Other Dimension Part 7

(Jazura?)

.

.

chochangevilkyu   

Super Junior © Copyright

Disclamer of SM Entertainment 

Fantasy, Adventure, Family, Romance

Kim Jihyun Ellora McFletcher

Cho Kyuhyun as Kim Kyuhyun Genovian McFletcher

Lee Sungmin as Kim Sungmin Genovian McFletcher

Kim Heechul as Kim Heechul Genovian McFletcher

.

.

Jihyun tetap berjalan walau kakinya sedikit sakit, sesekali dia mengumpat karena batang hidung orang yang dicarinya tak kunjung ketemu. Tiba–tiba saja saat akan melangkah, tangan kirinya di tarik seseorang dan Jihyun merasakan pipinya tersentuh sesuatu yang lembut, basah dan hangat.

”Halo Tuan Putri Kim Jihyun Ellora McFletcher.”

***

            Jihyun terkesiap.

Menatap ragu, takut, marah, kesal terhadap orang didepannya. Orang yang dengan mudahnya mencuri ciuman pipi-nya. Yah walau bukan ciuman pipi pertama. Tetapi tetap saja itu membuat Jihyun jengkel.

“Yak.” jerit Jihyun.

“Kau.. siapa?”

Pria itu mengedikkan bahu santai. Malah kini mempersempit jarak diantara mereka.

Jihyun takut, dia mundur.

Namun, pria itu malah menyeringai menatapnya, bahkan sekarang dengan beraninya mencondongkan tubuhnya kedepan, mendekati Jihyun. Jihyun mengerjapkan mata. Dia pasrah, pasrah jika lelaki asing didepannya ini mungkin akan..

GYUT

Jihyun sedikit terhuyung kesamping. Seseorang baru saja membebaskannya dari jeratan setan –menurutnya. Lengannya tertarik.

”Aiden.” gumam Jihyun.

Wajah Aiden terlihat merah.

Tidak. Dia tidak cemburu –mungkin sedikit. Tapi dia sedikit takut, pasalnya lelaki yang sekarang berdiri angkuh, tatapan tajam dan seringai kecil disudut bibirnya itu adalah Jeremy, atau sering disebut Kim Jongwoon.

”Kau.. bagaimana bisa kesini?” tanya Aiden tajam. Tatapan matanya kini beradu dengan tatapan mata pria itu.

Jeremy mengedikkan bahu santai lalu kembali fokus pada Jihyun. Dia tersenyum. Tulus? Tidak.

Ada sebuah pemikiran picik di otaknya, dan itu hanya Aiden yang mengetahuinya.

”Aku hanya ingin bertemu dengan calon Putri Hawa.” katanya santai.

Rahang Aiden semakin mengeras, dia tahu benar apa isi pemikiran dibalik otak dangkal Jeremy.

”Kim Jongwoon..” desis Aiden sembari memamerkan seringaiannya.

Jeremy sedikit terkesiap, dengan cepat dia bisa kembali menetralkan sikapnya. ”Aku. Bukan. Kim. Jongwoon.” tegasnya dengan menekankan kalimat disetiap suku katanya.

Aiden mengangkat alis

”Well, benarkah? Kau Kim Jongwoon.” remeh Aiden.

Jihyun menatap mereka berdua bergantian. Gadis itu merasakan aura aneh.

Dia sedikit mengerang.

Potongan kejadian seperti dialam mimpinya silih berganti memamerkan gambarnya. Seakan ingin memberi tahu Jihyun jika hologram palsu salah tempat sedikit terbuka.

‘Lari, berlarilah! Kau tau, tempo larimu lebih baik dari siapapun!’ 

Menyisakan pertanyaan yang merasuki tiap sel didalam otaknya.

Kim Jongwoon? Mimpi? Berlari? Belati? Darah?

”Hyun, kau tidak apa–apa?” tanya Aiden memastikan.

Jihyun mendongak, lalu tersenyum kecil.

