Bloody Mary

Ia adalah refleksi bayangan.

Timbal balik antar delusi.

Ia diantara kegelapan malam.

Menyadur malam.

Menjadi sebuah tragedi.

***

chochangevilkyu present

Super Junior © Copyright

Disclamer of SM.Ent Inc.

Horror, Mystery   

Cho Kyuhyun

PG-15   

***

Embun itu menghias holly wood, merayap menuju jendela. Membuat beberapa tetesan menguap menjadi rentetan titik-titik molekul kecil.

Suara desingan teratur bagaikan uap lokomotif menyembur pelan melewati udara. Ketel itu tampak memberontak, bergetar hebat lalu dilanjutkan tutup ketel yang bergerak tak nyaman.

Birunya api sudah tampak gusar, karena sesuatu di atasnya tak mau pergi, tak ingin beranjak. Seorang pria baru saja masuk dari celah pintu besar di sudut sana. Ia menghela napas lelah lalu berjalan pelan menuju kompor itu.

Tangannya baru saja akan menekan tombol Off, namun urung karena deringan benda juga sama, nampak ikut memberontak meminta di angkat.

Sekilas matanya memicing, nama itu jelas sekali membuatnya tak suka, ia benci sekali, bahkan melebihi dengan musuhnya di masa lalu.

Baru saja tombol hijau itu ditekannya, suara berisik membuatnya kembali merasakan perasaan itu, tak nyaman.

“Kyuhyun, kapan kau akan pulang?”

Pria itu tahu benar seseorang disana sangat mengkhawatirkannya, namun logika dan perasaannya tak saling beradu. Ia melangkahkan kaki ke arah jendela, menatap ribuan air yang berjatuhan bersama-sama.

Di bulan Februari, New York tampak tak bersahabat, apalagi di awal bulan seperti ini. The Downside. Iklim paling bawah, hampir menyentuh titik minus derajat. Gertakan api-api dari perapian tak membuatnya hangat. Di eratkannya muffler coklat itu di lehernya, sementara tangannya yang kanan masih setia menjulur ke arah telinganya.

“Kau mendengarkanku Kyu?”

Sekali lagi, napas gusarnya berhembus berlebihan, beradu pelan dengan kaca jendela hingga uap-uap baru membentuk tak beraturan disana.

“Ya,” Kyuhyun berhitung dalam hati sebentar. “Maaf Hyung, aku masih ingin disini.“

Desahan itu kembali terdengar dari ujung sana, mengingatkan pada Kyuhyun bahwa seseorang disana telah lelah menunggunya.

“Baiklah,“ dari seberang sana berhenti sebentar, ia masih menimang, mungkin impuls tak mengirimkan sinyal ke otaknya. “dan jangan ingat kisah itu lagi Kyu. Dia tidak benar-benar ada.”

Click.

            Benda persegi panjang yang dibawa Kyuhyun menunjukkan sambungan terputus. Orang itu telah memutuskan pembicaraan sementara Kyuhyun mati-matian menahan rasa bencinya. Ia ingat malam itu, malam kelam dalam hidupnya.

.

.

Mary.. Ia penyadur misteri.

            Suara itu kembali berngiang di kepala Kyuhyun. Ia melangkah cepat menuju kompor. Ditekannya tombol Off dan kembali menuju jendelanya.

            Matanya menangkap tempelan kertas yang ada di seberang jalan, kertas-kertas yang nyaris menjadi bubur, kertas yang mungkin sudah basah kuyup tak terselamatkan, di terbangkan oleh angin dingin dan di hempas dalam lingkupan air hujan.

.

.

Mary Worth.

Wanita polos dengan senyuman menenangkan.

Ia mempunyai seorang kekasih.

***

            Musim hujan tak disertai salju, hanya hujan dan hujan sejauh mata memandang. Kyuhyun membenci hujan, membenci malam dan membenci gelap.

.

.

Suatu hari ia berjalan pada kegelapan malam.

Malam gelap dan sendirian.

***

Kisah itu terngiang di otaknya, ia masih ingat benar tentang dongeng legenda itu. Misteri yang mungkin saja syaraf di dalam kepalanya tak bisa menerima.

