Baseball In Love ( Chapter One )

Gambar

Author             : chochangevilkyu

Title                 : Baseball In Love ( Part 1 )

Cast                 :

Park Jihyun (OC)

Cho Kyuhyun

Lee Donghae

Lee Sungmin

Other Cast       :

Can you find by yourself

Genre              : Romance, Sport, Friendship, Comedy

Rating             : Teen

Length             : Chaptered

A/N                 : Masih ada yang inget author ? Masih dong, harus itu *maksa

oke ini pure pemikiran author, jadi maap kalo gajelas ya, jangan lupa juga komen ples kritik saran yaps, last.. Awas Typo ! Oh ya, jangan lupa mampir di https://misteri666.wordpress.com ya^^

Oke, happy reading, check this out…

Jihyun’s POV

Kring.. Kring..

“Yeoboseyo ?”

“…”

“Mwoya ?!”

“…”

“Ne.. arra arra”

“…”

“Diam kau Park Daigo !”

Aku memutuskan telepon dikamarku sebelah pihak, tak kuhiraukan umpatan diujung telepon sana, kubanting gagang telepon dengan kesal lalu melenggang pergi menuju ruang makan. Tadi yang menghubungiku adalah Park Daigo, siapa lagi jika bukan oppaku satu – satunya, dan satu – satunya pula oppa paling tidak berperikemanusiaan, kau tahu ? Dia meneleponku itu hanya berjarak satu kepal dari kamarku, oppaku yang narsis dan pemalas, jika ia tak bisa mengantarku ke kampus, ia dengan menyebalkannya memberitahuku lewat telepon. Bukankah itu sangat lebay ? Kamar kami bersebelahan tetapi ia dengan santainya menghabiskan tagihan telepon hanya untuk membicarakan itu. Sungguh, jika kau bukan oppaku, sudah kubunuh kau dari dulu.

Kulihat ia dengan wajah innocentnya menatapku, aku enggan berada disampingnya, membuat selera makanku jadi hilang.

“Appa, umma, aku akan berangkat sekarang”

Kuhampiri appa dan ummaku yang menatapku dengan senyum, aku tahu mereka mengetahui tabiatku jika tidak mau sarapan. Mereka mencium puncak kepalaku lalu mengacak rambutku pelan. Kulihat dari sudut mataku, Daigo oppa acuh denganku dan lebih memilih sarapan bergizinya.

“Annyeong”

Aku berjalan pelan menuju pintu rumahku yang telah terbuka lebar, pintu yang siap kulewati untuk menyongsong tugas dikampus yang menumpuk hari ini. Sebelum aku melangkah keluar, kudengar suara appa menyentakku.

“Hyun-ah, nanti pergilah ke Club, ahjussi menunggumu”

“Ne arraseo appa” seruku seraya mulai melangkah meninggalkan rumah besar ini dan bersiap menuju halte.

Setelah sampai di halte bus, aku duduk di halte dengan tenang, huh seharusnya aku naik mobil sport-ku yang baru, tetapi karena kecerobohanku minggu lalu saat tak sengaja mobilku menubruk tiang listrik yang mengakibatkan pemadaman listrik mendadak, aku tak akan naik bus sekarang, mobil baruku itu ringsek bagian bampernya dan plat khusus yang dipesankan appa berukirkan namaku itu rusak seketika. Aish sudahlah, aku malas mengingatnya, sejak kejadian itu pula, appa melarangku naik mobil sampai mobil itu beres diperbaiki dibengkel langganan appa.

“Hai yeoja yeppeo, kalau sendirian saja, boleh kutemani kan ?”

Astaga, itu suara siapa ? Apa namja gila yang kabur dari rumah sakit jiwa, hah dia tak tau aku apa ? Seketika kubalik badanku dan kupukul kepalanya dengan tas Gucci-ku.

“Yak appo.. appo !”

“Rasakan ini.. rasakan !”

“Yak Hyunnie-ya ini aku, sahabatmu tertampan”

Pukulanku terhenti, kutundukkan tubuhku lalu menatap wajahnya yang sedang menunduk memegangi kepalanya. Omo !

“Yak Lee Donghae paboya ! Untung saja kau belum kubunuh huh !”

“Aigoo, sudah jatuh tertimpa tangga, malang nian nasibku, aku kan hanya ingin menyapamu, eh tetapi bahkan reaksimu sungguh diluar nalar”

“Mwoya ?! Menyapaku ? Kau yang bahkan tidak normal, jika menyapa orang itu biasa saja, ini benar – benar tak normal bodoh !”

***

Donghae’s POV

            “Mwoya ?! Menyapaku ? Kau yang bahkan tidak normal, jika menyapa orang itu biasa saja, ini benar – benar tak normal bodoh !”