Saat itu Aiden berpikir, kenapa dirinya tak bisa masuk kedalam pemikiran Jihyun. Pria itu khawatir.

Khawatir karena kekuatannya menghilang?

Tidak!

Dia khawatir dengan Jihyun. Jika memang kekuatannya menghilang, kenapa dia masih bisa mendengar teriakan picik didalam otak Jongwoon?

”Pulang?” tawar Aiden. Dengan pasti Jihyun mengangguk.

”Kembalilah ke asalmu Jeremy. Ah maksudku Kim Jongwoon.”

Aiden tersenyum sinis. Jeremy tertawa hambar. Jihyun menatap mereka intens.

***

            ”Oppa.”

Sungmin berhenti dengan kegiatannya sejenak, lalu menatap adiknya ramah. Dia menepuk bangku disebelahnya.

Jihyun tersenyum, dia mendekat.

”Ada apa Hyunnie-ya?” tanya Sungmin, dia mengusap sayang rambut panjang adiknya.

Jihyun menggeleng, ragu untuk bercerita.

Sesungguhnya, dia ingin bercerita tentang pria tadi. Urung, karena dia tak mau membebani pikiran kakak tersayangnya.

Sungmin tersenyum, dia tahu betul sifat adiknya. Dia tak akan memaksa jika adik perempuan satu–satunya itu tidak mau bercerita. Karena jika sudah siap, Jihyun pasti akan datang padanya sendiri. Dia yakin. Sungguh yakin.

Jihyun menyenderkan kepalanya pada bahu kakaknya, merasakan bahu yang sudah lama tak menjadi tumpuannya. Rindu. Jihyun rindu pada kakaknya.

“Ingin pulang?”

Jihyun menggeleng pelan, munafik jika dia tak menyukai tempat ini. Tempat yang di idam–idamkannya sejak kecil. Tentu saja semua orang akan menganggap dia manusia termunafik jika dia mengangguk. Tempat impian. Negeri dewa. Tempat para orang– orang baik bersemayam –ya setidaknya untuk saat ini begitu menurutnya.

“Astaga kalian curang mesra–mesraan sendirian.”

Mereka berdua sontak menengok sumber suara. Tersenyum bersama.

Seorang Heechul yang tampan terbalut baju ksatria, baju yang ia ingin sekali miliki. Sangat cocok untuk tubuh proposionalnya.

”Oppa.”

Jihyun memeluk lengan kedua kakaknya. Berada ditengah–tengah kedua kakak yang sayang padanya, yang disayanginya. Mereka bercanda dalam hamparan hijau yang luas. Taman istana yang besar dengan pixie yang terbang kesana kemari. Indah. Senja yang indah untuk berkumpul bersama keluarga.

Jihyun takut, bukan karena apa. Tapi karena ia takut jika kebahagiaan seperti ini terenggut begitu saja tanpa menyisakan kenangan. Dia takut mimpi yang selama ini membayanginya benar–benar terjadi.

Dia mendongak menatap Heechul, lalu tersenyum.

Lalu mendongak menatap Sungmin, kembali tersenyum manis.

Mencoba merekam setiap ukiran wajah kedua kakaknya.

Mungkin. Jika memang terjadi, dia bisa mengingat wajah mereka nanti didalam tidurnya kelak. Semoga. Semoga mimpi yang membayanginya menghilang. Menghilang seperti debu tertiup muson dan digantikan tawa dari keluarganya. Semoga.

***

            ”Kali ini apa yang harus kita lakukan?”

Sebuah suara yang terdengar gusar memenuhi ruangan tersebut. Ruangan yang berada di Istana Delufaur . Letaknya tepat ditengah–tengah. Terhimpit pilar yang menghubungkan antara ruang untuk menyimpan alat sihir dan ruang untuk menyimpan benda pusaka rahasia. Ya, bisa dibilang tempat yang sulit terjangkau.

”Kita pastikan dengan ¹death blooded.” ujar salah satu orang lainnya.

Terkesiap. Ya, Ellora terkesiap.

