Thir13een Parfume Volume 7

Percaya atau tidak.

Setiap benda itu mempunyai sesuatu yang bersemayam.

13 Parfum pembawa keajaiban.

Membawamu ke tempat yang tak kau duga.

Tetapi jika kau melanggar pantangan, ada konsekuensi tersendiri. 

.

.

”Kau melihatnya?” tanya seseorang itu. Suaranya terdengar menyeramkan. Gadis itu menggeleng hebat dan kembali menautkan telapaknya yang terasa dingin karena menggenggam kristal kaca tempat parfum miliknya.

”Cih! Aku pastikan kau tak akan bisa melihat ini lagi.”

***

chochangevilkyu

Super Junior © Copyright

Disclamer of SM Entertainment

Romance, Fantasy

Kyuhyun, Hangeng, Park Jihyun

PG-15

Art Chevelleanne

thir13teen-parfume-chochangevilkyu

.

.

            Pria itu menarik tangan gadis tersebut yang terkatup dilutut. Membuat gadis itu meringis dan tak sengaja menjatuhkan parfum yang digenggamnya.

“Apa yang kau lihat?” tanya pria itu. Gadis itu menerawang mata pria tersebut dengan matanya. Namun, yang ia rasakan hanya aura kelam menyelimuti pria tersebut. Masker hitam dan topi yang menutupi sebagian wajahnya membuat ia tak bisa mengenali lebih lanjut.

Gadis itu bungkam, namun melawan tatapan tajam pria tersebut. ”A-aku, aku tidak melihat apapun. Hanya melihat m-mayat,” suaranya terdengar serak dan parau saat mengucapkan kalimat terakhir. ”Kau pembunuh?”

Jubah hitam panjangnya tampak berkibas saat angin tak sengaja melewati pria tersebut. Ia melepas cengkraman tangannya pada gadis itu lalu mundur satu langkah. ”Siapa namamu?”

”Aku? Kenapa kau ingin tahu? Apa kau juga ingin membunuhku?” tanya gadis itu sedikit kesal. Entah, dapat darimana keberanian tersebut.

Pria tersebut sedikit tersentak. Ia tak menyangka seorang gadis tidak takut padanya.

”Kau menarik.” katanya. Pria itu melepas masker dan topinya. Bersamaan dengan itu pula lampu lorong diatas mereka bergoyang. Sedikit sulit untuk membuat gadis tersebut menebak wajah siapa dibalik masker itu.

Lampu berhenti bergoyang. Menampakkan sosok asli pria tersebut. Seketika mata gadis itu membulat. Ia menutup mulut tak percaya. ”K-kau?! Cho Kyuhyun?!”

***

            Mereka terdiam. Hening. Seolah-olah alam ikut membenteng dan menyoraki mereka untuk diam. Tanpa suara.

Pria itu. Kyuhyun, berdehem pelan. Membuat seseorang yang berada didepannya mendongak menatapnya dengan wajah bingung dan alis yang berlekuk.

“Apa?”

Kyuhyun yang biasanya selalu tegas, entah kenapa menjadi kikuk setelah bertemu gadis ini. Tapi, cepat-cepat ia memasang wajah dingin dan datar.

“Bagaimana kau tahu namaku?” tanyanya. Lalu berdiri dan berjalan menuju pantry. Gadis itu menyusul dibelakangnya.

Kyuhyun menghidupkan mesin kopi dan duduk di kursi pantry. Gadis itu melakukan hal yang sama. Duduk persis di hadapan Kyuhyun.

Gadis itu berdehem pelan, ”Kau.. apa kau dulunya member Super Junior? ”

Tiba-tiba tubuh Kyuhyun menegang. Wajahnya mengeras. Jelas sekali ia berusaha menggeramkan tulang pipinya. Tampak tak nyaman. Ia menatap mata gadis itu tajam. “Siapa namamu?” tanyanya. Mengalihkan topik pembicaraan.

