Baseball In Love ( Chapter Two )

GambarAuthor             : chochangevilkyu

Title                 : Baseball In Love ( Part 2 )

Cast                 :

Park Jihyun (OC)

Cho Kyuhyun

Lee Sungmin

Other Cast       :

Can you find by yourself

Genre              : Romance, Sport, Friendship, Comedy

Rating             : Teen

Length             : Chaptered

A/N                 : Masih ada yang inget author ? Masih dong, harus itu *maksa

oke ini pure pemikiran author, jadi maap kalo gajelas ya, jangan lupa juga komen ples kritik saran yaps, last.. Awas Typo ! Oh ya, jangan lupa mampir di https://misteri666.wordpress.com ya^^

Oke, happy reading, check this out…

Author’s POV

Seorang yeoja manis sedang mensedekapkan lengannya di depan dada, tak lupa kerucutan bibirnya membingkai wajah manisnya. Yeoja itu menggerutu tak jelas sembari menghentak – hentakkan kaki di pinggir hamparan lapangan luas tersebut.

“Yak, kalian yang benar jika pemanasan, apa kalian ingin membuatku malu huh ?!”

Yeoja itu berteriak sambil menunjukkan kepalan tangan kirinya yang bermaksud membuat namja – namja didepannya menurut, alih – alih menurut, mereka malah tertawa terbahak – bahak dan menjulurkan lidah, tetapi langsung terhenti dan berlari kencang saat tahu sang yeoja berlari mengejar mereka.

“Huwaa… Manager sadis !” teriak mereka bersamaan lalu berlarian berpencar untuk mengecoh sang Manager.

“Aigo.. aku sungguh tak menyangka, bagaimana bisa namja – namja yang cukup berumur itu bertingkah seperti bayi ?”

Helaan nafas kesal menguar dibalik wajah manisnya yang sedikit memerah akibat panas yang menyerang tubuhnya. Seketika itu pula yeoja itu terduduk dipinggir lapangan dan mengibaskan tangannya untuk mengusir gerah yang bersarang dalam tubuhnya.

“Nona Manager”

Jihyun yang kala itu sedang fokus kedepan segera melayangkan tatapannya pada orang yang memanggilnya tersebut. Betapa terkejutnya ia akan kehadiran sosok yang jarang ditemuinya selama beberapa bulan ini.

“Yesung oppa !”

Jihyun segera memeluk erat namja didepannya tersebut, alangkah bahagianya ia kala itu, sedangkan namja didepannya tersenyum kecil dan membalas pelukan erat yeoja yang sangat disayanginya tersebut.

Yesung adalah Butter utama di Bambies Club, dia sering sekali mengalahkan musuh dengan taktik yang hebat namun tanpa direncanakan, spontanitas alami yang dikembangkan dalam tubuhnya terjadi saat berada dilapangan, jika Yesung berada dilapangan, dia akan menjadi sangat ganas tetapi keren, ia selalu dapat mengontrol laju bola yang dilemparkan lawan mainnya padanya. Tetapi itu dulu saat ia masih berada di Club, sekarang Yesung lebih memilih mengelola perusahaan appanya diluar negeri, tepatnya di Paris. Kim Jongwoon adalah nama aslinya, tetapi ia dijuluki Yesung oleh teman – temannya se Club. Yesung lebih tua tiga tahun dibandingkan Jihyun, dan ia adalah satu – satunya orang yang dipanggil oppa oleh Jihyun selain oppanya sendiri.

***

Yesung’s POV

            Aku melangkahkan kakiku dengan ringan setelah turun dari taksi yang mengantarku dari bandara menuju tempat yang kurindukan. Aku tersenyum melihat pemandangan disini. Masih seperti dulu, sangat hangat dan ramai, benar – benar suasana yang menyenangkan.

Kulangkahkan kakiku menuju lapangan besar yang luas disini, masih sama, tidak ada yang berubah.

“Yak, kalian yang benar jika pemanasan, apa kalian ingin membuatku malu huh ?!”

Suara itu, suara yeoja yang kusayangi, dia sedang mengejar namja – namja didepannya dengan ekspresi yang memancarkan emosi akut. Aku tersenyum sembari melihat aksinya yang menggerutu seperti itu.

