Other Dimension ( Part 6 )

Gambar

Title                 : Other Dimension ( Part 6)

Author             : chochangevilkyu

Main Cast

Kim Jihyun Ellora McFletcher (OC)

Cho Kyuhyun as Kim Kyuhyun Genovian McFletcher

Lee Sungmin as Kim Sungmin Genovian McFletcher

Kim Heechul as Kim Heechul Genovian McFletcher

Other Cast

Can you find in story

Genre              : Fantasy, Adventure, Family, Friendship, Romance ( a little bit)

Length             : Chaptered

Author Talk     : This is my story, pure my story from my mind kkk~

Now happy reading, leave comment after read please, gomawo ^^

Kekehan kecil terdengar dari tengah istana Delufaur, semua orang, mulai dari petinggi istana, dayang – dayang yang mengantar makanan dan staff istana telah memenuhi ruang Square Table tersebut, tak terkecuali Kyuhyun, Sungmin dan Heechul, tetapi sang kembaran Kyuhyun masih belum tampak di Square Table.

“Wah kalian tampan – tampan ya”

Sang kakek yang kedudukannya telah digantikan oleh kedua orangtua mereka tersenyum lebar saat mendapati cucu – cucunya telah beranjak remaja dan tampan, sang kakek memang belum pernah bertemu mereka, hanya sekali saat mereka masih kecil, tetapi itu juga sudah sangat lama. Serempak mereka bertiga tersenyum dan saling pandang satu sama lain.

”Hyunnie-ya mana ?” bisik Kyuhyun pada Sungmin yang berada disebelahnya. Sungmin hanya mengedikkan bahu tanda tidak tahu dan kembali mengamati keadaan sekitar yang err menurutnya membosankan. Bagaimana tidak ? Semua kursi hampir dihuni oleh para orangtua yang membicarakan istana, kedudukan dan saling menghisap cerutu, sifat orang terpandang.

Tiba – tiba kekehan dan pembicaraan mereka terhenti saat melihat seorang gadis yang menuruni tangga diapit dengan dayang disampingnya. Jihyun yang kala itu menjadi pusat perhatian hanya menggaruk tengkuk seperti merasa aneh dan menunduk saat berpapasan dengan kakek dan neneknya.

”Wah, ini cucuku ? Sangat manis~” ucap sang kakek dan nenek bersamaan setelah menatap Jihyun yang telah duduk manis disamping Kyuhyun. Jihyun mengenakan dress yang mekar dibawahnya, lilitan kain satin tipis yang mengelilingi panggul dan pita dibagian pinggang kanannya menambah kesan glamour pada dirinya, dress berwarna putih tulang dengan aksen diamond di sekitar dadanya.

Kyuhyun yang kala itu masih menganga tak percaya tiba – tiba lengannya disenggol oleh Jihyun. ”Aku tahu aku cantik, jangan melihatku seperti itu Kyu” ujar Jihyun percaya diri sambil menjulurkan lidahnya. Kyuhyun mendengus dan kembali fokus pada piring didepannya.

Ting.. Ting.. Ting

Kim Jongsuk membunyikan gelas dengan sendok yang ia pegang, tanda makan malam siap dimulai, dia memimpin doa lalu mengangkat gelas yang ia bawa dan menyerukan kata chess, suara gelas yang berada menjadi saksi bahwa makan malam yang membosankan akan dimulai.

Jihyun mengedarkan pandangannya pada Square Table itu, dia mencari seseorang yang sangat ditunggunya, setelah menemukannya, Jihyun mengulas senyum dan itu membuat lawannya juga melempar senyum yang lebih manis. Jihyun sempat tertegun, tapi dia pura – pura seperti wanita berkelas yaitu tidak akan meloncat kala itu juga.

Kyuhyun sempat melirik seseorang yang didepannya, Shin Jaein, gadis itu sedari tadi menunjukkan seringaiannya pada Kyuhyun, Kyuhyun yang melihat berpura – pura tak menyadarinya dan kembali menyantap makanannya, tiba – tiba saat pandangan mereka bertemu, Jaein mengangkat sendoknya yang berisi sayur dan mengangkat kedua alisnya bersamaan, Kyuhyun yang belum mengetahui maksud gadis itu hanya mengangkat sebelah alisnya bingung. Jaein mempraktekkan dengan memasukkan sayur itu kedalam mulutnya, Kyuhyun yang telah sadar maksud gadis itu lalu menelan paksa nasi – nasi yang belum dikunyahnya, dia tahu bahwa gadis itu menantang Kyuhyun untuk makan sayur.