”Tidak  Dia putriku! Tak akan kubiarkan kau membuatnya mati karena ritual sialan itu!” teriak Ellora tidak setuju.

Dia berpikir, bagaimana bisa putri satu–satunya harus menanggung beban seperti itu. Beban yang bahkan dia yakin tak akan dapat memikulnya sendiri.

Tapi, Jihyun berbeda. Gadis itu kuat. Bahkan dia mungkin lebih kuat dari dirinya. Jihyun tidak akan pernah menyerah jika menyangkut orang lain. Dia baik.

Tapi, entah jika tentang ini.

Death Blooded? Untuk putrinya? Jangan bercanda.

”Sayang.”

Jongsuk melangkah mendekat, berusaha menenangkan. Kini pikiran pria itu juga bercabang.

Dia lelah? Tentu saja.

Takut? Sudah pasti

Mereka bangga jika putri mereka seorang Jazura? Sebenarnya iya. Tetapi bukankah terlalu dini untuk menyimpulkan. Seorang Jazura bukanlah gadis kecil ingusan seperti Jihyun. Jazura akan ditempati oleh orang yang lebih mansyur. Bukan gadis kecil seperti putri mereka.

Tetapi, jika memang kenyataan. Apa yang harus mereka lakukan?

Christy, Kevin, Laura, sang kakek dan Paman Leo berdiam diri.

Mereka menonton sad drama didepannya?

Tidak!

Mereka sama seperti pasangan suami istri didepan mereka. Bingung, takut, gelisah, gusar, bahagia tetapi tak menampik kenyataan jika mereka juga terkejut.

Seorang Jihyun, gadis ceria, hiperaktif, manis harus ditakdirkan menjadi Jazura? Mereka menyisakan sedikit kebahagiaan. Mungkin karena akhirnya seorang Jazura ditemukan.

Menurut ramalan, Jazura akan datang sendiri seiring waktunya berjalan. Karena Jazura akan tetap menjadi Jazura. Seseorang yang ditakdirkan menjadi Jazura tidak boleh mangkir dari takdirnya. Jazura itu takdir. Tak bisa digantikan, dilenyapkan atau di hanguskan. Jazura itu nyata. Dan sekarang seperkiansekian persen mereka yakin, jika Jihyun memanglah Jazura. Karena sifat gadis itu benar–benar seperti didalam ramalan ²Fartago. Jadi jika memang begitu. Apa lagi yang mereka tunggu? Sekali lagi. Kapan waktu yang tepat untuk memberitahukan kenyataannya?

”Ellora.”

Kevin –adik Ellora, menyentuh pelan bahu Ellora. Mencoba mentransfer sedikit kekuatan agar kakak perempuannya tenang dan sabar. Tenang?

”Kita harus melakukannya.”

Semua menengok pada salah satu sumber suara yang terdengar mantap. Sang kakek yang sedari tadi bungkam akhirnya berbicara. Sejujurnya dia masih ragu, tapi ini demi Alajor Dimension. Demi kebahagiaan rakyat. Ya.

Pecah. Tangis Ellora pecah, isakannya bergema dalam ruangan tersebut. Dia tak kuasa menahan kesedihannya ataupun kemarahannya. Dia kecewa dengan Ayahnya? Tentu saja. Tetapi Ayahnya benar, jika dia tidak egois, bukankah akan menambah kadar kesedihannya? Jika memang Jihyun adalah Jazura, dia harus dilindungi. Mereka semua tak mau jika Black Castle –musuh Istana Delufaur menangkap Jihyun. Mau tak mau mereka harus memastikan benar atau tidaknya jika Jihyun adalah Jazura.

Karena jika Jazura belum ditemukan, Castle Black akan selalu menggerogoti mereka sedikit demi sedikit hingga tak ada satupun manusia yang ada di Alajor Dimension. Castle Black. Musuh utama. Segera mendekat.

***

            ”Aiden!” sungut Kyuhyun.