Bloody Mary.

Air hujan tak kunjung berhenti, bodohnya dengan begitu ia tak akan benar-benar tenang.

            Cerita, dongeng, legenda, kisah, apalah itu. Semua itu bagai pita kusut yang membuat kepalanya berdenyut-denyut. Sebagai orang Asia, ia tak akan mempercayai kisah itu, sungguh apapun itu.

.

.

Wanita manis nan anggun.

Mempunyai mata yang indah.

Kekasih yang sempurna.

Namun, ternyata tak selamanya,

kebahagiaan mendukungnya.

***

Di jalan sana terlihat sepi. New York di malam hari yang katanya tak akan pernah sepi itu membuat otak Kyuhyun sedikit berpikir, benarkah itu? Lalu ada apa dengannya sekarang?

Kyuhyun berjalan pelan menuju arah kompor, uap di dalam ketel itu masih keluar melewati lubang kecil di aliran tujuan keluarnya air tersebut.

Ia menyentuh gagang ketel, terasa hangat. Menuangkan isinya sedikit demi sedikit ke cangkir porselen kualitas terbaiknya.

Hangat menjalari telapak tangannya ketika cairan pekat itu telah sempurna memasuki cangkir porselen tersebut.

Sesapan demi sesapan mengalir menuju kerongkongannya kala cairan itu berbondong menuju mulutnya.

            Kyuhyun kembali berjalan menuju jendela. Putaran pita di otaknya makin menjadi-jadi.

.

.

Di malam itu,

hujan mengguyur tempatnya.

Ia duduk di depan perapian.

Selimut dan switter tebal membungkus tubuhnya.

Mary Worth kesepian.

***

Cangkir itu menjadi saksi bisu kegundahan Kyuhyun, kisah itu adalah dongeng pengantar tidur paling kuno, namun pantang untuk dilakukan.

Amerika percaya itu, New York percaya itu. Namun Kyuhyun? Apakah ia percaya akan cerita itu? Ibunya, sungguh percaya, kakak lelakinya, entahlah.

            Di dalam agamanya, pantang juga menyebut nama itu, nama yang sungguh indah namun jika di ucapkan menjadi mala petaka.

.

.

Aku Mary Worth.

Bukan seorang penyihir,

bukan seorang Atheis,

hanya seorang wanita kesepian,

yang baru saja di tinggal kekasih.

***

Hujan mulai mereda, namun udara masih saja terasa dingin, membekukan kulit hingga ke tulang-tulangnya.

Kyuhyun meletakkan cangkirnya di atas meja lalu melangkah menuju ke depan perapian, ia melempar beberapa kayu baru dan menambah kobaran api.

            Suara percikan-percikan kayu terdengar saling beradu dengan kayu itu. Harmonisasi yang cukup indah. Membuat hati Kyuhyun sedikit tenang.

.

.

Apa salahku?

Kenapa mereka membenciku?

Aku bukanlah Elissa Bathory yang jahat. 

Hanya Mary.

Seorang Mary Worth.

***

Ibu Kyuhyun lahir di kota ini. Kota New York. Ia ingat tentang senyuman ibunya, senyum tulus yang selalu membuatnya tenang. Tak seperti sekarang, hampa dan kosong.

Semua kisah dan legenda yang sering di ceritakan ibunya berdampak pada psikis-nya. Ia tidak gila, hanya sedikit lelah dengan kehidupan.

            Kyuhyun masih ingat benar tentang ibunya yang pemberani, memeluknya kala gelap, mencium puncak kepalanya kala sedih, dan menggodanya dengan cerita misteri. Karena ibunya tahu betul jika Kyuhyun adalah seorang bocah kecil yang penakut.

.

.

Mary,

Suatu hari kekasihnya datang kembali.

Ia meminta maaf dengan tulus.

Dan Mary? Ia tersenyum bahagia.

***

Mary.

Kyuhyun ingat. Nama itu adalah seseorang yang ada di salah satu legenda Amerika, tiap cerita yang berkembang selalu berbeda-beda.

