Baseball In Love ( Chapter Three )

Gambar Author             : chochangevilkyu

Title                 : Baseball In Love ( Part 3 )

Cast                 :

Park Jihyun (OC)

Cho Kyuhyun

Lee Sungmin

Other Cast       :

Can you find by yourself

Genre              : Romance, Sport, Friendship, Comedy

Rating             : Teen

Length             : Chaptered

A/N                 : Masih ada yang inget author ? Masih dong, harus itu *maksa

oke ini pure pemikiran author, jadi maap kalo gajelas ya, jangan lupa juga komen ples kritik saran yaps, last.. Awas Typo ! Oh ya, jangan lupa mampir di https://misteri666.wordpress.com ya^^

Oke, happy reading, check this out…

Author’s POV

            “Yeoboseyo”

“…”

“Ah aku sedang malas ahjussi”

”…”

”Aish ne arra.. arra”

”…”

”Aku tahu itu hanya alasan belaka ahjussi kan ?”

”…”

”Ne !”

Seorang gadis yang sedang menikmati sore indahnya di taman hanya memberengut kesal sembari memasukkan ponselnya kedalam tas dengan paksa, ia bangkit dari duduknya lalu mencari sesuatu didalam tas kecil yang ia sampirkan dibahunya.

Gadis itu Park Jihyun hanya dapat menghela nafas panjang sambil melihat secarik kertas yang ia temukan didalam tas kecil berwarna sapphire blue kesukaannya. Hari ini ia harus mencari alamat yang diberikan ahjussinya seminggu yang lalu. Alamat namja yang ia yakini sangat dibencinya, namja yang faktanya membuat appanya koma dalam kurun waktu satu bulan.

***

            Rumah bergaya khas seperti kerajaan Korea jaman dulu terpampang jelas didepan mata Jihyun, rumah berwarna putih pucat yang sekelilingnya ditumbuhi bunga kesukaanya, bunga tulip dalam pot. Seulas senyum tersungging diwajah Jihyun kala menatap rumah itu, sejenak ia melupakan kekesalannya terhadap namja yang akan ditemuinya itu.

***

16.00 KST Incheon Airport

            Seorang namja turun dari pesawat dengan gaya angkuhnya, tak lupa senyuman yang mempesona ia tunjukkan kepada orang – orang disekitarnya, bak artis besar yang sedang naik daun, ia berjalan ditengah orang – orang yang berjejeran rapi disamping kanan kirinya yang menatap ia dengan kagum seakan menyilahkan namja itu berjalan ditengah – tengah dengan gaya yang cukup membuat orang disekitarnya terperangah.

Suara ponsel yang samar – samar terdengar, membuat sang namja sedikit menjauh dari kerumunan itu dan menyentuh tombil hijau ponselnya.

”Yeoboseyo”

”…”

”MWOYA ?!”

”…”

”Yak.. tapi-”

Tuut.. Tuut.. Tutt

”Ugh sialan, apa sepenting itukah urusannya hingga tak bisa menjemputku ?”

Namja itu menghentakkan kakinya kesal dipelataran bandara yang luas, ia dengan cepat melangkahkan kakinya lalu mencari kendaraan yang dapat ia gunakan untuk pulang kerumah.

***

            Ting.. tong..

Jihyun memencet bel rumah besar itu sambil menyiapkan mentalnya untuk menemui namja yang ia yakini sangat menyebalkan itu. Sesekali ia merapikan dandanannya hanya untuk sekedar demi kesopanan belaka.

Cklek..

”Ah.. annyeong”

***

Jihyun’s POV

            ”Ah annyeong”

Aku menunduk sopan setelah mengucapkan salam pada pemilik rumah. Kenapa yang membukakan pintu seorang yeoja ? Dia sangat cantik, aku yakin yeoja ini mungkin hanya beberapa tahun usianya diatasku.

”Ne.. annyeong.. Ayo masuk dulu agashi” ucapnya ramah sambil menyunggingkan senyuman manisnya. Aigo apa dia adalah noona namja itu ?