”Aish awas kau nanti !” ucap Kyuhyun tanpa suara yang ditujukan pada Jaein, sang empunya yang ditatap hanya menjulurkan lidah dan kembali menantangnya. Dengan terpaksa Kyuhyun menyeruput kuah sayur itu sedikit demi sedikit, tetapi Jaein belum puas dan melotot ke Kyuhyun bahwa laki – laki itu harus memakan sayur hijaunya tersebut.

”Wah Kyu, aku tak tahu jika kau menyukai sayur”

Jihyun yang mengetahui kembarannya memakan sayur hanya menatap tak percaya dan membuka mulutnya lebar. Kyuhyun mengarahkan kepalanya pada perempuan didepannya saat Jihyun masih menatap Kyuhyun, sekejap Jihyun menghadap Jaein lalu tersenyum, dan Jaein kembali menampilkan senyum manisnya pada Jihyun, kedua orang itu benar – benar licik dan menyebalkan, batin Kyuhyun pasrah.

***

            Saat ini Jihyun telah berada dibalkon kamarnya, ah maksudnya balkon kamarnya dan saudara – saudaranya, dia memutuskan untuk tidur bersama mereka, tak peduli Aiden yang menyebalkan itu memarahinya. Ngomong – ngomong soal Aiden, Jihyun sangat kesal pada pria itu, waktu makan tadi, pria itu selalu membuatnya kesal, sebenarnya Jihyun tidak peduli itu, tetapi sayangnya pria itu duduk didekatnya, jadi dia diapit Kyuhyun dan Aiden, pria itu selalu mengganggunya saat sedang makan, menyenggol tangannya saat sedang menyuap makanan, menyindir dandanannya dan menyenggol – nyenggol kakinya. Sungguh menyebalkan, pikir Jihyun.

”Sayang~”

Jihyun menoleh mendapati ibunya menghampirinya, dia mengusap – usap puncak kepala Jihyun dengan sayang.

”Mom, aku ingin bertanya”

”Mom tahu sayang, pasti kau bingung kan ?”

Jihyun mengangguk dan menghirup udara dalam – dalam, dia mengikuti ibunya yang duduk disofa panjang. ”Mom, sebenarnya apa yang terjadi ?”

Ellora menghela nafas, dia tahu lambat laun putrinya pasti akan bertanya tentang hal itu. ”Sayang, kita ini bukan manusia biasa, kita mempunyai suatu koneksi dengan dimensi ini, dimensi lain”

”Maksud Mom ? Aku masih belum mengerti” tanya Jihyun sambil menautkan kedua alisnya.

”Mom dan Daddy-mu adalah petinggi negeri ini, kami dilahirkan disini, saat masih kecil kami memang telah dijodohkan dari pihak istana, tetapi mereka memang sengaja mengirim kita ke bumi saat Mom mengandung Heechul, kakek dan nenekmu ingin kami belajar untuk kehidupan di bumi, saat kami melahirkan kalian, kakek dan nenek memanggil kami lagi untuk membawa kalian kemari, kalian sebenarnya pernah kemari lho, tetapi waktu masih kecil, apa kau ingat ?”

Jihyun memutar bola matanya, dia menggeleng pelan karena memang tak mengingat apapun.

”Sudah Mom duga, lalu ramalan berkata bahwa kalian adalah pewaris Istana ini, kalian harus menjadi penerus kami nanti-”

”Maksud Mom aku dan yang lain tinggal disini selamanya ?” seru Jihyun memotong pembicaraan Ibunya.

”Sebenarnya iya, tetapi Mom tak ingin masa depan kalian menjadi tak menentu karena tinggal disini, jadi Mom ingin kalian tetap di Seoul”

Jihyun masih tetap tak mengerti, dia kembali mengernyitkan dahinya. ”Lalu apa hubungannya ? Toh jika memang kami pewaris tahta nanti, kenapa Mom tak memberitahu kami dari dulu ? Terus pintu aneh itu kenapa bisa disana ?” tanya Jihyun beruntun, sang ibu menatap Jihyun sambil tersenyum lalu mengusap kepala putri tunggalnya, Ellora tahu bahwa putrinya mempunyai sifat yang berbeda dari gadis lain, sangat ingin tahu.

”Mom ingin kalian yang mengetahuinya sendiri, dan soal pintu itu, Dad-mu memang ceroboh, harusnya pintu itu ditaruh dikamar kami saja ya” ucap Ellora sambil terkekeh.