            Menurut Kyuhyun, Mary hanyalah refleksi dari kehidupan. Namun, setelah kejadian itu. Ia mengerti, jika Mary bukan hanya fiksi. Tetapi nyata.

.

.

Suatu hari,

Mary berjalan bersama kekasihnya.

Ia sangat bahagia.

Sampai-sampai senyum selalu berkembang di bibirnya.

Taburan ilusi itu menyeruak manis.

***

Kegusaran Kyuhyun makin menjadi-jadi saat otaknya menuntun untuk berpikir tentang 20 tahun yang lalu.

Dua puluh tahun yang telah di jalaninya dengan penuh tak kegairahan. Semuanya tak berdaya. Ia bagaikan mayat hidup. Hanya di isi dengan raga, seolah-olah ia hanyalah titik kecil dari dalam tetesan tinta di atas putihnya kertas.

            Ibu Kyuhyun meninggal dua puluh tahun yang lalu, dua puluh tahun ini selalu menjadi misteri. Ia masih belum yakin jika ibunya meninggal karena hal itu. That’s Impossible.

.

.

Mary selalu di tuduh sebagai penyihir.

Wanita cantik bertalenta,

yang bakatnya selalu di sadur orang lain.

Dan saat ini, hanya kekasihnya yang berada di sisinya.

***

Bayangan ibunya meninggal di depan mata dengan tidak wajar itu masih menjadi misteri yang tak kunjung berhenti di kelebatan folder tua dalam otak Kyuhyun.

Malam itu, setelah hujan deras mengguyur New York, Kyuhyun kecil sudah tidur. Ibunya tersenyum kala putra kecilnya tersenyum dalam tidur.

            Itulah bayangan terakhir setelah ke esokan harinya ibunya sudah meninggal, dengan kedua mata yang hilang sempurna, wajahnya penuh dengan cakaran. Seperti cakaran siksaan yang tak kunjung berhenti.

.

.

Tidak.

Itu tidak benar, semuanya salah.

Saat menemukan kenyataan,

bahwa kekasihnya berselingkuh.

Ia sadar, sadar benar jika tak ada satu-pun,

yang menginginkannya.

***

Kenyataan yang membuat Kyuhyun bertambah pilu adalah saat seorang Sheriff memberitahunya perihal penyebab kematian ibunya.

Hanyalah Kyuhyun, Kyuhyun yang tidak mengetahui apa-apa itu masih terlihat shock. Memang harus apa lagi? Dia hanyalah lelaki kecil yang tak mempunyai suatu keajaiban untuk menanggung kenyataan.

            Kebenaran, jika ibunya di bunuh oleh seorang Bloody Mary.

.

.

Mary Worth..

Mengurung dirinya di kamar mandi.

Ia menangis.

Sepanjang hari, sepanjang hari.

***

Bloody Mary?

Benarkah? Itukah legenda takhayul yang selama ini di ceritakan ibunya untuknya? Dan sekarang? Legenda itu membunuhnya. Membunuh ibunya. Ia percaya.

Seorang bocah kecil berusia empat tahun harus percaya itu. Ia tak tahu apa-apa. Hanya menangis dan mempercayai. Percaya tentang Blood Mary adalah seorang jiwa menyedihkan yang terperangkap.

            Terperangkap dalam cermin.

.

.

Ketukan di luar sana tidak ia pedulikan.

Mary hanya menangis dan menangis.

Bahkan ia tak sadar jika pintu kamar mandi terbuka paksa.

Seseorang di luar sana menatapnya benci.

Ia.. kekasih Mary yang berselingkuh.

***

Pengatur waktu di dinding itu menunjukkan pukul 24:00 tepat. Kyuhyun tersenyum kecut. Hari ini adalah persis dua puluh tahun yang lalu kala kejadian itu menimpa ibunya.

Usia Kyuhyun bertambah satu tahun. Tepat saat ponselnya berdering, ia yakin itu adalah beberapa pesan untuk dirinya, ah bukan. Untuk waktu ulang tahunnya.

Ia melangkah menuju kamar mandi, namun sebelum itu, ia menyambar pelan lilin berwarna merah yang berada di laci dapur.