“Nona Manager”

Kulihat dia menghentikkan gerakannya yang sedang mengibaskan tangannya, tanpa diduga, ia langsung memelukku dengan erat. Aigoo yeoja ini..

“Yesung oppa !”

Aku membalas pelukannya dengan erat, gadis ini adalah gadis yang paling kusayangi, ia sudah ku anggap sebagai dongsaengku, sejak kecil memang dia sudah dekat denganku dibandingkan orang lain. Aku, Jihyun dan Daigo selalu bersama, gadis ini sangat manja bila berada didekatku, berbeda dengan sifat galak dan ketusnya selama ini. Aigo rasanya seperti baru kemarin aku melihatnya dalam versi seorang gadis kecil.

“Astaga, Nona Manager, aku rasa kau sekarang sangat sibuk ne ?”

Yeoja itu memanyunkan bibirnya dan menatapku tajam, aku semakin tersenyum dan mengacak rambutnya dengan lembut. Sudah kuduga, sifat kekanakannya kembali lagi.

”Yak oppa ! Kenapa baru datang ? Oppa juga akhir – akhir ini jarang sekali menghubungiku, aku rasa seorang Kim Jongwoon sangat sibuk”

Gadis ini melipat tangannya angkuh dan menatapku dengan tatapan menyelidik, haha kau fikir tatapanmu dapat membunuhku Nona Manager ?

”Aigoo~ nan jeongmal mianhe Hyunnie-ya, oppa memang sibuk, maafkan oppa ne ?”

”Shirreo”

”Bagaimana jika permintaan maaf oppa dibayar dengan ini ?”

Aku mengeluarkan oleh – oleh kecil yang kubungkus dengan kertas emas berlapiskan bintang dan bulan yang berwarna putih. Saat itu pula matanya berbinar – binar seperti anak kecil yang mendapatkan permen dari seseorang. Lihat kan ? Sifat anak kecilnya muncul lagi.

”Hah oppa gomawo, aku sayang oppa”

”Baru seperti ini saja berkata sayang, bilang saja kau rindu pada oppamu ini” godaku sambil mencubiti pipinya yang sedikit berwarna merah ranum. Kebiasaanku yang sering kulakukan padanya saat dia sedang merajuk.

”Yak oppa, umurku sudah 17 tahun, jangan memperlakukanku seperti anak bayi” ujarnya kesal lalu memanyunkan bibirnya. Dasar.

”Arra, arra. Park Jihyun sudah menjadi gadis dewasa yang cantik. Nah, sekarang coba panggil yang lain, aku ingin bertemu dengan mereka”

”Siap alien oppa”

Seketika itu pula dia berlari setelah mengucapkan kalimat itu. Huh, gadis menyebalkan itu selalu saja membuatku naik pitam. Sebenarnya tidak ada yang salah dari ucapannya, tetapi entah kenapa jika ia yang mengucapkan, aku jadi kesal.

”Yak, jangan lari Park Jihyun”

***

Author’s POV

            ”Hyun-ah !”

”Hyunnie-ya”

”YAK PARK JIHYUN !!”

Hyera yang kala itu sudah jengkel, dengan langkah kesal menghampiri Jihyun lalu menarik headseat yang bertengger dikedua telinganya.

”Ah.. Annyeong Ra-ya” sapa Jihyun sambil tersenyum manis, lawan bicaranya yang ditatap hanya berdecak dan menggeram, seakan kepulan asap menguar disekujur kepalanya.

”Yak.. aku sudah memanggilmu belasan kali, tapi kau malah mengacuhkanku dan ini.. apa ini ?!” ujar Hyera tak sabaran sambil mengacungkan headseat yang dipegangnya dan melayangkannya didepan Jihyun.

”Ini ? Ini headseatku, wae ?” tanya Jihyun polos dan membuat amarah Hyera kembali mengumpul di ubun – ubun.

Hyera menghela nafas panjang dan menyerah, berdebat dengan sahabatnya, hanya akan membuat ia kewalahan sendiri. ”Sudahlah, lupakan ! Aku hanya ingin bertanya perihal tugas akhir kita, apa kau sudah mendapatkan obyek yang pas, atau angle yang pas untuk men-shoot ?”

”Em..” Jihyun memutar bola matanya sembari berfikir keras. ”Mungkin aku akan membuat film pendek tentang Bambies Club, aku fikir pemainku pasti akan antusias, apalagi Hyukkie-ya yang kelewat narsis itu” ujar Jihyun sambil tersenyum lebar karena mendapatkan sebuah pemikiran yang sempurna.