Huh sial dua kali, setelah mendapat pukulan maut dari yeoja setan ini, sekarang aku dimarahi habis – habisan. Yeoja ini benar – benar..

“Ne.. ne mianhe Hyunnie-ya”

“Tch, terserah”

Sungguh, gadis ini memang cantik dan manis, tetapi dalamnya, berjiwa setan, entah bagaimana bisa aku berteman dengan orang seperti dia. Kududuki bangku panjang disebelah Jihyun, sedikit kulirik dia sari sudut mataku, kulihat matanya sedikit menampilkan kilat emosi marah, annio, bukan sedikit tetapi itu pasti sudah puncaknya.

Ckitt..

Bus yang kutunggu telah datang, kulihat yeoja itu berjalan mendahuluiku dan masuk kedalam bus.

“Kau ingin tetap disini atau masuk bodoh ?”

Aku mengerjap – ngerjapkan mataku saat dia masih berdiri diambang pintu bus, seolah aku tersadar, aku berlari menuju pintu bus yang hampir tertutup. Gadis itu duduk dibagian belakang pojok dan melayangkan tatapannya keluar jendela.

Aku duduk disampingnya dan mengambil IPOD-ku dari saku celananku, kuputar lagu yang sedikit beat dan meletakkan kepalaku di bangku bus yang empuk. Kurasakan headseat-ku tertarik disebelah kanan, gadis ini memasang headseat ditelinga sebelah kirinya dan menyandarkan kepalanya dibahuku, ini memang kebiasaanya saat sedang bermasalah, aku tidak berani menanyakannya sebelum ia sendiri yang meminta pendapatku.

“Hae-ya, nanti temani aku ke Club ne ?”

“Ah.. ne”

Aku dan Jihyun memang sering mengunjungi Club, selain Jihyun yang seorang Manager disana dan tentunya karena itu Club milik appanya, ia juga sering mengajarkanku teknik menyerang dan memukul dengan hebat. Kuakui dia sangat hebat dalam permainan baseball, sayangnya aku yang benci olahraga selalu acuh dengan segala bimbingannya. Aku selalu mengerjainya atau pura – pura tertidur saat dia melakukan praktek di lapangan, dan hadiahnya aku mendapat jitakan maha dahsyat dari gadis jadi – jadian ini.

***

Author’s POV

“Film adalah suatu jenis karya dari budaya yang berkembang. Jadi sebuah maha karya yang tertuang dalam film adalah sejenis pikiran manusia yang didefinisikan menjadi sebuah..”

Seorang gadis manis mendengarkan penjelasan dosen secara serius. Terkadang dahinya sedikit mengerut karena mencoba mencerna maksud dari penjelasan tersebut.

Gadis sampingnya sedikit kesal karena gadis sebelahnya sangat mendalami penjelasan dosen itu yang menurutnya membosankan.

Ya, Jihyun yang kala itu sedang mendengarkan penjelasan dosen dengan seksama, tiba – tiba tangan kirinya disenggol teman sebelahnya.

“Mwo ?” tatap Jihyun garang.

“Aku bosan Hyunnie-ya”

“Psst.. diamlah ! Aku sedang konsentrasi”

Gadis itu, Han Hyera hanya mengela nafas kesal dan kembali memainkan bolpoinnya, terkadang ia memutar – mutar bolpoin itu yang membuat Jihyun kesal karena ujung bolpoin itu mengenai kepalanya.

“Bisakah kau diam Han Hyera ?”

“Iya, jika aku keluar dari sini”

“Tch, terserah”

“Nah.. sekarang, tugas kalian membuat sebuah film dengan rangkaian ilusi yang dari tahap bawah.. Jadi kalian tidak perlu susah – susah untuk memikirkannya, hanya tahap paling pertama yang akan kita gunakan dalam tugas kali ini. Ini tugas individu dan bulan depan kumpulkan sebagai penilaian tugas akhir untuk mata kuliah saya”

Raungan kesal dan kecewa menggema diruangan itu setelah sang dosen keluar, tak terkecuali Hyera yang berdecak kesal karena harus mendapat tugas sulit seperti itu. Sedangkan Jihyun ? Gadis itu tertawa senang saat mendapat tugas itu. Jihyun memang menunggu tugas itu sudah sekian lama, sekarang ia dapat bernafas lega karena tugas itu akan dikerjakannya. Sebuah tantangan yang sangat hebat menurutnya.

***

            “Aku datang !”

“Yak Hyun-ah jeongmal bogoshipo~”

Seorang namja berlari menghampiri Jihyun yang masih berada diambang pintu. Namja itu segera memeluk Jihyun dengan erat seakan mereka telah terpisah sekian lama.

“Yak Hyukkie-ya, lepaskan aku ! Kau ingin membunuhku ya ?!”