Kyuhyun ingin membuktikan, benarkah legenda itu?

.

.

Lelaki itu menghampiri Mary.

Tanpa berniat mendongak, Mary tahu itu siapa.

Namun, apakah Mary tahu jika lelaki itu menyembunyikan sesuatu?

***

Langkah Kyuhyun agak berat, namun ia memaksa. Sebenarnya dalam relung hatinya yang terdalam, ia masih bimbang, apakah ia akan benar-benar melakukan itu?

Apakah Kyuhyun tahu jika tindakannya ini salah? Ataukah, Kyuhyun benar dan legenda itu hanya isapan jempol belaka.

            Kyuhyun akan memanggil Mary, dalam kegelapan malam, di sunyinya, dinginnya, dan lembabnya kamar mandi.

.

.

Kekasih Mary tersenyum.

Ia memeluk Mary dengan sayang.

Mary tak memberontak, ia terlalu lelah.

Lelah untuk hidup.

***

Lampu kamar mandi telah mati, watt yang tak terlalu besar itu sudah tak bernyawa lagi, dan Kyuhyun menggantinya dengan sebuah lilin.

Lilin itu menerangi gelapnya kamar mandi. Hanya lilin satu-satunya yang membuat tempat itu agak terang.

Kyuhyun meletakkan lilin tersebut di atas wastafel, tepat di depan cermin sebesar setengah tubuhnya, namun sangat lebar. Hingga pantulan samar-samar bathub terlihat.

            Ia akan memulai.

.

.

Benda yang di sembunyikan kekasih Mary,

perlahan ia keluarkan.

Pisau lipat Swiss Army.

Sambil memeluk Mary,

Tangannya bergerak gelisah menuju punggung wanita itu.

Lengah.

Ia tancapkan pisau itu ke punggung Mary.

Entah apa motif dan niat lelaki itu.

Akhirnya yang terjadi adalah Mary sudah tak bernyawa.

Mary Worth meninggal dengan sadis.

***

Ingatan Kyuhyun tentang mantra itu tiba-tiba menghilang. Mantra pemanggil Bloody Mary.

Kyuhyun meringis kala berpikir, otaknya berniat mengucapkan kalimat itu saat tiba-tiba saja angin dingin berhembus melewati lehernya.

Ia merinding setengah mati. Namun niatnya akan membuktikan kisah itu sudah bulat.

            Ritual pemanggilan arwah Bloody Mary.

.

.

Setelah kasus pembunuhan Mary Worth,

lelaki itu di tangkap dan dipenjara.

Namun, bukan itu masalahnya.

Rentetan kisah bertema Mary Worth melonjak drastis di Amerika.

Banyak pejabat meninggal dunia,

dan juga anak-anak.

Meninggal mengenaskan dengan hilangnya kedua mata dan cakaran di sekujur wajah mereka.

***

Bersamaan dengan lilin pertama yang menetes di atas keramik wastafel, Kyuhyun mulai berdoa, ia menggumam pelan.

Namun masih bisa terdengar lirih.

            “Bloody Mary.. Bloody Mary.. Bloody Mary.”

.

.

Namaku Mary Worth.

Mereka memanggilku Bloody Mary.

Aku bukan pembunuh jika saja mereka tak memanggil namaku.

Aku hanya ingin membuktikan suatu keadilan.

Manusia terlalu jahat.

Aku tak mau menjadi manusia.

Aku hanya ingin bersahabat.

Panggil namaku tiga kali.

Bloody Mary.. Bloody Mary.. Bloody Mary.

Aku akan datang dan tersenyum padamu.

***

Tak ada yang berubah. Cermin di depan Kyuhyun hanyalah sebuah cermin. Tak ada Bloody Mary yang muncul dan mencekiknya. Memang apa? Apakah ini film? Kurang kerjaan sekali kau Cho Kyuhyun.

Pria itu mengulanginya nyaris tujuh kali. Karena yang ke lima kali sudah terlewat. Bahkan ia sudah berputar mengelilingi cermin, berputar selama tiga kali.

Kyuhyun tersenyum menyeringai, sedetik kemudian ia meniup lilin itu dan keluar setelah sebelumnya menghidupkan lampu kamar mandi.