Dia mempersilahkan aku duduk lalu menawariku berbagai minuman dan makanan. Yeoja ini sangat ramah sekali, bahkan sangat manis. Jika Daigo oppa mempunyai yeojachingu seperti dia, aku yakin oppa akan sangat beruntung. Yak apa yang kau pikirkan Park Jihyun !

”Em.. agashi nuguya ?”

Setelah meletakkan dua cangkir kopi dan beberapa keping biskuit, dia duduk disebelahku lalu menatapku dengan eye smile-nya.

”Ah, mianhe agashi, aku Jihyun, em ini“

Aku menyodorkan kartu namaku sebagai Manager dari Bambies Club, kulihat dahinya agak mengernyit heran karena membaca profilku di kartu nama milikku. Apa ada masalah ?

“Neo.. Park Jihyun ?“

“Em.. ne, waeyo agashi ?“

“Ah perkenalkan, Ahra imnida“

Dia tersenyum tetapi tak dapat menyembunyikan ekspresi herannya saat menatapku, dia semakin menatapku intens dan itu sedikit membuatku risih.

“Noemu yeppeo“

“Ne ?“

“Ah.. annio, kau sebaiknya panggil aku eonnie saja ne ? Aku tiga tahun diatasmu“

“Jinjjayo ? Ah ne eonnie“ ucapku sambil tersenyum. Aku melihat ketulusan yang ia pancarkan dari kedua bola mata hitam pekatnya, dia pasti seorang eonnie yang baik, apalagi baru pertama kali aku merasa seperti mempunyai eonnie, manis pula.

“Em.. ada yang perlu apa kau kemari Hyun-ah ? Bolehkan aku panggil seperti itu ?”

Aku mengangguk dan itu membuat seulas senyum terpancar dari wajah manisnya. ”Ne eonnie, aku ingin bertemu dengan namja bernama Cho Kyuhyun ?”

Kulihat ia sedikit kaget, hei kenapa akhir – akhir ini banyak orang yang terkaget atas ucapanku ? Aku sangat bingung.

”Kau mencari dongsaengku ?”

”Ne ?”

”Dia adalah dongsaengku, tapi jeongmal mianhe, dia sekarang berada di Amerika dan kuliah disana, memang ada perlu apa kau mencarinya ?”

Kuliah di Amerika ? Aigo berarti di tidak ada di Seoul ? Yak, bagaimana ini ? Bisa – bisa ahjussi akan membunuhku jika tidak membawa namja itu, ottokhae ?

“Jinjjayo ? Ah kalau begitu aku salah waktu ya” ucapku terdengar pasrah. Aku merasa gagal, tetapi disisi lain aku juga merasa senang karena tidak melihat namja itu. Entah apa yang aku lakukan jika bertemu dengannya.

“Em.. Hyun-ah, apa kau putri Park Jungsoo ?”

“Ne eon, kau mengenal appaku ?”

”Jinjjayo ? Jadi kau benar – benar Park Jihyun yang itu ?”

Itu ? Maksudnya apa ? Apa dia mengenal aku dan keluargaku ? Sikapnya terlihat aneh.

“Ah eon, maksudmu apa ? Aku kurang mengerti”

”Ah annio”

Eonnie kenapa terlihat gelagapan ya ? Aku semakin curiga dengan sikapnya ? Apa benar dia menyembunyikan sesuatu ? Ah tidak mungkin, aku tidak mengenalnya kok, mana mungkin.

”Kalau begitu, aku pamit pulang dulu eon, ini sudah hampir petang, aku takut jika oppaku cemas”

”Secepat itukah ?”

”Mianhe eon, tetapi kapan – kapan aku akan kesini lagi jika ada waktu, gomawo untuk semuanya, annyeong”

”Ne annyeong Hyun-ah, kapan – kapan kemarilah lagi, eonnie pasti akan menunggumu”

Eon melambaikan tangannya saat aku sudah berada dipelataran rumahnya, eonnie sangat baik, bahkan aku yang baru saja ditemuinya langsung akrab seperti ini, aku harap kita dapat bertemu lagi eon.