Namja yang dipanggil Hyukkie itu melepas pelukannya dan memanyunkan bibirnya kesal. Tetapi sedetik kemudian bibirnya tertarik ketas dan menampilkan sebuah senyuman gummy.

“Hentikan senyuman memuakkanmu itu Hyuk, ini makanan bukan untukmu, tetapi untuk yang lain”

Jihyun menjulurkan lidahnya lalu berlari menuju belakang Kim Ryeowook dan bersembunyi dibalik punggunya. Semua yang hadir disitu tertawa tak terkecuali Donghae yang baru saja tiba.

“Huwaa.. manager menyebalkan”

Eunhyuk berpura – pura menangis dan menatap Jihyun memelas. Jihyun yang sudah kesal berlalu begitu saja dan membagikan makanan dari dalam plastik putih bening yang dibawanya kepada semua pemainnya.

“Haha.. Kasihan sekali kau Hyuk-ah”

Koor semua namja disana, mereka yang sudah hafal sifat namja satu ini hanya mendengus kesal dan mulai menyantap makanannya. Sekarang Eunhyuk diacuhkan dan tatapannya menuju ke Donghae, berharap namja itu membawa sesuatu yang diinginkannya, seakan mengerti tatapan Eunhyuk, Donghae hanya mengedikkan bahu tanda tak membawa apa – apa dan berlalu menghampiri Jihyun yang duduk bersama pemain lain.

“Hai monyet aneh, kemarilah ! Aku tak tega padamu, anggap saja ini sebagai permintaan terimakasihku padamu karena kemarin kau mengantarku pulang” seru Jihyun yang mendapat tanggapan dari Eunhyuk berupa cengiran lebar.

***

Jihyun’s POV

            Setelah makan bersama pemain – pemainku yang hebat, aku melangkahkan kakiku menuju ruang ahjussi, dia adalah pelatih Bambies Club yang terkenal seantero Seoul setelah appaku, mereka memang dulu terkenal sekali di jagat atlit dunia. Mereka pernah memboyong piala Golden setelah melengserkan Club Horizon yang kalah telak.

“Ahjussi kau memanggilku ?”

“Ah, Hyun-ah kau sudah datang, ne kemarilah.. Ada yang ingin ahjussi sampaikan kepadamu”

Entah kenapa hatiku merasa tak enak, biasanya jika ahjussi berbicara sesuatu, itu artinya akan ada sebuah pembicaraan yang penting.

“Kau tahu kan tugasmu disini sebagai apa ?”

Aku mengerutkan keningku, aku bingung atas pertanyaan ahjussi. “Tentu saja, aku Manager mereka, dan aku menaungi segalanya tentang keberhasilan Club serta menjamin mereka untung selalu bersemangat dalam berlatih”

Kulihat ahjussi tersenyum, menampilkan guratan halus dari kedua sisi matanya.

“Ne.. Tetapi bukan itu saja, kau harus tahu mengenai jalannya sebuah Club”

Ahjussi, apa maksudmu ? Kau membuatku bingung. “Langsung saja ahjussi, jangan berbelit – belit” sungutku kesal pada ahjussi. Ahjussi malah nampak tersenyum lebih lebar lagi.

“Kau tahu tidak jika Club kita kekurangan pemain ?”

“Ne.. lalu ?”

“Kau harus mencari pemain tambahan lagi, kita kekurangan dua pemain, posisi seorang Butter dan Pitcher”

“Wae ahjussi ? Kulihat Ryeowook dan Eunhyuk masih sangat mahir dalam hal itu”

“Apa kau hanya dapat mengandalkan mereka ? Bagaimana jika salah satunya cedera ? Dan kita tidak mendapat pemain pengganti saat itu juga ?”

Aku memutar otakku, mencerna perkataan ahjussi, ahjussi benar, bagaimana jika terjadi hal seperti itu. Apa aku harus turun tangan ? Ah tidak mungkin, pasti ahjussi dan appa marah padaku.

“Lantas, dimana aku harus mencarinya ahjussi ?” Aku menyerah, kali ini aku harus patuh dengan petuah ahjussi.

“Kau ingat namja bernama Cho Kyuhyun ?”

Aku memiringkan kepalaku, siapa dia ? Tetapi sepertinya nama itu sangat familiar ditelingaku.

“Entahlah ahjussi, aku tidak ingat. Memang dia siapa ?”

“Dulu dia adalah mantan pemain Bambies Club, sebelum kau bergabung disini, dia sudah menjadi bagian dari keluarga kita, entah apa alasannya dia berhenti mendadak ahjussi juga tidak tahu” Kulihat ahjussi menghela nafasnya. Aku tahu ahjussi sedang berusaha mengumpulkan memori untuk mengingat namja itu, entah kenapa namanya sangat tidak asing bagiku.

