ? Menyebalkan.

”Agashi awas !”

Sekejap pula aku membalikkan badanku saat mendengar suara yang sepertinya tertuju kearahku.

”Aaaaaaaaaaa”

BRUK

***

Sungmin’s POV

            ”Hyung~ hari ini ijinkan aku ikut mengantar susu ne ?”

”Aigo~ annio Jin-ah, kau harus dirumah menemani umma ne ? Hyung janji akan membawa sesuatu saat pulang nanti”

Aku mengusap puncak kepala dongsaengku yang baru berumur tujuh tahun, dia dongsaengku yang paling manis, satu – satunya orang yang mengerti aku selain umma dan appa tentunya.

”Yakso hyung ?”

Dia menyodorkan jari kelingkingnya agar bertautan denganku, aku tersenyum lalu menautkan jari kelingkingku dan itu membuat ia tersenyum lebar. Aku mengecup puncak kepalanya dan melambaikan tanganku untuk bekerja pagi ini, hari ini sangat cerah, aku harap pekerjaanku lancar.

***

            Aku bersiul sambil melihat sekelilingku, banyak orang yang menghabiskan waktu bersama keluarganya untuk sekedar jalan – jalan pagi atau lari pagi, andai keluargaku juga begitu, sayang, hari Minggu mereka juga bekerja.

Setelah mengantar sepuluh susu didaerah ini, aku kembali mengayuh sepedaku menuju rumah di jalan ujung sana. Tetapi entah itu khayalanku atau bukan, ada seorang yeoja yang berjalan sambil menunduk.

”Agashi awas !”

BRUK

Aku yang ingin mengerem sepedaku malah membanting arah ke kiri, dan itu membuatku menubruk sebuah pohon besar. Aku meringis sambil meneliti keranjang susu yang berada dikeranjang, huft untung saja selamat.

”Tuan.. Tuan nan gwenchana ?”

Kudengar suara khawatir seorang yeoja menghampiriku, dia berjongkok dihadapanku dan memasang wajah khawatirnya yang menurutku sangat manis. Astaga jinjja Lee Sungmin nan pabo namja !

”Tuan ?”

”Ah.. ne nan gwenchana agashi”

Pabo ! Bisa – bisanya aku menatapnya sampai tak tersadar membuatku melamun. Aigo.

“Yak tuan, sikumu berdarah, ottokhae ?”

Aku melirik sebentar sikuku, benar saja, ini berdarah, tetapi entah kenapa aku tidak merasakan sakit, yang kurasakan perasaan aneh, jantungku serasa memukul tulang rusukku dengan keras, degupan jantungku juga terasa aneh, aku kenapa ?

“Nah begini lebih baik, apa kau sudah tidak apa – apa tuan ?“

Kini telah melingkar sebuah sapu tangan berwarna biru cerah disiku kananku, dari kejauhan saja wangi sapu tangan ini dapat menguar didalam hidungku, ini wangi yang sangat lembut.

“Gamsahamnida agashi“

“Ne tuan, em aku akan mengantarmu, aku takut jika sikumu kenapa – napa, bagaimana ? Setidaknya aku ingin bertanggung jawab“

“Gwenchana agashi, aku baik – baik saja, tidak perlu repot – repot“ ucapku sambil tersenyum, gadis ini kelihatan baik, wajahnya saat tersenyum tadi membuat hatiku menghangat. Jangan katakan kau jatuh cinta pada pandangan pertama Lee Sungmin.

”Andwae ! Kau tidak boleh pulang sendiri tuan” Gadis itu mengambil sepedaku yang tergeletak lalu menaikkinya, tunggu ! Maksudnya aku diboncengnya ?

”Nah, ayo naik ! Palli kka”

”Ah aku..”

”Sudahlah tuan, jangan buat aku memaksamu”

Dia berkata dengan nada dibuat mengancam, entah kenapa aku malah tertawa dan akhirnya aku menaikki sepedaku untuk memboncengnya.

Diperjalanan, gadis yang tak kuketahui namanya ini berbicara terus, sungguh ucapannya terdengar kekanakan, dia bercerita tentang orang tua dan oppanya, dia juga bercerita tentang Club appanya, gadis ini sungguh baik, selain cantik dia ternyata juga sangat nyaman diajak bercerita.

”Nah sudah sampai, ini rumahmu tuan ?”

Aku turun dari sepeda dan menatap dia yang melihat intens rumahku, ternyata benar jika orang kaya melihat rumah orang miskin akan mengeluarkan ekspresi seperti ini ya ?

”Ne, wae ?”

”Noemu yeppuda !”