***

            Aish, kenapa ponsel oppa tidak bisa dihubungi, lalu aku pulang dengan siapa ? Ini sudah jam 5 sore, ottokhae ? Bagaimana jika tidak ada bus yang melewati halte ini, ugh apa kau harus berjalan sampai rumah ? Andwae ! Bisa – bisa aku pulang nanti badanku kurus.

Sudah setengah jam aku menunggu bus atau taksi disini, tetapi entah karena ini hari sialku atau kurang beruntung, dua kendaraan umum itu tak kunjung menampakkan wujudnya. Lama – lama keadaan remang begini membuatku sedikit merinding, tetapi aku juga kesal karena hal ini aku harus berlama – lama diluar rumah dan terpaksa menikmati angin yang dingin.

”Copet.. Copet !!”

Samar – samar kudengar dari sebelah kananku ada orang berteriak, seketika itu pula aku melihat laki – laki yang tinggi dan sedikit hitam dengan wajah yang lumayan garang berlari menujuku. Ah aku yakin ia adalah copetnya, pas sekali, aku sedang ingin menghajar orang, akan kulampiaskan semua amarahku padanya.

”Neo ! Minggir !”

”Shirreo~ Jangan menyuruhku ahjussi jelek”

Aku menjulurkan lidahku lalu menangkap tangan kirinya dan memelintirnya kebelakang, ahjussi ini mengerang kesakitan dan berusaha memukulku dengan tas yang aku rasa milik seseorang yang ia copet. Dengan gerakan memutar, kutangkap tangan kanannya dengan gesit lalu kembali memelintirnya sehingga ia berteriak sambil meronta – ronta.

”Akh.. lepaskan !”

Tak kuhiraukan permintaan ahjussi ini, dengan cepat kuambil tas yang ia copet dan menyembunyikannya dengan sebelah tanganku yang bebas.

”Agashi”

Aku menolehkan kepalaku kepada suara orang yang kurasa memanggilku, seorang ahjumma yang terengah – engah karena habis berlari. Seketika itu pula ahjussi itu mencengkeram lengan kananku dan berlari sangat kencang. Ugh sial tanganku panas.

”Dia kabur !” ucapan ahjumma itu menyadarkanku yang sedang mengusap lengan kananku. Kulihat ada seorang namja yang berada tak jauh dari pencopet itu.

”Hei, tangkap pencopet itu !!”

***

Kyuhyun’s POV

            ”Argh sial !”

Aku berteriak tak jelas dijalan yang mulai remang ini, gara – gara taksi yang mogok dijalan tadi aku harus berjalan dari sini sampai rumah. Ini juga ulah temanku yang tak bisa menjemputku. Jika aku menyuruh Ahra noona aku tak yakin dia akan menjemputku, aku tahu dia orang yang sok super sibuk.

Sesekali aku menguap karena mengantuk, padahal ini baru jam enam sore tetapi keadaan sudah hampir gelap, aku tetap melanjutkan langkahku supaya cepat sampai rumah dan tidur di kasurku yang empuk.

Kulihat beberapa meter dariku ada orang yang sedang berlari tak jelas dan terlihat ketakutan.

”Hei, tangkap pencopet itu !!”

Suara seorang yeoja yang terdengar cukup keras merasuk di indra pendengaranku. Apa ? Copet ? Tunggu, apa maksudnya ahjussi ini ?

BUGH

”Arggghhhh”

Ahjussi yang kutendang kakinya saat berusaha berlari ini mengerang kesakitan, aku menarik kerah belakang jaketnya lalu menatapnya tajam.

”Yak kau pencopet berandalan ! Ikut saya kekantor polisi sekarang”

Seorang polisi menggiring ahjussi ini dan menyeretnya masuk kedalam sebuah mobil polisi. Mampus kau ! Siapa suruh melakukan tindakan tak bermoral yang memalukan.

”Gamsahamnida nak, kalian berdua sudah menolong saya”

Seorang ahjumma yang aku yakini seseorang yang dicopet ini membungkukkan badannya didepanku. Tunggu ! Berdua ? Kulirik sebentar seorang yeoja yang berada disamping ahjumma. Sejak kapan ada seorang yeoja disana ?