Aiden semakin tertawa terbahak–bahak. Bahkan hingga kini dia menggelempar di rerumputan halus di belakang istana.

Rahang Kyuhyun mengeras.

Aiden diam. Mendekati Kyuhyun lalu menepuk–nepuk kepala Kyuhyun layaknya anak kecil. Kyuhyun mencibir dalam hati.

”Dasar bodoh.” cibir Aiden.

Kyuhyun memukul kepala Aiden dengan wand-nya lalu kembali menghafalkan mantra.

Aiden tertawa karena Kyuhyun salah merapalkan mantra. Seharusnya Brilas tetapi Kyuhyun mengucapkannya Bringas. Astaga bahkan sebodoh–bodohnya Aiden, dia tak pernah meleset jauh dengan kata–kata awal.

”Coba sekali lagi Kyu, ucapkan dengan benar! Konsentrasi.” titah Aiden.

Kyuhyun mendengus, ”Iya orang tua.”

Aiden melotot sebal.

Kyuhyun diam, dia memejamkan matanya sejenak. Mengambil nafas dalam–dalam lalu menghembuskannya, begitu seterusnya.

Konsentrasi Kyuhyun, batin Kyuhyun.

Brilas.”

Ajaib, rumput didepan Kyuhyun mulai bersinar, lama kelamaan menjadi terlalu terang dan berpendar. Dengan cepat dia menutup matanya dengan kedua tangannya.

Lalu menghilang.

Prok Prok Prok.

Kyuhyun membalikkan badan, melihat gadis menyebalkan itu kembali lagi dan dengan gaya sok-nya menatap Kyuhyun takjub tapi sedikit, selebihnya dia menatap Kyuhyun remeh.

Kyuhyun mencibir dalam hati, beginikah sifat elf ? Benar–benar bukan gadis yang baik dan layak untuk menyandang gelar elf pembawa kebahagiaan. Jaein memang elf pembawa kebahagiaan, dengan sifat sopan, manis dan baiknya dia adalah elf yang membuat seluruh orang–orang merasa bahagia dan nyaman. Tetapi lain dihati dan mulut Kyuhyun, baginya gadis itu membawa petaka.

“Kau ternyata sudah bisa mempelajari dasar mantra dengan baik ya.” takjub Jaein yang disambut dengusan malas dari Kyuhyun.

“Hei Jaein.”

Jaein menoleh menatap Aiden. Kyuhyun juga menatap mereka bergantian.

Aneh, pikirnya.

Tiba–tiba saja Jaein tertawa kecil lalu mengangguk. Mereka baru saja melakukan telepati. Dan Aiden melenggang pergi menuju tempat tujuannya.

Sekarang.. Jaein menatap Kyuhyun manis.

Terlalu manis..

Hingga membuat Kyuhyun bergidik ngeri. Tamatlah riwayatmu Kim Kyuhyun Genovian McFletcher.

***

            ”Antara.”

Ryeowook mengerang sesaat lalu mengelap darah disudut bibirnya.

Jihyun terkesiap lalu berlari menuju Ryeowook dan membantunya berdiri, di usapnya luka Ryeowook dengan pelan dengan wajah khawatir.

”Maaf Wookie-ya, aku tidak sengaja.” ucap Jihyun menyesal.

Ryeowook tersenyum mengiyakan lalu mengusap puncak kepala Jihyun yang tertunduk.

”Tidak apa–apa Hyun, lihat, bahkan aku semakin kuat.” canda Ryeowook yang dibalas pukulan kecil dilengannya.

”Lanjut?”

Dengan ragu Jihyun mengangguk lalu mulai merapalkan beberapa mantra kembali. Saat ini mereka berdua sedang berlatih untuk menyerang, sengaja, Ryeowook memang sengaja membuat dirinya terluka agar mengetahui seberapa besar kecepatan belajar Jihyun. Dan ajaib, dalam setengah jam, Jihyun dapat merapalkan sepuluh mantra perlindungan dan sejenisnya.