Wajah gadis itu terlihat bingung sebentar. Sebelum akhirnya pura-pura tidak tahu apa yang terjadi –mungkin. “Namaku Park Jihyun.“ jawabnya.

Suara mesin kopi berbunyi. Menandakan kopi itu telah selesai dibuat. Kyuhyun menuangkan cairan pekat pudar tersebut kedalam dua cangkir porselen polos.

Ia memberikan satu pada Jihyun. Jihyun menerimanya lalu menatapnya sebentar sebelum akhirnya menghirup kepulan asap tersebut.

”Lalu kenapa kau bisa sampai disana?” tanya Kyuhyun. Ia meletakkan cangkirnya dan menatap Jihyun intens. Membuat Jihyun tiba-tiba tersentak dan terbatuk.

”Hei bisakah kau tak melihatku seperti itu? Astaga, kukira kau itu menyeramkan. Tapi sebenarnya menyebalkan!” ujar Jihyun sebal. Mengelap mulutnya lalu menjatuhkan kedua lengannya diatas meja pantry.

Kyuhyun mencibir, ”Apa yang kau lakukan disana?”

Jihyun menggeleng pelan sebelum akhirnya membuka mulut. ”Entahlah, tadi aku sedang bersama Kibum lalu tiba-tiba saja berada disana dan melihat kau membunuh orang itu. Memang kenapa kau membunuhnya? Apa dia jahat? Apa kau jahat? Atau apa kau-”

Tiba-tiba Jihyun terdiam. Matanya melotot dua menit lalu mengerang keras. ”Astaga! Parfumku! Parfumku disana,” Ia berteriak histeris. Tak menggubris tatapan Kyuhyun yang tajam. Namun, detik berikutnya ia berhenti berteriak dan menunjuk-nunjuk Kyuhyun. ”Kau! Ini gara-gara kau. Kau tadi menarik tanganku dan itu membuat parfumku jatuh. Bagaimana ini? Aku tak bisa pulang.”

Jihyun mulai menangis. Ia menjatuhkan kepalanya ke atas meja pantry sambil sesekali meracau. Otaknya sedang kalut, jika parfum itu benar-benar hilang, lantas bagaimana dengan nasibnya?

Seseorang berdehem, itu deheman Kyuhyun, ia bingung dan jengkel. Entah apa yang tengah ia pikirkan.

“K-kau.. tanggung.. jawab-“ ucap Jihyun tersendat-sendat. Suaranya parau karena tertutup lengannya. Ia mendongak lalu duduk tegap. Matanya terlihat mulai memerah. ”-kau, antarkan aku kesana! Kau harus tanggung jawab, jika nanti parfum itu tidak ketemu, aku tak akan bisa pulang Kyuhyun-ssi!”

Keadaan Kyuhyun jauh lebih parah, ia yang tidak tahu apa-apa menjadi bingung, apa hubungan dirinya dengan parfum gadis itu?

Kyuhyun menatap Jihyun dengan poker face-nya, ia mengetukkan telunjuknya di gagang cangkir. ”Kau ini bicara apa? Parfum? Bahkan aku tidak tahu maksudmu!”

”Pokoknya besok pagi antarkan aku ke gang sempit tadi. Kalau tidak, aku tidak mau pulang dari rumahmu ini! Atau awas saja, akan kulaporkan ke polisi!”

Jihyun beranjak dari kursinya lalu melenggang pergi. Kyuhyun mengernyit bingung, bukan karena sifat gadis itu yang menyebalkan, mungkin itu juga termasuk, tetapi faktor utamanya adalah, gadis itu beranjak kemana?

***

            Pagi-pagi sekali Jihyun sudah bangun, ia tak sabar untuk menemukan parfumnya yang hilang, dan yang lebih penting adalah ingin segera mengetahui jenis parfum tersebut.