”Jadi pintu itu dapat dibawa dimanapun ? Dan kalian berusaha menyembunyikannya di loteng ?” Jihyun masih belum puas dengan jawaban ibunya.

”Tidak, tidak. Sebenarnya saat Mom memberimu hukuman, Mom ingin kau yang pertama kali menemukannya sayang, jadi memang waktu itu saatnya kami memberitahu yang sebenarnya”

”Lalu, kenapa Mom menyembunyikan sepatu, jubah dan wand itu ditempat Lab Mom ?”

”Itu memang sengaja, Mom tahu pasti kamu tidak akan pernah menahan rasa penasaranmu kan ? Mom tahu jika kau itu ingin sekali ke Lab Mom, jadi Mom ingin memberi kejutan padamu disana sayang” jawab Ellora sambil mencubit pipi putri kesayangannya.

Jihyun manggut – manggut tanda mengerti, dia mulai mengetahui tentang asal usul keluarganya yang ternyata ajaib itu, Jihyun berfikir apakah benar mimpi itu berhubungan dengan ini semua.

”Mom, aku ingin bertanya” ucap Jihyun ragu.

”Apa sayang ?”

Jihyun masih menimang, antara ditanyakan atau tidak, tetapi jika dia bertanya, Jihyun takut mengetahui fakta maksud dari mimpi tersebut.

”Ah.. kenapa aku bisa mengetahui bahasa aneh ?” Jihyun merutukki pertanyaannya, seharusnya dia bertanya perihal mimpi, bukan tentang bahasa itu.

”Maksudmu bahasa ¹Feluvor ?”

Feluvor ?”

”Benarkah kau mengetahui bahasa itu ? Darimana kau mengetahuinya sayang ?” tanya Ellora terdengar terkejut lalu menatap Jihyun intens.

“Ah aku juga tak tahu Mom, tempo hari saat aku bertemu elf dan mereka bertanya padaku, aku sempat bingung juga karena bahasa itu, lambat laun suara elf itu menjadi bahasa kita sehari – hari Mom”

Ellora terkesiap, tak menyangka bahwa putri satu – satunya bisa mengetahui hal seperti itu, pasalnya, bahasa tersebut dapat dipelajari kurun waktu 10 tahun, dan itu saja jika mereka sangat jenius, tetapi putrinya hanya dalam waktu beberapa menit.

“Apa dia ²Jazura ?” gumam Ellora lirih.

“Sayang, k.. kau segeralah tidur, Mom pergi dulu ya, oh ya jangan beritahu siapapun tentang bahasa yang kau punya ataupun tentang istana ini, ka-“

“Termasuk Nari ?“ potong Jihyun saat ibunya berdiri tergesa – gesa.

“Dengar, jangan membantah Mom sekali ini saja, jangan pernah memberitahu siapapun dan jangan sekali – kali pergi dari istana ini dulu sayang, cepat tidurlah, selamat malam“

Ellora mencium kening Jihyun lalu berlalu meninggalkan kamar megah yang telah dihuni Jihyun dan saudara – saudaranya. Jihyun sempat mencium gelagat aneh saat melihat Momnya pergi dengan tergesa – gesa.

“Tadi sepertinya Mom berkata sesuatu, Jazura ?”

***

            Pagi yang cerah menerpa bangunan Istana Delufaur, spektrum dinding yang nampak jingga kini berwarna putih terkena pantulan cahaya matahari, suara kekehan kecil dan teriakan anak – anak menyusup dibalik harumnya pagi itu. Penduduk disekitar Istana mulai beranjak dari rumah dan kembali untuk bekerja. Suara tapak kuda, gemericik air yang ditimba dari sumur dan suara goyangan kereta kuda yang terdengar saat melewati jalan yang sedikit terjal menambah suasana yang hangat pagi itu.

“Paman !”

Seorang pria paruh baya yang sedang memberi bubuk ajaib pada tanaman menoleh kala dirinya merasa dipanggil. Pria itu tersenyum mendapati gadis cantik yang sedang berlari kecil menghampiri dirinya.

“Tuan putri sudah bangun ?”

“Paman, jangan panggil aku putri, panggil aku Jihyun saja, hanya J-I-H-Y-U-N” sambung Jihyun sambil mengeja namanya. Pria yang dipanggil paman itu terkekeh kecil lalu mengusap puncak kepala Jihyun.