“Hyun-ah, kau harus membuat namja bernama Cho Kyuhyun masuk ke Club kita lagi”

“MWOYA ?!”

Ahjussi, kau yang benar saja, bagaimana bisa ada seorang Manager yang merengek meminta seorang namja kembali masuk kedalam sini, kau membuatku gila ahjussi.

“Ahjussi mohon Hyun-ah, dia satu – satunya orang yang dapat kita andalkan saat ini, ahjussi takut jika kenyataan bahwa nanti Club kita akan hancur karena kekurangan pemain”

“Tapi ahjussi ! Bagaimana bisa aku membawa ‘mantan pemain’ Club ini kembali lagi ? Bukankah tadi ahjussi bilang, dia keluar karena keinginannya ? Shirreo !” aku meninggikan suaraku dan berharap ahjussi menyerah saat ini. Sungguh, aku tidak menyangkan pekerjaan seorang Manager Club seperti ini.

“Jebal Hyun-ah, appamu juga bilang kepada ahjussi bahwa hanya kau yang dapat membuatnya kembali”

“Atas dasar apa ahjussi berkata seperti itu ?”

Ahjussi memijat pelipisnya, aku tahu ahjussi pasti bingung dan tertekan dalam situasi seperti ini, apa aku harus menolongnya ? Demi Club ?

“Appamu dan Kyuhyun saling mengenal, Kyuhyun adalah anak didik dari appamu dulu, dia adalah pitcher hebat setelah appamu, saat Kyuhyun keluar, appamu sempat terpuruk. Kau ingat kan tiga tahun yang lalu ? Saat appamu jatuh sakit dan beliau seminggu di rawat diruang intensif ?” Aku mengangguk, ahjussi tersenyum miris.

“Dia begitu karena merasa kehilangan Kyuhyun, jadi kumohon Hyun-ah, bantu ahjussi untuk membuatnya kembali”

Apakah benar perkataan ahjussi ? Aku takut ahjussi mengarang cerita atau semacamnya, tetapi disisi lain, aku berfikir, apakah benar sebegitu besarkah dampak yang ditimbulkan oleh namja itu ?

“Arraseo, aku akan mencarinya”

“Jeongmal ?”

“Hm.. Ne”

Ahjussi tersenyum lebar lalu berdiri dari tempat duduknya dan menarikku kepelukannya, aku tahu ahjussi merasa bahagia, tetapi tidak denganku, aku tersenyum miris mendapati kenyataan aku harus meminta seorang namja untuk.. Ah annio, bukan meminta, tetapi istilah lainnya aku harus merengek padanya jika bertemu dengannya, dan aku harus membujuknya kembali. Aigoo.

“Ahjussi” Sambil melonggarkan pelukannya, ahjussi menatapku sambil tersenyum, entah kenapa aku jadi muak melihat wajah ahjussi yang seperti ini.

“Apakah ahjussi itu mau kembali jika nanti kupinta ?”

“Ahjussi rasa dia ingin kembali, yah semoga saja” Aku menatap ahjussi tajam, tetapi yang kutatap malah mengalihkan pandangannya menuju jendela ruangan ini.

“Oh iya Hyun-ah, namja yang kau sebut ahjussi tadi satu tahun diatasmu, jadi sepertinya kau belum pantas memanggilnya ahjussi”

“Aku tidak peduli ahjussi”

Aku melipat tanganku didepan dada dan mencebikkan bibir kesal. Rasanya aku jadi kesal karena menerima tawaran ahjussi tadi.

“Aigo~ jangan marah Nona Manager, aku yakin Kyuhyun pasti mau” ujarnya tenang sambil memandangku. “Oh ya, apa kau tidak mengenal Kyuhyun ?”

“Annio, wae ?” Aku benar – benar bingung, memang harus aku mengenalnya ? Memang dia siapa ? Tidak penting.

“Dia itu mengenalmu Hyun-ah”

Tubuhku menegang, perkataan ahjussi sungguh membuatku kalah telak, jika dia mengenalku, berarti semakin akan semakin banyak peluang aku dipermalukan olehnya nanti. Ah MALDO ANDWAE !!

“Terserahlah, ahjussi aku harus keluar dulu, mereka menungguku. Annyeong”

Aku berjalan terseok – seok menuju pintu ruangan ahjussi, saat akan menarik kenop pintu, ahjussi memanggilku dan memperagakan tangan yang mengepal ketas dan berkata tanpa suara seolah berbicara ‘Hwaiting’ . Aku mendengus, ahjussi sialan !

TBC…

Gimana gimana ? Hehe

Need saran dan kritik 😀

LOVE !

Gambar

Iklan

12 responses to “Baseball In Love ( Chapter One )

Hello reviewer!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s