Miss You

             Pandangannya terlihat menelisik, sekedar untuk mencari seseorang dibalik kerumunan humanity disekelilingnya. Terkadang helaan nafas jengah terbubuh dibalik wajah lelahnya.

“Ji..”

Dia berbalik, menunjukkan wajah hell-you pada seseorang yang memanggilnya. Mata almond-nya menyipit segaris. Lelaki itu tetap tak bergeming ataupun merasa berdusta, hanya kekehan maaf dia tunjukkan pada gadisnya.

“Satu jam.. dua puluh menit.. dua ratus tiga puluh sekon.”

Lagi–lagi pria itu terkekeh, digamitnya lengan gadisnya lalu mulai berjalan diantara kepadatan kerumunan orang–orang di Incheon tersebut.

***

            ”Chould you give me your smile, or the nice face?” pinta pria itu sembari memandangi wajah gadisnya yang telah lama ia rindukan. Hatinya kembali menghangat saat gadis itu sekedar menatapnya sebentar lalu tersenyum sinis dan lebih memilih memandang jalanan padat dari balik kaca setebal 3 cm disebelahnya.

“You ask me? Oh very well.” desis gadis itu tanpa menoleh ke seseorang yang saat ini tetap terkekeh geli.

“No, just a formality my Ji.. a lady young,” lagi–lagi pria itu tersenyum kecil saat gadis disampingnya memutar bola matanya jengah dan berusaha mengabaikannya.

Suasana terasa suram, hanya suara tarikan nafas teratur yang mendominasi keadaan di dalam Maybach mewah itu. Mata almond pria itu tetap terfokus kejalanan padat didepannya. Sesekali pria itu melirik kecil gadis disampingnya yang terlihat lelah. Jetlag? Maybe.

“Miss you Kyu,”

Kyuhyun menoleh, tetapi gadis itu tetap berusaha membuang muka, walau faktanya, jantung gadis itu berdegup tak teratur saat kalimat ‘kiamat’ itu tiba – tiba ia lontarkan pada pria disampingnya.

Kyuhyun tersenyum simpul, “I know my lady young…” ucapannya terhenti sesaat setelah Jihyun mengalihkan pandangannya terhadap Kyuhyun, Jihyun baru sadar jika pemandangan di luar tak lebih baik daripada pemandangan disampingnya yang saat ini lebih layak disebut ukiran patung seni berkelas tinggi. “..And to be honestly, I almost died young because thinking of you all the time, seconds, minutes, hours or days.” lanjutnya pelan.

Jihyun hampir saja tertawa konyol saat melihat perubahan Kyuhyun saat ini. Pria itu lebih mahir berbicara bahasa inggris. Bahkan sebelum ia pergi, lelaki itu hanya dapat mengatakan I Love You setiap menitnya.

”Demi Tuhan Ji.. Jangan tertawa!” seru Kyuhyun tak terima. ”Kau tahu? Aku belajar mati–matian demi menyeimbangkan bahasa inggrismu.”

Jihyun mengangkat alis.

”Lalu?”

”Aish,”

Gadis itu bahkan hampir saja mengerang pelan saat pria disampingnya berdesis kesal. Dia tersenyum samar, hanya pria itu yang dapat membuatnya hampir mati konyol karena sejujurnya ia juga sangat merindukan Kyuhyun.

”Kyu, can you stop now?”

Kyuhyun menoleh perlahan lalu memiringkan kepalanya, “Kenapa?” tanyanya bingung. Wajar saja jika ia bertanya seperti itu.

“Can?”

Pria itu mengangguk samar setelah sebelumnya mendecakkan lidahnya kesal. Dia berhenti didepan taman, jalanan tampak lengang.

“Nah, apa yang kau inginkan lady young?”

Jihyun membalikkan badannya lalu menghadap Kyuhyun. Dia tersenyum simpul dan menggeleng pelan, membuat Kyuhyun mengumpat dalam hati untuk gadisnya.

Namun, tanpa diduga, gadis itu mendorong pelan Kyuhyun lalu mencium bibir Kyuhyun perlahan, hanya menempel. “You know? Almost everyday I dream of you.” ujar gadis itu pelan disela ciumannya. Dia melepas ciumannya lalu menatap Kyuhyun yang terdiam bodoh.

Jihyun terkekeh pelan.

“Kau yang memulai Ji,” ujar Kyuhyun skeptis.

Kyuhyun mendorong Jihyun agak keras, bisa dibilang kasar. Ditopangnya kedua tangannya pada jendela mobil yang menggelap. Lalu dia menatap Jihyun dengan pandangan yang sulit di deskripsikan. Rindu, kesal dan marah. Matanya menuntut penjelasan yang selama ini tampak tersamarkan karena jarak.

Kini wajah mereka hanya berjarak 1 inci, bahkan hidung mereka sudah saling bersentuhan, “Lady young very naughty.” ucap Kyuhyun berbisik, sebelum akhirnya mendaratkan bibirnya ke bibir mungil Jihyun. “I.. almost.. crazier.” desis Kyuhyun diantara ciuman mereka.

Jihyun tersenyum, mengerti apa selanjutnya yang akan terjadi.

Bibir tebal Kyuhyun perlahan mulai melumat bibir Jihyun tanpa ampun, Jihyun memejamkan matanya menerima perlakuan Kyuhyun, dia sangat merindukan semua sentuhan Kyuhyun. Tangan Jihyun mulai melingkari leher Kyuhyun.

Terasa seringaian kecil diantara tautan bibir mereka. Sesaat kemudian, tangan Kyuhyun mulai mengelus punggung Jihyun secara teratur. “Err.. you’re very Jerk Kyu.” Kyuhyun tersenyum miring.

Kyuhyun yang merasa bahwa nafas gadisnya telah terasa hyperdrive, dia dengan segera menarik dirinya, namun sebelum fakta itu terjadi, Jihyun dengan gesit menahan tengkuknya lalu mencium Kyuhyun lebih gencar hingga akhirnya gadis itu dengan berani menyusupkan lidahnya kedalam kuluman bibir manis Kyuhyun.

“Miss You my bad kisser.”

Huwee otak author lagi yadong – yadongnya >,<

Jangan di pikirkan lanjutan drabble aneh ini ya *ketawa evil

See you bye – bye *tarik Kyu yang lagi yadongan(?)

Iklan

11 responses to “Miss You

  1. halo~ reader baru disini’-‘)/
    aduh, ini bagus banget.. nice ff thor’-‘)b tapi mulai was2 waktu jihyun dorong kyu itu.. ternyata sedikit yadong /-\

Hello reviewer!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s