”Wah, itu bagus sekali, oh ya nanti jika film-mu selesai, bantu aku membuat film ya, rencananya aku akan membuat tentang sejarah Korea dahulu, mumpung saudaraku mempunyai kostum aneh yang mendukung” ucap Hyera puas sambil menaikkan sebelah alisnya.

”Ck.. jika seperti ini saja kau meminta bantuanku, arra arra, tetapi ada bayarannya ya” tawar Jihyun sambil menjabat paksa tangan Hyera. Hyera hanya pasrah lalu menyanggupi permintaan Jihyun.

”Oh iya, ngomong – ngomong soal Club, bagaimana kabar Wookie oppa ? Ah aku merindukannya”

“Semuanya baik Ra-ya, em Wookie-ah juga baik – baik saja, wah aku rasa ada benih – benih cinta yang berkembang nih, bagaimana hubungan kalian berdua ? Apa lancar – lancar saja ? Eh, kencannya ? Kau kemarin habis kencan dengan Wookie-ah kan ? goda Jihyun sambil mencolek – colek bahu Hyera.

Wajah Hyera yang merah merona membuat Jihyun tertawa puas dan menyadari bahwa sahabatnya itu tak lama lagi akan meninggalkan status single-nya lalu berpacaran dengan salah satu pemain terbaiknya.

”Yak.. jangan menggodaku, kau menyebalkan Hyunnie-ya”

Hyera memukul manja lengan Jihyun sambil berusaha menyembunyikan rona merah yang terbubuh di pipi putihnya. Jihyun hanya menjulurkan lidahnya dan berlari meninggalkan Hyera yang masih berteriak kesal.

***

            ”Wah.. manisnya seorang Park Jihyun menjemput pangeran Lee Donghae dikelasnya” ucap Donghae menggoda sambil menaik – naikkan kedua alisnya.

BUGH

”Aw.. Yak.. kau seorang pembunuh Park Jihyun ! Bagaimana bisa seorang gadis melakukan hal seperti itu kepada Pangeran tampan nan mempesona se-Seoul ?”

Jihyun menunjukkan kepalan tangan kanannya yang bermaksud akan melakukan sesuatu yang lebih selain menginjak kaki Donghae. Donghae hanya mengerucutkan bibirnya sebal, sedangkan Jihyun acuh tak acuh lalu berjalan mendahului Donghae yang masih menggerutu tak jelas.

Donghae yang telah berada disisi Jihyun hanya diam dan mencoba bertanya kepada Jihyun. Donghae berfikir akhir – akhir ini Jihyun sangat aneh, gampang marah dan sepertinya sedang sensitif, apa dia ada masalah ya ? Pikir Donghae.

”Kau kenapa Hyunnie-ya ? Ada masalah ?”

Jihyun menoleh ke Donghae sejenak, lalu tetap melanjutkan langkahnya tanpa memperdulikan ocehan Donghae yang mengamuk dibelakangnya.

”Dia kenapa lagi ?” gumam Donghae sambil menggaruk kepalanya yang jelas tak gatal.

***

Jihyun’s POV

Saat ini, aku berada di cafe Handel and Grattel milik Yesung oppa. Sedari tadi aku mengacuhkan pertanyaan oppa yang ia lontarkan. Sudah beberapa kali kudengar ia berdecak, tetapi aku tetap tak menggubrisnya. Masih teringat semua ucapan ahjussi tiga hari yang lalu saat ia menyuruhku menemukan namja yang bernama Cho Kyuhyun itu lalu membawanya kembali ke Club, selain itu, ahjussi juga memberiku alamat rumah namja aneh itu.

”Hyunnie-ya~”

”…”

”Hyunnie-ya !”

”Ah ne oppa ?”

Aku yang sedang menopang dagu lalu terkejut mendapati Yesung oppa yang menyentuh pundakku. Dia menggelengkan kepalanya lalu menghela nafas.

”Sekarang kau punya cara makan terbaru ya ?”

”Ne ?”

”Kau menuangkan toping coklat diatas bibimbap-mu Hyunnie-ya”

”Hah ?”