Paman yang dimaksud Jihyun adalah orangtua dari Ryeowook sahabatnya disini, Jihyun kerap sekali membantu Paman Leo mengerjakan tugas kebun, menyiram tanaman atau sekedar menyingai rumput.

“Paman, kau sedang apa ?” tanya Jihyun sambil berjongkok, gadis itu menyentuh kelopak bunga mawar hitam yang dibudidayakan hanya disini, mawar hitam adalah bunga langka tetapi mujarab untuk menyembuhkan segala penyakit.

“Paman sedang memberi serbuk ajaib, ini supaya bunga – bunga menjadi subur” ucap Paman Leo sambil kembali menaburkan serbuk itu.

“Boleh aku mencobanya paman ?”

“Tentu saja sayang”

Paman Leo menyuruh Jihyun membuka kedua telapak tangannya, pria itu menaburkan serbuk ajaib itu dikedua telapak tangan Jihyun yang menengadah. Setelah dirasa cukup, Jihyun berlari menuju tanaman bunga mawar disudut sebelah barat, serbuk – serbuk yang ditebarkan Jihyun melayang lalu berpencar untuk mencari kelopak bunga yang belum terkena serbuk. Kumpulan serbuk itu menimbulkan melodi seperti nyanyian, Jihyun tersenyum lebar lalu kembali menebarkan serbuk – serbuk itu.

“Paman, ini ajaib sekali” pekik Jihyun senang sambil berlari menghampiri Paman Leo yang sedang mengamati tingkah lucunya.

“Haha tentu saja Hyun-ah”

”Paman.. paman, ngomong – ngomong disini ada pasar ya ? Waktu pertama kemari, aku melihat orang – orang yang berkerumunan disuatu jalan” tanya Jihyun sambil merebahkan dirinya diatas rumput yang lembut disitu.

“Maksudmu ³Broad Euforia ?”

“Hah ? Itu apa Paman ?”

“Itu adalah tempat yang menjual kebutuhan sihir disini, disana terdapat berbagai macam alat sihir yang lengkap” jawab pria itu.

“Ah, Paman antarkan aku kesana, aku ingin kesana, ayo.. ayo” rengek Jihyun sambil menarik – narik ujung jubah yang dipakai Pamannya tersayang.

”Maaf sayang, paman tidak bisa, bagaimana jika kau bersama Wookie-ya saja”

Jihyun sempat memberengut kesal, tetapi saat mendengar nama pria itu, dia langsung berdiri dan melompat senang. ”Mau paman”

Paman Leo terkekeh menatap tingkah Jihyun yang telah dianggapnya putri kesayangannya tersebut.

***

            Tampak wajah Jihyun yang memberengut kesal, bibir yang dikerucutkan, kaki yang dihentak – hentakkan dan wajah yang dibiarkan tertekuk.

”Sudahlah, jangan seperti anak kecil, toh kau beruntung bisa berjalan bersama pria tampan sepertiku”

Jihyun mengumpat dalam hati dan berlalu meninggalkan pria yang masih saja meneriakkan namanya. Pria itu Aiden Lee yang sekarang ini telah berada disamping Jihyun itulah yang membuat Jihyun kesal, pasalnya hari ini Ryeowook sedang berada di wilayah Timur Alajor Dimension untuk membeli bahan makanan yang mulai menipis. Saat Jihyun ingin berkata pergi sendiri, Paman Leo langsung tak setuju dan mengutus Aiden untuk menemaninya, Aiden sempat menolak, tetapi akhirnya dia mau juga dengan alasan tak ingin mengecewakan Paman sahabatnya.

”Yak jangan cepat – cepat jalannya”

Aiden menarik tudung jubah Jihyun dan membuat Jihyun tertarik kebelakang, Aiden hanya menatap Jihyun seolah – olah berkata ’maaf aku tak sengaja’ tetapi Jihyun yakin pria itu memang sengaja membuatnya marah.

”Jangan menggangguku bodoh” umpat Jihyun lalu menatap Aiden tajam dengan bola mata blue safir-nya.

Aiden mendengus lalu kembali berjalan, mereka berjalan dalam keheningan, sesekali Aiden menyibukkan dirinya dengan merapalkan mantra untuk membuat tanaman kerdil disekitar mereka bercahaya.

”Aiden, ajari aku mantra itu”

”Apa ?” tanya Aiden ketus.

”Iya, maaf tadi salahku, nanti ajari mantra itu ya, indah sekali”

Aiden sempat tertegun melihat puppy eyes yang diluncurkan Jihyun, pria itu menelan ludahnya susah lalu mengangguk setelah mendapatkan kesadarannya kembali.