Ryeowook sempat takjub dengan kecepatan pemikiran Jihyun. Dalam keadaan sesungguhnya, belajar mantra itu bisa berhari–hari dan itu bahkan hanya seperkian kecil mantra dasar. Tapi Jihyun? Dia memang luar biasa.

”Siap?” tanya Ryeowook. Jihyun mengangguk kecil.

Thud.”

Dodge.”

Dengan cepat Jihyun menangkis serangan mantra Ryeowook. Gadis itu bahkan dengan sigap menyerang kembali Ryeowook dengan mantra–mantranya.

Vundita.” seru Jihyun kuat–kuat

Dorsflankanta.” Pria itu dengan cepat menyerukan mantranya.

Nyaris saja Jihyun terkena, jika pinggangnya tidak ditarik seseorang.

Jihyun mendongak. Aiden Lee?

”Kau.” desis Jihyun. Aiden mengangkat alis

”Apa?” tanya Aiden santai.

Jihyun mencibir lalu berusaha melepas tangan Aiden yang menempel dipinggangnya. Berusaha keras-pun tak akan bisa, karena Aiden merapalkan mantra Adhesivo.

”Yak kau apa–apaan, lepaskan aku Aiden jelek.” Jihyun masih saja berusaha melepasnya, namun malah semakin erat. Dia menyerah. Aiden tersenyum bangga.

Ekstere.” seru Ryeowook cepat.

Jujur, Ryeowook cemburu dengan tingkah Aiden, dia berusaha menutupi kecemburuannya dengan membuang muka setelah merapalkan mantra tersebut.

Jihyun mengernyit bingung. Aiden tersenyum curiga. Ryeowook diam.

”Hei kenapa kau tersenyum begitu?” tanya Jihyun menyadari jika orang disebelahnya menjadi aneh?

Aiden menggeleng pasti tetapi tak berusaha menyembunyikan senyum manisnya dari Jihyun.

Jantung Jihyun berdebar.

”Kenapa kau berdebar?” tanya Aiden menggoda.

Wajah cantik Jihyun bersemburat merah. Dia menggeleng cepat lalu berlari menyusul Ryeowook yang sudah berjalan pelan memasuki istana. Aiden terkekeh geli lalu bergumam.

”Maaf Wookie-ya, kali ini aku tidak bisa mengalah padamu.”

***

            ”Hyunnie-ya.”

Jihyun menoleh mendapati saudara kembarnya merengut sebal.

Alis Jihyun terangkat.

Kyuhyun mendengus. ”Aku bisa gila jika berada disini bersama gadis jadi–jadian itu.” seru Kyuhyun kesal.

Jihyun memutar bola matanya. ”Eung, Jaein?” tanya Jihyun memastikan.

Kyuhyun mengangguk pasrah lalu bersandar di paha adiknya, memejamkan mata sejenak berusaha mengusir kelelahan.

Jihyun mengusap rambut saudara kembarnya yang halus. Lalu terkekeh geli. Kyuhyun mendongak selanjutnya menautkan alisnya.

”Aku rasa..” gumam Jihyun sejenak. ”Sudah lama kita tidak akur seperti ini ya.” lanjut Jihyun yang disambut kekehan Kyuhyun mengiyakan.

”Kyu..”

”Hmm.”

Jihyun menghela nafas sejenak. ”Aku takut.”

Kyuhyun beringsut duduk tegap lalu menatap manik mata cantik adiknya. ”Aku tidak mengerti.”

”Begini.”

.

.

            Seorang gadis manis berjalan pelan melewati koridor-koridor istana. Dengan balutan piyama biru bergambar dia berjalan sambil mengusap–usap matanya, sesekali menguap.

Kebiasaan, lapar tengah malam.

”Kali ini apa yang harus kita lakukan?”

Mata Jihyun yang mulanya tertutup kecil kini menjadi lebar. Dia melayangkan tatapannya pada koridor ini.

Asing. Sepi. Gelap.