Tanpa di ketahui Kyuhyun, bayangan api di atas lilin itu masih menyala di dalam cermin. Padahal lilin itu sudah sepenuhnya mati. Detik berikutnya, lampu di kamar mandi itu mati dan hidup selama beberapa saat. Berkedip-kedip tak wajar.

Selanjutnya yang terjadi adalah bayangan wanita mengenakan gaun yang kedua matanya telah tercongkel. Mulutnya menganga tak wajar, kosong. Tulang wajahnya terlihat di pipinya sampai bawah bibirnya. Sebagian daging tergantung, terkelupas di sana sini.

Ia adalah Bloody Mary.

END

This legend is based on true story. So, don’t follow about all acitivity in fic.

Iklan

18 responses to “Bloody Mary

  1. ✽jadi keinget hantu toilet di harry potter hehe

    ini kisah nyata yah? Apakah mitos itu masih di percaya sampe sekarang?

    Opini Q dalam cerita ini;
    Apakah pembunuhan yg terjadi dilakukan oleh mary atau yg membunuh mary?
    Sempat kepikiran juga kalo kekasih mary adalah psykopat.
    Mary worth dan bloody mary apakah sosok yang sama?

  2. oh si myrtle ya? wkwk masih cantikan dia bangetlah
    ini mitos di luar negeri dear, tapi banyak kebukti, cerita ini terlalu banyak versi, terlalu banyak desas desus
    mary sama bloody satu orang dear
    sebenernya aku juga bingung, yang bunuh itu katanya ada yang bilang kekasihnya atau teman kencan, soalnya banyak versinya 😀
    oke terimakasih udah baca^^

  3. Astaga Cho >< (berasa ngomong sama Kyu, lol)
    kamu sukses bikin aku merinding. Ya, penyusunan kata-katanya yang bagus yang bikin aku ikut kebawa sampe merinding. Aku suka banget 🙂 penyampaiannya yang ga berbelit-belit dan alur yang berjalan mulus kayak jidat Kyu itu mudah dipahami.
    Aku suka endingnya, waktu si Mary muncul itu dibayanganku serem bgt. Aku juga Seblumnya aku pernah baca artikel di majalah soal hantu ini, dan lihat beberapa video ritualnya di youtube(karena kepo), antara percaya dan ga percaya sih sama mitos ini. Tapi di videonya orang yang main ritual itu beneran di bunuh atau emang itu tipuan kamera aja -___-
    Serem, Asli o__O apa lagi bacanya di rumah, sendirian (ok, ini curcol. Abaikan) lol
    Keep writing ya and fighting!

  4. Astaga Lyn! Ling-ling -_-
    Kamu merinding, tapi ini pagi /dor
    Iyeps Mary itu emang di ambang mitos dan asli, tapi kalau di suruh nyoba? Nope nope, ogah banget u,u
    Di luar negeri sih katanya itu asli, makanya dilarang banget disana. Aku jg pernah liat videonya, sereeeeeeeeeeeeeem tapi kece 😮
    Hehe mau tak temenin? /yakmodus
    Siph, thanks Lyn:3

  5. Kyaa!!!!
    Aku kira Kyuhyun bakal ketemu dengan si Marynya, huh.
    Tapi, seru deh! Sayangnya aku baca siang”, coba malam” pasti feel horrornya lebih dapat..
    Siang kayak ini aja aku dah dapat feelnya, kalau malam pasti takut tidur juga 😀
    Kalau bisa sih sequelnya, hehe.. Aku penasaran apakah si Mary akan membunuh Kyuhyun waktu tidur, atau apa.
    Good job!

  6. Kenapa ‘dia’ muncul setelah kyuhyun keluar dari kamar mandi ?, ,
    buat cerita.a, , two tumbs for you sist !!!!

  7. abis baca ini refleks langsung ke depan cermin trus nyebut bloody mary…kok malah jadi muka gue yang serem?-_-
    keren lah,love this horor fanfic,sama kaya muka authornya horor 😀

  8. Ping-balik: Bloody Mary | fanficsrec·

Hello reviewer!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s