***

            ”Nah sekarang pilih yang kau mau, jangan pergi jauh – jauh dari pandanganku” titah Aiden kepada Jihyun saat mereka telah sampai ditujuan. Broad Euforia.

Jihyun mengangguk lalu berlari kecil menuju toko – toko yang menurutnya sangat bagus, dia terkagum – kagum melihat semua benda disitu terbang, orang – orang yang aneh dengan topi dan jubah yang terlihat tua tetapi tak menampakkan kusut yang kentara.

Jalan setapak yang diisi toko kiri kanan jalan, menambah semarak ramainya suara orang – orang yang berusaha menawar untuk mendapat harga yang pas bagi kedua belah pihak.

“Wah kelinci itu bagus” pekik Jihyun senang saat melihat hewan putih menggemaskan itu terkurung di toko yang bernama Alajor Pet.

Jihyun masuk kedalam toko itu lalu menyapa sang penjaga toko, dia menawar dengan setengah harga. “Paman, aku ingin membeli kelinci itu, tetapi setengah harga ya ?” tawar Jihyun.

“Baiklah untuk Nona manis”

Jihyun tersenyum lebar lalu mengambil kepingan emas yang berada dikantongnya, dia memberikan satu keping emas sembari menerima kelinci yang saat ini telah menjadi haknya.

“Nona apakah kau Kim Jihyun Ellora McFletcher ?” tanya penjaga toko itu saat mendapati senyuman yang menurutnya tak asing dari seorang Jihyun.

“Iya paman, bagaimana kau tahu ?” jawab Jihyun sambil menautkan kedua alisnya, kebiasaan yang ia tunjukkan saat sedang bingung.

“Astaga, kau benar – benar putri hawa ?”

Jihyun semakin bingung saat paman itu terkesiap dengan dirinya, memangnya aku kenapa ? pikir Jihyun resah.

”Paman, apa yang kau bicarakan ?”

”Kau yang akan menyelamatkan negeri ini Tuan Putri, ya kau yang akan menyelamatkannya”

Penjaga toko itu menatap Jihyun kaget dan tidak percaya, Jihyun yang sedikit takut lalu berlalu tanpa berpamitan dengan orang itu. Saat sudah diluar, dia mencoba mengintip paman itu dari kaca tokonya, Jihyun sempat kaget saat sang paman sudah tak berada disitu.

”Mungkin dia kebelakang” gumam Jihyun yakin.

***

            Jihyun mengedarkan pandangannya setelah selesai berbelanja barang – barang yang ia inginkan, sempat bingung saat Aiden tidak ada. Jihyun berjalan sambil melayangkan tatapannya kekanan dan kiri jalan.

”Aiden, kau dimana huh ?”

Jihyun tetap berjalan walau kakinya sedikit sakit, sesekali dia mengumpat karena batang hidung orang yang dicarinya tak kunjung ketemu. Tiba – tiba saja saat akan melangkah, tangan kirinya di tarik seseorang dan Jihyun merasakan pipinya tersentuh sesuatu yang lembut, basah dan hangat.

”Halo Tuan Putri Kim Jihyun Ellora McFletcher”

¹Feluvor : Bahasa yang hanya dikuasai elf dan seseorang yang benar – benar mempelajarinya sejak kecil.

²Jazura : Seseorang yang mempunyai jiwa seorang pemimpin, hanya ada satu orang yang akan mendapat gelar tersebut. Orang yang mempunyai gelar ini adalah orang yang tubuhnya dilindungi oleh sesuatu yang tak kasat mata.

³Broad Euforia : Tempat menjual barang – barang sihir dan segala kebutuhannya.

TBC…

Hayo – hayo tebak, siapa tuh yang ngomong, haha penasaran ndak ? *Reader : kagak thor *Author ngambang dikali.

Nah kritik saran ya 😀

Iklan

11 responses to “Other Dimension ( Part 6 )

  1. Klw ini pasti terinspirasi dari film harry potter… Sry thor aku koment’nya loncat2,abis pengen cept lanjut sih,, cepet di lanjut ya thor di tunggu.

  2. Hua, kerent sist.. Bingung mw komen apa. Hoho, oia mian sist part 5.a ga tak koment.. Hehe

    mulai terungkap sperti.a? Siapa yg jual klinci itu? Misteriuz deh.. Cling!

    Aku menunggu part slanjut.a sist.
    FIGHTING!! Keep typing 😉

Hello reviewer!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s