”Ah ne ahjumma, tidak perlu sungkan seperti ini”

Yeoja itu tersenyum kepada ahjumma tersebut, kenapa senyumannya sangat lembut dan manis ? Yak Cho Kyuhyun hentikan khayalanmu !

”Kalian berdua pasangan yang serasi, sebagai gantinya, mari ahjumma traktir direstoran diujung jalan sana”

”Mwo ? Pasangan ? Andwae !” ucapku dan gadis itu bersama. Yak apa – apaan dia mengikuti gaya bicaraku, seketika itu pula gadis itu menatapku tajam dan membuatnya terlihat lebih cantik. Cho Kyuhyun hentikan pemikiran anehmu itu !

”Wah benar – benar serasi, sudahlah ayo kita makan bersama”

***

Author’ s POV

            Saat ini mereka bertiga sedang menunggu pesanan makanan yang datang, sesekali ahjumma itu tertawa, entah apa yang ia tertawakan. Kyuhyun dan Jihyun hanya tersenyum dipaksakan saat sang ahjumma melontarkan kata – kata yang manis, tetapi itu membuat Jihyun maupun Kyuhyun benar – benar ingin menelan ahjumma itu bulat – bulat. Bagaimana tidak ? Ahjumma itu sedari tadi membicarakan kesigapan pasangan didepannya saat menolongnya, ahjumma itu berkata bahwa Jihyun dan Kyuhyun seperti pasangan super hero yang manis dan serasi.

”Nah, ayo dimakan” ucap sang ahjumma saat makanan telah terhidang didepan mereka semua. Jihyun yang mulanya kesal mendadak menjadi sumringah saat melihat beberapa menu favoritnya tergeletak pasrah seolah memintanya untuk segera melahapnya. Sedangkan Kyuhyun ? Namja itu langsung menyerobot makanan itu dan sesekali terbatuk karena terlalu cepat makan. Jihyun yang melihatnya jadi kesal karena tingkah namja disampingnya yang memuakkan tersebut, ahjumma malah tersenyum melihat kedua orang itu yang dirasanya sangat romantis dan manis.

”Kalian pasangan yang sangat manis, kapan menikah ?”

Jihyun yang kala itu sedang meminum airnya lalu menyemburkannya kenamja asing didepannya tersebut, sedangkan Kyuhyun menatap yeoja asing didepannya dengan tajam lalu meminum airnya dengan cepat, karena ucapan sang ahjumma membuat dia menelan paksa nasi – nasi yang masih tersangkut di kerongkongannya.

”Ah ahjumma, kami ini bukan sepasang kekasih”

Jihyun berkata sambil tersenyum dipaksakan, tetapi dalam hatinya, ia ingin sekali mencekik ahjumma didepannya yang sedari tadi menyinggung hubungan mereka. Menikah ? Kenal saja tidak.

”Benar ahjumma, kami saling kenal saja tidak” ucap Kyuhyun mendukung perkataan yeoja didepannya.

”Aigoo, kalian sedang bertengkar ya ? Jangan seperti ini, kalian adalah pasangan yang manis, nah sudah selesai kan ? Ahjumma pulang dulu ne, gomawo sudah membantu ahjumma, ahjumma harap kalian langgeng sampai menikah, annyeong”

Ahjumma itu lalu melenggang pergi setelah tersenyum kepada Jihyun dan Kyuhyun. Suasana disitu sangat akward, padahal restoran itu cukup ramai, tetapi pasangan kekasih palsu itu terdiam sampai suara ponsel Jihyun berdering cukup keras.

”Yeoboseyo”

”…”

”Yak.. oppa cepat jemput aku”

”…”

”Aku di restoran Nami – Nami”

“…”

“Ne, cepat oppa !”

Setelah Jihyun memasukkan teleponnya kedalam tas ia menoleh namja disampingnya yang memandanginya dengan intens.

“Wae ? Apa belum pernah melihat yeoja cantik ?” tanya Jihyun sarkatis.