Tunggu, dia memuji rumahku ? ottokhae ? Kulihat ia sangat antusias dengan rumah minimalisku, sekarang dia bahkan merengek ingin masuk kedalam rumahku. Dia benar – benar berbeda.

”Ah gamsahamnida em-”

”Jihyun, Park Jihyun”

DEG

Gadis ini tersenyum sangat manis saat menjabat tanganku, tangan halusnya menyentuh tanganku yang tak sebanding dengan halus dan lembutnya tangan itu. Jantungku sedari tadi berdetak tak normal, apa aku sakit ? Tidak mungkin, aku rasa ini efek bertemu gadis ini.

”Ne gamsahamnida Jihyun-ssi”

”Cheonma em-”

”Lee Sungmin”

”Ah, cheonma Sungmin-ssi, kalau begitu aku pulang dulu ya, semoga sikumu cepat sembuh, dan maaf jika tadi aku membuatmu seperti itu, annyeong”

Yeoja itu melambaikan tangannya dan berlalu menjauhi kawasan rumahku, aku hanya dapat membalas senyumannya dengan senyuman milkku, apa dia benar – benar manusia ? Wajahnya manis seperti boneka, sangat cantik dan manis. Aku menyukainya, eh apa yang kupikirkan ? Jangan terlalu banyak berharap Lee Sungmin, dia berbeda kasta denganmu. Tetapi aku harap dapat bertemu dia lagi.

***

Jihyun’s POV

”Ne, jadi aku tadi pagi bertemu dengan orang yang bernama Sungmin, astaga wajahnya sangat manis Ra-ya”

”Yak, kau curang, kenalkan padaku !”

            ”Andwae ! Kau sudah ada Wookie-ah, jangan dekati dia”

”Aish, ne arra arra, aku yakin orang itu pasti tampan sekali hingga membuatmu menyukainya”

            Aku berfikir sejenak, apa benar aku menyukai namja tadi ? Senyumnya sungguh manis dan dia sangat tampan, aish ottokhae ?

”Yah pokoknya begitulah, bagaimana kencanmu dengan Wookie-ah semalam ?”

”Lancar ! oppa menyatakan perasaanya padaku.. Aaaaaaa”

            Aku sedikit menjauhkan gagang telepon dari telingaku, sungguh jika suaranya adalah sebuah pistol, pasti aku sudah tuli karena mendengar suara cemprengnya.

”Yak ceritakan padaku !”

”Nanti saja, bagaimana dengan Kyuhyun-mu ?”

Dia benar – benar membuat mood-ku kembali down, aish aku malas membicarakannya.

”Ra-ya, aku harus pergi, nanti kutelepon lagi, annyeong”

Kuputus telepon dengan cepat sebelum ia menanyai aku tentang namja sialan itu, aku benar – benar malas mendengar namanya, rasanya aku ingin mebunuh orang itu sekarang saja, sikapnya yang tempo hari tak sopan, membuatku sedikit naik darah jika mengingat kejadian itu lagi. Kuacak rambutku frustasi, lebih baik aku tidur saja, jika mengingat orang itu, aku akan murka. Kutarik selimut sampai bawah daguku, sekejap kemudian aku telah terlelap dalam alam mimpi.

***

            Entah kenapa pagi ini aku sangat tidak bersemangat, pelajaran kesukaanku-pun aku tak menggubrisnya, Hyera yang sedari tadi mengusikku juga tak kuhiraukan, aku sedang malas dan merindukan namja manis itu.

Saat ini, aku telah pulang, 15 menit yang lalu bel pulang berkumandang dan aku langsung melesat pergi ingin ke Club, aku ingin menemui ahjussi dan berbicara padanya.

Aku berlari dan sesekali menubruk orang – orang yang kulewati, aku hanya dapat membungkukkan badanku dan kembali berlari menembus padatnya manusia – manusia Kyunghee University.

BRUK

“Aigo nan jeongmal mianhe”

Kali ini bukan salahku, orang ini yang menabrakku, ugh sial.

“Sungmin-ssi ?”

Aku mengerjap – ngerjapkan mataku sambil menepuk pipiku. Aku tidak bermimpi kan ? Lee Sungmin ?

”Jihyun-ssi ? Aigo aku tak menyangka kita dapat bertemu disini”

Aku hanya manggut – manggut tanda menyetujui argumennya, dia mengulurkan tangannya padaku dan tersenyum sangat manis, kuraih tangannya lalu berdiri dan membungkukkan badan tanda aku menyesal.

”Kau juga kuliah disini ? Jurusan apa ?”

Saat ini kami berada dikafetaria kampus kami, Sungmin yang mengajakku dan mentraktirku, katanya untuk membalas hutang budinya padaku tempo hari, aigo manisnya.