Semalam ia tak dapat tidur nyenyak, tentu saja, mereka –Jihyun dan Kyuhyun berdebat sepanjang malam, dengan teganya Kyuhyun mengusir Jihyun dan menyuruhnya tidur di sofa depan televisi, karena malam kemarin dengan tak tahu malunya Jihyun masuk ke dalam kamar Kyuhyun dan tidur disana, jelas sekali jika pria itu marah.

”Hm, padahal Kyuhyun itu biasku, kenapa dia jadi begini ya? Apa dia pembunuh bayaran? Menyeramkan.” gumamnya. Ia mengusap peluh yang mengalir dari pelipisnya lalu menyajikan beberapa piring makanan di atas meja.

Jihyun baru saja selesai membuat sarapan untuk mereka berdua, hitung-hitung sebagai balas budi pada Kyuhyun.

Tap. Tap. Tap.

Derak suara sepatu Kyuhyun bergema di sepanjang jalan menuju ruang makan. Kyuhyun muncul disana dengan wajah yang tercengang, namun ia menutupinya dengan deheman.

Gadis yang sedang mengelap meja makan itu mendongak. Wajahnya yang semula datar menjadi terkejut. Matanya membulat dan bibirnya setengah terbuka.

”K-Kyuhyun? Cho Kyuhyun-ssi?”

Kyuhyun menaikkan sebelah alisnya penuh gaya lalu berjalan pelan menghampiri Jihyun yang sedang berdiri terpaku memegang serbet dengan kedua tangannya.

Dengan santainya Kyuhyun mengambil beberapa porsi nasi dan lauk, tak menggubris tatapan memuakkan Jihyun. Begitulah.

”Kau.. polisi? Astaga! Kau seorang polisi? Dan membunuh?!” jerit Jihyun. Ia menarik kursi lalu duduk, tak sepenuhnya duduk, karena beberapa detik selanjutnya ia sudah menaikkan sedikit posisinya hingga terlihat seperti memajukan tubuhnya. Dengan rusuhnya menarik-narik tangan Kyuhyun.

Kyuhyun berdecak sebal. ”Bisakah kau melepas tanganku? Aku ingin makan. Atau aku akan mengusirmu sekarang hah?!”

Gadis itu kembali menarik tangannya dan melipatnya di atas meja. Ia kesal tetapi itu tak berlangsung lama, karena ia sendiri terpukau melihat wajah biasnya tepat di hadapannya dengan seragam kepolisian yang sangat keren, menambah kadar ketampanan seorang Cho Kyuhyun.

Keheningan berlangsung lama, Kyuhyun sibuk dengan makanannya, dan Jihyun sibuk dengan pemandangan didepannya. Tentu saja ia tak akan menyia-nyiakan kesempatan seperti ini.

Dentingan terakhir bertalu, tanda pria itu selesai dengan acara makannya. Ia meneguk air putih didepannya, saat ia meminum airnya, tak sengaja pandangannya bertemu dengan gadis itu. Jihyun terkesiap lalu mengalihkan pandangannya ke samping.

Jika beruntung, mungkin pria itu tak akan melihat perubahan wajahnya. Ia tak mengetahui jika saat itu Kyuhyun sedang menyeringai padanya.

***

            ”Bisakah kau cepat! Jangan jalan terlalu lama!”

Bibir Jihyun mengerucut sebal, ia tak menyangka ternyata seorang Cho Kyuhyun sangat menyebalkan dan cerewet, entahlah, apakah ia akan mengganti bias atau tidak setelah mengetahui kehidupan masa depan Kyuhyun.

”Iya, iya tunggu sebentar Tuan polisi. Astaga, kakimu terlalu panjang. Yak tunggu!”

Saat ini mereka sedang berada di kantor markas pusat kepolisian di Seoul, sebenarnya Jihyun sudah sedari tadi merengek meminta pergi ke gang sempit. Namun, Kyuhyun dengan santainya berkata, ’Hanya parfum ’kan? Itu masalah nanti. Yang terpenting adalah pekerjaanku’.