Tetapi, gadis itu –Jihyun penasaran akan suara seseorang yang terdengar sedikit berteriak tetapi sarat akan kepasrahan.

Pintu. Gadis itu melihat pintu ukir yang cantik didepannya. Sesaat kemudian dia menempelkan daun telinganya.

Bukan hal yang baik.

Tetapi jiwa penasarannya muncul dan itu membuat dia merintih meminta maaf pada Tuhan karena menguping pembicaraan orang lain.

”Kita pastikan dengan death blooded.”

Death Blooded? Apa itu? Terdengar menakutkan.

”Tidak! Dia putriku! Tak akan kubiarkan kau membuatnya mati karena ritual sialan itu!” teriak Ellora tidak setuju.

Itu tadi suara Mom? Putri? Aku?

Putri Mom hanya aku.. dan tadi Mom bilang apa?

Aku akan mati? Ritual?

Jihyun berusaha menutup mulutnya agar tak menimbulkan desahan lirih karena takut. Disisi lain, gadis itu masih penasaran akan kelanjutan percakapan didalam. Gadis itu yakin jika dibalik pintu itu terdapat lebih dari satu orang. Pasti.

”Sayang.”

Dad? Mom dan Dad bertengkar? Oh ayolah, itu tak mungkin, pikirnya.

Seberat–beratnya masalah mereka, Jihyun yakin bahwa pertengkaran bukan tradisi dikeluarganya. Mereka –orangtuanya akan dengan cara baik–baik jika menyelesaikan masalah mereka. Pasti.

Dan itu bukan dengan cara bertengkar.

Jihyun lebih berkonsentrasi. Fokus, telinganya fokus pada sumber suara tetapi pikirannya mulai berjalan negatif. Ragu dan sedikit gelisah.

”Ellora.”

Itu suara Uncle Kevin. Uncle juga ada didalam? pikirnya.

”Kita harus melakukannya.”

DEG

Seketika jantung Jihyun seperti berhenti berdetak. Gadis itu bahkan sekarang merosot. Memeluk lututnya. Dia menutup mulutnya, agar tak terdengar isakan lirih dari mulutnya.

Jihyun menangis. Sama seperti Ibunya.

Jihyun bahkan tak habis pikir jika maut akan menantangnya.

Takut? Tentu saja.

Tetapi, apa salahnya? Kenapa mereka bilang Jihyun harus melakukan ritual itu? Jihyun bingung, takut, resah.

Kebas. Kini lututnya serasa kebas karena terlalu lama ditekuk. Dengan sigap, dia bangkit lalu menuju kamarnya.

Melupakan kelaparannya. Mengingat kematiannya.

.

.

            Kyuhyun terkesiap, Jihyun tersenyum miris.

”Aku takut.” lirihnya.

Dengan cepat, Kyuhyun memeluk saudara kembar yang paling disayanginya. Berusaha meredam tangis adiknya dengan dadanya. Mungkin tidak akan membuat Jihyun tenang, tetapi setidaknya itu akan membuat Jihyun berpikir bahwa dirinya. Kyuhyun. Tidak akan membuat siapapun. Termasuk orang jahat, menyentuh seujung rambut adiknya. Dia berjanji.

Demi nafas terakhirnya. Kyuhyun akan melindungi Jihyun.

Mulai detik ini. Dari siapapun. Termasuk dari tangan keluarganya sendiri. Aku berjanji.

TBC

Note

¹death blooded : Ritual untuk mengungkapkan seorang Jazura. Ritual ini memerlukan sedikitnya semua penghuni istana. Mungkin bisa 50 orang. Ini berbahaya karena jika seseorang yang diajukan untuk melakukan ritual ini bukanlah Jazura asli, dia akan mati mengenaskan dengan kaki menggantung di langit–langit.

²Fartago : Ramalan tersirat dari seorang tetua penyihir. Penyihir yang paling hebat dan satu – satunya penyihir pertama bergelar Jazura.

Brilas : Mantra pembuat sinar. Menyilaukan mata. Membuat mata musuh buta seketika.