Kulihat mangkuk bibimbap-ku telah terisi penuh dengan toping coklat yang kupegang. Aku sedikit melonjak kaget saat melihat tingkahku barusan. Aish pabo Jihyun, kau memalukan dirimu lagi, apalagi didepan Yesung oppa, rutukku dalam hati.

”Kau ada masalah ?”

Yesung oppa menatapku intens seolah mendapati aku yang telah tertangkap basah sedang mencuri jemuran tetangga. Apa aku harus mengatakan kepada oppa ? Bagaimana jika aku berbohong ? Oppa pasti akan tahu jika aku berbohong. Ah aku akan menjelaskan saja pada oppa.

”Oppa, apa kau mengenal Cho Kyuhyun ?”

Kulihat Yesung oppa sedikit terlonjak kaget, kenapa Yesung oppa bertingkah seperti itu ? Apa dia mengenal namja itu ? Lalu kenapa sikapnya seperti semua pemainku ? Dua hari yang lalu saat setelah aku mengumpulkan pemainku untuk membicarakan strategi terbaru, aku bertanya kepada mereka apa mereka mengenal namja itu, dan reaksinya seperti terkejut, tetapi mereka lalu berpura – pura biasa saja dan berkata bahwa Cho Kyuhyun hanya mantan pemain baseball di Bambies Club. Lantas jika hanya mantan, kenapa sepertinya wajah mereka seperti tersirat rasa kerinduan dan penyesalan juga amarah ?

Aku menggoyang – goyangkan telapak tanganku didepan wajah Yesung oppa. ”Oppa, nan gwenchana ?”

”Ah.. ne gwenchana”

Tetapi entah kenapa, atau mungkin ini hanya perasaanku saja, Yesung oppa terlihat menahan amarah dan disisi lain wajahnya tersirat rasa kerinduan. Sebenarnya apa yang terjadi ? Kenapa disituasi ini hanya aku sepertinya yang tidak tahu perihal semua yang terjadi ? Aku harus segera menuntaskan pencarianku dan bertemu dengan namja itu. Ya, mungkin dengan cara ini aku akan mengetahui asal muasal permasalahan ini.

”Oppa, kumohon beritahu aku siapa Cho Kyuhyun ? Siapa dia ? Jujur saja, aku sedikit curiga dengan sikap kalian semua. Sikap kalian seolah menyembunyikan sesuatu dariku”

Kutatap bola mata Yesung oppa dengan tajam, dan sepertinya aku menemukan kejanggalan dalam matanya, reaksi Yesung oppa yang mengalihkan pandangannya juga membenarkan bahwa kesimpulan yang ku katakan sepertinya memang benar.

”Hyunnie-ya”

”Oppa, kumohon~” pintaku memelas. Aku harap dengan cara pandangku terhadapnya membuat ia luluh.

”Janji pada oppa jangan marah ataupun melakukan sesuatu yang aneh ya”

Aku mengerutkan keningku, ucapan Yesung oppa semakin membuatku penasaran. Aku mengangguk dan ia mulai menghela nafas lagi, entah sudah keberapa kali ia melakukan hal itu.

”Dengarkan oppa Hyunnie-ya, Cho Kyuhyun adalah anak didik appamu, ia adalah Pitcher hebat dan bertalenta, semua permainannya selalu diakui pihak lawan dengan kategori permainan mematikan tetapi lembut”

Aku sedikit kesal kepada oppa, kenapa pembicaraannya berbelit – belit, tetapi aku harus tenang, jika aku berdecak kesal dan mangkir dari janjiku, pasti Yesung oppa akan marah dan mendiamkanku, aku paling tidak bisa jika didiamkan oleh oppa.

”Tiga tahun.. Tiga tahun yang lalu dia keluar dari Club, entah kenapa dia melakukan itu oppa juga tidak tahu, appamu sangat menyayanginya begitupun oppa, dia sudah oppa anggap sebagai dongsaeng oppa, Daigo oppa-mu juga mengenalnya. Saat dia pergi, semuanya terpuruk, bahkan kau tahu ? Hyukkie yang kerap sekali bertingkah menjadi pemurung dalam waktu dua minggu, Kim ahjussi juga kacau sekali, semua pemain sangat kehilangan dia, satu bulan Club kita sempat akan ditutup karena tak ada perkembangan, dan sebelum itu juga Park ahjussi..”

”Mwoya ?”

