Begin Of The Mission ( Prolog )

(Prolog)

Semuanya tak akan lebih baik jika tak diungkap secara terinterupsi.

Semua pernyataan yang tiba-tiba terkuak menjadi langkah menuju satu keajaiban.

.

.

chochangevilkyu present

Super Junior © Copyright

Disclamer of SM.Ent Inc. 

Spy, Action, Romance  

Park Jihyun, Cho Kyuhyun 

PG-16

.

.

gh

            “Honey, perkenalkan, ini Cho Kyuhyun, kau masih ingat ‘kan?”

Deretan kalimat yang terlontar dari mulut Dad seketika membuatku mual, isi perutku seakan bergolak. Oh ayolah! Apa ini April Mop? Kenapa banyak sekali kejutan sial yang mendatangiku?

Well, bukan masalah –sedikit mungkin . Bukan masalah jika maniak game itu muncul kembali, kutegaskan sekali lagi, muncul kembali! Tapi jika diingat–ingat, dia adalah pria brengsek yang menyebalkan, yang membuatku tak kuasa untuk mendaratkan pijakan sepatu suide-ku di wajah mulusnya.

Jadi, Kyuhyun adalah manusia licik yang menyebalkan, kuakui sekarang dia keren dan tampan, hei aku tidak munafik, wajah bersinar, dia kaya, dan tingginya sudah melebihiku, yang kutahu ia akan menjadi pewaris tunggal salah satu perusahaan raksasa Cho Mitsubishi Corporation di Amerika. Sempat bingung, memang Mitsubishi keluaran Amerika? Mungkin keluarganya ingin memindahkan Jepang disana. Dia berubah! Kukatakan ya, dulu wajahnya sangat dekil, dia pendek –bahkan lebih pendek dariku, sungguh dan seperti gelandangan. Apalagi kekesalanku semakin memuncak padanya dimulai sejak dia masih kecil –sekitar dia berumur 10 tahun. Bocah itu suka sekali membawa remasan kertas platina berbentuk bulat dan dilumuri tusukan gigi. Sungguh itu masalah, dia memberikan seperti itu tiap akhir pekan. Well, sebenarnya itu tak buruk juga, tapi sangat buruk! Sering sekali aku berusaha ingin membuang buntalan remasan itu. Tapi Daddy bilang tidak boleh membuang hadiah dari seseorang. Yang aku bingungkan, apa itu bisa disebut sebagai hadiah? Dan sekarang secara ajaib tanpa mantra atau mungkin dia bermain vodoo, wajahnya berubah menjadi seperti dewa, dewa kematian!

Aku tak akan terlalu berspekulasi tentang dirinya, kenapa orang itu kusebut licik? Well, aku masih ingat saat duduk dibangku sekolah dasar, pria itu ah maksudku bocah itu selalu menggangguku, waktuku terbuang untuk memarahinya. Setiap hari otak dan tubuhku ingin sekali mengenyahkannya, tapi tampang memelasnya yang masih kutolerir hingga aku tak akan tega mendaratkan gumpalan Prada-ku ke wajahnya. Dia memang sering memberiku hadiah dan baik padaku, tapi itu semata–mata hanya untuk menarik perhatian Dad supaya dia bisa makan gratis dirumahku!

Suatu hari aku sangat merasa bahagia sekali, karena kau tahu? Aku akan pindah, transmigrasi istilah kerennya, ke Seattle-Washington. Akhirnya aku terbebas juga dari Kyuhyun sialan itu. Saat itu bahkan Dad kelihatan terpukul sekali, bahkan dia menghabiskan waktu setengah jam untuk memeluk Kyuhyun. Bayangkan, aku berdiri seperti orang bodoh yang terlalu tolol melihat adegan drama didepan mataku. Setelah berbasa basi bersama keluarga Kyuhyun akhirnya kami melangkah menuju pesawat. Aku bahagia, sungguh, tapi kebahagiaanku seketika langsung sirna seperti matahari yang dipaksa ditenggelamkan oleh bulan kedalam laut. Kyuhyun mendekatiku dan menciumku, sekali lagi ya, dia menciumku! Tidak masalah jika ciuman itu dipipi layaknya Ahjumma elit sehabis bergosip. Tetapi dia menciumku tepat di bibir. Sekali lagi ya, dibibir! Ciuman pertamaku terenggut di usiaku yang ke 7 tahun! Mulai saat itu aku benar–benar membencinya.