”Aku jurusan olahraga Jihyun-ssi, kau ?”

”Aku perfilm-an Sugmin-ssi, aneh ya ? Aku tak pernah melihatmu, ngomong – ngomong kau semester berapa ?”

Aku menyesap Milk Coffe pesananku, dia terlihat tersenyum saat memandangku, kau membuatku gila dengan senyumanmu itu Sungmin-ssi !

”Haha iya, aku semester 4”

”Empat ? Kau sunbae-ku berarti ? Wah aku senang sekali mempunyai sunbae sepertimu”

”Wah aku juga tak menyangka, ternyata kau hoobae-ku”

”Oh ya sunbae, kau ikut kelas apa ?”

”Baseball”

Aku membelalakkan mataku, tunggu ! Sunbae bilang baseball ? ”Sunbae-ya kau mendapati posisi apa ?”

”Butter, wae ?”

Yak, ini tepat sekali, aku harus mengajak Sunbae untuk bergabung di Club.

”Sunbae-ya, kau tahu Bambies Club ?”

Kulihat ia menyeruput jusnya sejenak lalu menatapku intens.

”Tentu saja, itu kan Club yang kuimpikan untuk memasukinya, siapa yang tidak mengenal Club itu, Club terhebat se-Seoul”

”Jinjja ? Sunbae-ya, jika kau kumasukkan dalam Club itu bagaimana ?”

”MWOYA ?”
Sungmin sunbae terlihat tersedak, aku lalu menepuk punggungnya dan menyodorkan minumannya yang terlihat sudah hampir habis.

”Sunbae-ya, igeo” aku menyerahkan karu namaku kepada sunbae.

Kulirik ekspresi sunbae yang terlihat mengerutkan keningnya, kenapa ekspresi seperti ini membuatnya terlihat semakin tampan, aigoo~

”Neo.. Manager ? Sekaligus putri dari Park Jungsoo ? Mantan pemain pitcher terkenal itu ?“

Aku mengangguk.

“Kau adalah satu – satunya gadis yang dapat bermain baseball ?”

Aku mengangguk lagi.

“Kau gadis pencetak skor tertinggi dulu ?”

Aku mengangguk.

”Bisakah kau jangan hanya mengangguk Jihyun-ssi ?”

”Lalu Sunbae ingin aku berbicara apa ? Em sunbae-ya, Bambies Club sedang mencari Butter dengan kemampuan khusus, aku ingin sunbae bergabung dengan team kami”

Aku menunggu jawaban yang dilontarkan dari mulut sunbae, semoga dia mau, sunbae-ya aku mohon, aku masih berdoa dalam hati sambil menatap sunbae yang sedang menatapku dengan tatapan tajamnya.

”Tentu saja ! Aku mau Jihyun-ssi, aku mau”

”Jinjjayo sunbae ?” tanyaku antusias, aku senang sekali telah menemukan satu orang yang telah ditentukan oleh ahjussi, semoga sunbae dapat diterima, dan aku bisa melihat wajah manisnya terus. Dia mengangguk, aku langsung berdiri dan memeluknya erat, kurasakan tubuh sunbae sedikit menegang. Ah apa yang kau lakukan Park Jihyun !

”Mianhe sunbae-ya, aku terlalu antusias, baiklah, ayo kita berangkat ke Club !” ujarku sambil mengangkat kedua tanganku, kulihat sunbae-pun melakukan hal yang sama. Ah seperti sepasang kekasih yang manis.

TBC..

Cie abang Umin udah nongol *colek *didamprat Pumpkiners

Ok, gimana part ini ? Aneh ? Aduh yesungdah deh, kritik dan saran ya 😀

LOVE !

Gambar

Iklan

17 responses to “Baseball In Love ( Chapter Four )

  1. annyeong aku reader br dsni..
    Aku baca ff mu ini d indofanfictkpop
    Aku pnsaran sm crta slnjutnya, yah wlu dpt dpstikan hyun couple akan bsama *sotoy* pi tetep aj pngen liat bgmna kisah2 mereka, apa lg ada ming oppa d antara mereka..

  2. Omo! So sweet sist.. Wkwk, saingan.a kyuhyun ini.
    #d jitak kyu

    jihyun merindukan senyuman sungmin? Ck, yg benar saja.. Kyuhyun mw d kmanain?? #ops

    ok, next~

  3. Kok Kyuhyun tiba tiba marah? Tapi dia bilang Jihyun itu org yg pengen dia temuin. Waah wahwah. Ada sesuatu ini. Eh, sungmin naksir. Hihihi

Hello reviewer!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s