”Appamu sempat koma dalam waktu satu bulan-”

”Apa maksudmu oppa ? Bagaimana bisa ?!”

Aku menyela ucapannya yang akan dilontarkannya, hah ? Appa sakit ? Koma satu bulan ? Bagaimana bisa aku tidak tahu ?

”Hyunnie-ya, kau sudah berjanji tidak akan marah kan ? Dengarkan oppa sampai tuntas dulu”

Aku tahu Yesung oppa kesal padaku, tetapi aku harusnya yang lebih kesal. Bagaimana hal seperti ini, aku tidak tahu ?

”Baiklah, oppa lanjutkan. Park ahjussi koma karena kesehatannya menurun seiring berjalannya waktu. Saat Kyuhyun meninggalkan appamu dulu, beliau sempat pingsan, selang satu bulan beliau koma. Kami semua berusaha mencari Kyuhyun dirumahnya, tetapi hasilnya nihil, mereka hilang tanpa jejak seolah terhisap didalam perut bumi. Saat kau berusia enam belas tahun dan kau pulang dari Kanada beliau langsung sadar dan kembali sehat, saat itu pula kepulanganmu menjadi berkah bagi Bambies Club. Kau adalah matahari bagi mereka, kedatanganmu membuat semuanya kembali bersemangat”

Entah kenapa seulas senyum kesunggingkan saat Yesung oppa tersenyum melihatku sambil menceritakan kejadian masa lalu.

”Appamu juga tidak ada niatan lain untuk menyembunyikan sakitnya padamu. Ahjussi berkata kepada kami semua bahwa ini akan menjadi rahasia. Beliau tak ingin kau shock atau jatuh pingsan, beliau sangat memperhatikanmu Hyunnie-ya”

Aku terisak, cerita Yesung oppa sungguh menohok didalam relung hatiku, sebegitu besarkah kasih sayang appa padaku ? Aku ingin pulang lalu memeluk appa, appa aku sungguh menyayangimu. Yesung oppa lalu berdiri dan menghampiri kursiku, ia memelukku erat, pelukan seorang oppa ke dongsengnya yang hangat dan menenangkan.

”Uljima Hyunnie-ya, kenapa kau menangis huh ? Kau tak pantas menangis.. Sungguh memalukan”

”Yak oppa-ya, kau membuatku malu”

Aku semakin membenamkan kepalaku ke dada bidangnya, dia hanya tertawa sambil mengusap – usap rambutku lembut.

”Yak.. Yesung hyung curang ! Aku juga ingin ikut berpelukan”

Tiba – tiba suara cempreng seseorang yang sangat kukenal menghampiri kami dan ikut masuk kesela – sela kami, dia memeluk aku dan oppa dengan sangat erat.

”Yak.. Hyukkie pabo ! Jauhkan tubuh baumu padaku, kau bau sekali !” ujarku diselingi tawa keras dari Yesung oppa dan cibiran kecil dari Eunhyuk.

”Nona Manager sangat galak ya, padahal jika dia tidak segalak ini, pasti aku sudah menjadikan kau yeojachingku dari dulu”

”Mwoya ?! Apa yang kau bicarakan monyet busuk. Enyahlah dariku”

Kulihat dia malah menghampiriku dan memelukku erat sekali sampai aku kehabisan nafas. Dasar namja monyet ini.

“Aigo~ Hyunnie-ya, jangan marah – marah terus, nanti cantikmu hilang loh, aku lebih suka kau menangis, terlihat manis”

Seketika aku mendorong tubuhnya dan memamerkan death glare-ku kepadanya, Eunhyuk menjulurkan lidahnya kepadaku lalu berlari bersembunyi dibalik tubuh Yesung oppa.

“Yak monyet sialan ! Akan kubunuh kau !”

“Huwa, Nona Manager mengamuk”

TBC..

Gimana part ini ? Need kritik dan saran ya 😀

LOVE !

Gambar

Iklan

16 responses to “Baseball In Love ( Chapter Two )

  1. Kekeke. Kocak sist. Eunhyuk oppa emang pelawak. Wkwk..

    Wah, suamiku baik banget.. Jadi envy ama jihyun.. Oppa, aku jg mw d pelukk… B-)
    #yesung datang memelukku #yeay #pletak wkwkwk

    typo.a berkurang. Asik.. Lanjut ~

Hello reviewer!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s