Antara : Mantra penyerang dari depan.

Thud : Agar target terpelanting jauh.

Dodge : Serangan untuk menangkal mantra dari Thud

Vundita : Agar target terluka parah. (Tetapi jika orang yang mengucapkannya kuat – kuat, target akan terluka parah. Bahkan tubuhnya kemungkinan akan hancur)

Dorsflankanta : Serangan untuk membalikkan mantra yang terucap musuh.

Adhesivo : Mantra perekat. Jika korban yang terkena mantra ini, akan melekat erat, tergantung si pengucap ingin merekatkan dimana. Semakin dia memberontak, semakin erat pula dia melekat.

Ekstere : Mantra untuk membebaskan dari mantra Adhesivo. Jadi ini adalah mantra untuk melepas.

chochangevilkyu’s Note

Halo! Cho balik dengan chapter OD 7 😀

Aduh senangnya ya *apa ini -_-

Maaf ngaret banget ya, sebenarnya ini juga udah sejak lama jadinya, tapi masih perlu perombakan, jadi maaf banget kalo jelek dan bikin kalian kecewa ya L

Akhir-akhir ini sibuk juga sama ff lain, selain itu juga sekolah. Banyak ulangan, apa lagi aku udah kelas II *ih curhat u,u

Oh ya, soal ending juga aku udah mikirin, tapi entah kapan endingnya wkwk *killed

Terimakasih kawan-kawan yang sudah menyempatkan membaca ya 😀

 

Iklan

22 responses to “Other Dimension Part 7

  1. akhhirnyaaa OD nnongol jugaa,, jamuran nunggu :p
    nnahnahnah, konfliknya mulai keliataan, kayaknya mau di inti ya yu??
    ah jadi mau ending?? kapan?? yah masa cepet banget yuuu????
    pokoknyaa ditunggu lanjutannya,, 😀

    • ah sorry dear, I’am so bussy a few days -_-
      ho’o, konfliknya udah ada, but aku ndak tahu kapan tamat, udah ngerti endingnya tapi belum bisa mengekspresikan lewat tulisan T.T
      already dear 😀

  2. Trnyata OD 7’y ada dsini..
    Jeremy itu dr Black Castle kn?
    Mkin seru deh..
    Lanjutn’y jngn lama” ya, thor.. 😉

    • halo, welcome ya 😀
      iya, belum sempet ngirim dear hehe
      ditungguin ya? *ehpede *mintadilemparbibirkyu(?)
      he’em, sejenis gitu deh *ihlabil *killed -_-
      siap dear, thankseu for read 😀

  3. Oh ya slam knal ya author/chingu/onnie panggilnya apa nih??
    ak readers bru disini.. <(")
    Spertinya author chochangevilkyu sedang sibuk,buktinya ff nya blom ad lnjutannya..
    Hehe
    #sok tau 🙂

  4. Yaampun itu kta2ny kyu so sweet amat yak :3 seandainy itu saia. . . . Dpat istilah2 kece itu dmana yak? N itu tumben2an loh, liat si yesung dpt peran jahara gtu biasany sm ddangkoma mwahahaha. . . Si wookie cmburu ny lucu deh *.* n saia bingung mau si jihyun sm siapa donge ato wookie 😐

    kece lah ni crita (y) like it !

  5. ituh… si jihyun itu pasti Jazura… jd qm pasti bisa koq mlewati ituh ujian shir (sotoy-_-)..
    fighting Jihyun!!! qm pasti bsa mlewati ujian sihir itu.. death blooded yah kan nma x? :*
    iiihh… kyuhyun sosweeett… pengen deh jd jihyuuunnn…#ngaareepp
    aiihh.. bsa ajah deh ikan… kasihan tuh si tukang masak.. hahaha… sbar wookie… nanti qm dpt blasan yg stimpal koq (haah?)… 😛
    sorry kbanyakan koment x cho eonni… ;p hehehe…
    cpat dilanjutin yaah efef x…;)

Hello reviewer!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s