Cukup, aku tak mau menjabarkan masa laluku yang kelam. Daddy dan orangtuanya adalah partner kerja, Dad adalah partner bekerja yang sempurna, dia selalu mengkoordinasi pekerjaanya dengan baik, kau tahu? Dad adalah ketua agen rahasia CIA cabang Seoul di perusahaan ternama yang pasti sangat tersembunyi, dia mengatasnamakan Park Company menjadi lambang untuk menutupi situasi didalam sana. Jujur, itu keren! Dan kabar baiknya –menurutku, aku adalah salah satu agen mata–mata yang terselubung, tentu saja aku mengatakan itu, aku pura–pura ikut dengan Dad kekantor, selanjutnya pasti aku akan menyusup kejaringan Intelijen Rahasia Milik Negara, dengan bakat hacker-ku –yang kucuri diam–diam dari Dad, aku pernah sekali tidak sengaja atau mungkin aku memang sengaja mencoba menjebol jaringan password di perusahaan –itu karena Jongwoon selalu memamerkan bakatnya padaku!- dan hasilnya berbagai data–data yang sangat penting –tak semua penting muncul di monitor pc dan setelahnya aku men-connect-an supaya terjaring masuk kedalam laptopku. Itu adalah kasus mencurigakan di berbagai negara, bahkan kasus penculikan anak anjing yang menghebohkan di Afrika ada dalam data itu, semua data itu adalah data yang selama ini sedang dipecahkan oleh mereka, entah aku ini memang bodoh atau terlalu bodoh, mulai hari itu aku berusaha mencari data–data tentang hal yang menyimpang itu, dan hasilnya, salah satu kasus yang membuatku lemas adalah banyak orang yang sangat mengincar perusahaan bocah tengik itu –Kyuhyun tentunya. Bahkan saat itu aku berusaha tidak terlihat bodoh untuk membuka lebar mulutku. Sekedar info, sempat aku merasa iba, dan ya itu benar, tapi setelah melihat bocah tengik itu kerumahku dan menampakkan wajah datar yang dibuat–buat itu, rasanya ingin kubiarkan dia mati saja, mungkin akan lebih baik jika dia mati karena tercekik tokoh setan dalam video game’nya, atau yang lebih seru jika dia mati pada saat mandi karena dia tidak bisa membedakan cairan sabun dan cairan logam, itu pasti akan menjadi berita terheboh sepanjang sejarah.

Sejak kecil Dad dan aku sering sekali melakukan hubungan –antara Dad dan putri dengan cara yang berbeda, bahkan sejak kecil Dad mengajariku dunianya, bakat hacker-ku pertama kali diasah saat akhir tahun junior high school. Dimusim panas saat liburan sekolah di Seattle-Washington, Dad selalu mengajakku untuk berlatih bela diri dan mencoba memberi sedikit rahasia tentangnya. So, bukan salahku jika aku penasaran dengan sesuatu yang sangat rahasia kan?

”Halo, aku Kyuhyun, Cho Kyuhyun.”

Kembali ke kenyataan.

Aku mengangkat alis.

Tiga kalimat yang singkat, padat dan datar itu dilontarkannya padaku, dengan memasang wajah muak yang dibua –buat dia mengenalkan dirinya dengan gaya angkuhnya. Siapapun tolong usir bocah tengik ini!

”Kau tahu aku kan? Apa perlu kujelaskan?” kataku singkat.

Dia mengangkat sebelah alisnya, menarik sudut bibirnya sambil memandangku rendah? Oh. ”Aku disini tidak cuma–cuma, demi Ayahmu aku menghabiskan waktu remajaku untuk menjadi tutormu.” ujarnya.

Apa?

Tutor?

Daddy, oh apa yang dia lakukan? Sial! Apa maksudnya dengan tutor? Daddy! Aku bersumpah akan menjejalkan Mozart di Peugeot-mu!

”Remaja? Kau tiga tahun diatasku Kyu.” balasku sengit. Ya Tuhan, adakah orang yang sudah tua tetapi tetap menganggap dirinya remaja? Jangan biarkan aku mati menahan tawa God.

”Bukan masalah,” katanya singkat. ”Jadi…”

”Apa?” tanyaku malas. Demi Tuhan, wajahnya sungguh sangat minta dilindas mesin pemangkas rumput.

Well, aku harus pulang dulu, mungkin aku akan datang lusa.” pamitnya dengan wajah datar. Kurasa aku sudah terbiasa dengan penampakan orang seperti itu didunia ini.

Bayangkan saja, aku dan Kyuhyun.

Bersama?

Ciuman pertama?

Aaarrggghh sungguh aku tak mau mati konyol bersamanya. Padahal ini adalah liburan musim dingin yang paling buruk dan akan ditambah buruk dengan kehadirannya? Bukankah ini konyol? Apa sebenarnya rencanamu Dad?

PROLOG (END)

Iklan

14 responses to “Begin Of The Mission ( Prolog )

  1. Ok, aku tw aku sangat telat bca prolog ini pdhl aku udah bca chap 1 n 2.a.. #babo

    dan aku brsyukur krna aku jd pham apa pkerjaan dad.a jihyun. Mata”? Great! Baguz skali eon. Agen CIA? Hua, jadi tambah pnasaran. Enough. Arigatou eon. #bow

Hello reviewer!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s