“Cih.. cantik ? Jangan bercanda kau ! Dari sisi mana kau terlihat cantik ? Mungkin hanya orang buta yang menyimpulkan seperti itu” jawab Kyuhyun sinis sembari melayangkan tatapan ’kau-jangan-bermimpi’

”Yak neo !”

”Wae ? Ingin membalas ucapanku ? Ayo balas saja !”

Jihyun menghela nafas dan mulai beranjak pergi meninggalkan restoran tersebut. Ia duduk dikursi depan restoran itu sembari mengusap lengan kanannya yang masih terasa panas akibat cengkraman ahjussi tadi.

“Tanganmu kenapa ?” Kyuhyun yang baru saja keluar menenteng kopernya lalu menghempaskan tubuhnya disamping Jihyun.

“Bukan urusanmu” jawab Jihyun cuek.

Kyuhyun hanya mendengus dan lalu mulai mengeluarkan ponsel dan mengirim pesan singkat kepada noonanya agar menjemputnya di restoran tersebut. Kyuhyun tidak jadi memberikan kejutan atas kepulangannya karena jika ia berjalan sampai batas rumahnya, sudah dipastikan sampai rumah kakinya akan kram sepanjang hari.

***

Jihyun’s POV

            Namja disampingku ini benar – benar tak peka, apa ucapanku kurang ketus hingga ia tak mau beranjak dari sini ? Benar – benar menyebalkan, lebih baik aku menunggu oppa sendiri daripada harus bersama namja sok tahu ini. Eh tetapi dia tampan juga, saat menendang ahjussi tadi ia kelihatan keren dan manis. Yak Park Jihyun jangan berpikir macam – macam.

Aku benci suasana akward seperti ini, apa aku harus mengajak dia berbicara dulu ? Ugh tapi membahas apa ? Gara – gara ahjumma tadi aku sedikit kesal pada namja ini, harusnya kan aku kesal pada ahjumma, bukan pada dia, tapi ia kan juga ikut andil dalam kejadian tadi.

“Em agashi, kau hebat juga tadi”

Aku menoleh, menatap manik matanya yang hitam kecoklatan tersebut, dia terlihat tampan saat menatapku. Astaga Jihyun kau ini !

“Err.. gomawo, kau juga tuan”

“Gomawo” ucapnya singkat sembari tersenyum, dia tersenyum ? Noemu kyeopta.

“Oh ya perkenalkan, Kyuhyun imnida, Cho Kyuhyun”

“Oh ne, Park Jihyun imnida” kataku sambil membalas jabatan tangannya. Tunggu ! Nama itu seperti tak asing, nama itu, dia.

“NEO CHO KYUHYUN ?!”

TBC..

Wakakak, uri oppa udah keluar, gimana gimana ?

Kritik dan saran ditunggu 😀

LOVE !

Gambar

Iklan

14 responses to “Baseball In Love ( Chapter Three )

  1. Jenjeng! Wow.. Aksi tangkap penjahat yg keren! Aigoo.. Pasangan serasi? Setuju. B-)
    kya.a aku brpindah hati menyukai pasangan ini, habis.a KyuNa territory dtu2p c.. #curcol #lupakan

    Neo Cho Kyuhyun?? Wkwkwk.. Tutup kuping kyuhyun. Teriakan jihyun bisa membuat sakit kepala #plakk

    akhir.a tuan evil datang.. Lanjutan.a pazti lbih seru. Next..

    • haha sersai tapi aneh *curhatjuga hehe
      tapi di KyuNa territory itu bagus banget, karya cho belum pantes di samakan di sana *curhatlagi wkwk
      iya bener banget, pasti kupingnya sakit haha
      iyaaaa, semoga mereka bisa akur haha
      makasih dear 😀

  2. Ping-balik: Baseball In Love [3/?] | Superjunior Fanfiction 2010·

  3. Yeah! KYUHYUN keluar! Langsung mentereng ganteng deh dia. Unyu juga si ahjumma. Eh, udah pada puji puji diem diem tu. Tanda tanda nih. Sebenernya ada masalah apa sama Kyuhyun? Penasaraaaaan

Hello reviewer!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s