Dan itu membuat amarah Jihyun meluap-luap. Tetapi, ia berusaha bersabar, ia tak mau menjadi gelandangan yang tidur dijalanan.

Kyuhyun masuk dalam ruangan yang dindingnya terbuat dari kaca-kaca tebal, sekiranya mungkin kurang lebih 5 inc. Didalam ruangan itu terdapat banyak sekali bilik-bilik yang dibatasi oleh sekat-sekat kayu. Semua orang disana menunduk hormat saat Kyuhyun melewati mereka. Hm, perkirannya adalah, mungkinkah Kyuhyun itu seorang kepala polisi?

”Chief, apakah kemarin sukses? Bagaimana dengan tersangka terakhir?” tanya sesorang lelaki bertubuh agak gempal namun bisa dikategorikan sedikit berisi. Kyuhyun yang baru saja melepas topinya itu mendongak, tersenyum misterius.

”Sebenarnya sukses, tetapi masalahnya adalah-”

”Uwaaah benarkah Eonnie? Ini keren, bagaimana cara menggunakannya, Eonnie, ajarkan padaku ya.”

Ucapan Kyuhyun terhenti karena tiba-tiba jeritan yang tak begitu keras itu membuatnya menghela napas frustasi. Ia tahu benar itu siapa, dan sekarang ini adalah masalahnya.

Lelaki gempal itu melongok kebelakang sebentar, ia mengernyitkan alis saat melihat wajah orang asing.

”Apa.. gadis itu kekasih Chief?”

Kyuhyun terkejut sejenak, setelahnya terkekeh tak percaya. ”Dia? Itulah masalahnya Tuan Ren.”

”Eh? Memangnya ia siapa Chief?”

Mulut Kyuhyun akan mengucapkan kata ’dia itu pengganggu pekerjaan kita.’ Namun urung, karena bukankah itu akan menimbulkan lebih banyak masalah? Akhirnya dengan ragu-ragu, satu kalimat mengudara melewati jaringan didalam otaknya.

”Dia.. Keponakanku.”

***

”Bagaimana ini? Kenapa tidak ketemu? Hei Tuan Cho Kyuhyun seorang Chief kepolisian. Jangan diam saja disana! Kau harus membantuku Tuan Cho.“

Jihyun menjerit kesal saat melihat Kyuhyun hanya menatapnya datar, mungkin saja begitu, karena dirinya saat ini sedang memakai sebuah sunglass berwarna hitam berkilau dipadukan dengan jas semi formalnya, sungguh terlihat tampan.

Sudah hampir dua jam Jihyun berputar mengelilingi gang sempit, untung saja matahari masih bersinar, namun sepertinya matahari juga enggan berlama-lama untuk bersinar.

Ia mencari di sepanjang garis melintang di dekat tong sampah, lalu di semak-semak dekat dengan sebuah kolam kecil disana. Tetapi, sepertinya dewi fortuna sedang tak berpihak padanya.

Sedangkan Jihyun dalam proses kesusahan, justru Kyuhyun asyik dengan dunianya sendiri, bergumul dengan benda persegi panjang hitam ditangannya, duduk dengan santainya di kap mobil dan memainkan benda itu dengan antengnya. PSP.

Dibalik kacamata, Kyuhyun melirik sebentar pada gadis itu, Jihyun terlihat mondar mandir di tempat yang sama berulang-ulang, wajahnya kusam, dan rambutnya acak-acakan, sungguh berbeda dengan keadaan semula.

“Hei.“

Jihyun menoleh saat Kyuhyun memanggilnya, pria itu mengangkat tangannya hingga jas-nya sedikit tertarik, menampakkan jam bvlgari mewahnya, ia mengetuk-ngetuk jam itu sambil menatap bosan pada Jihyun.

“Yak.. kau, ish!“

Sepatu Jihyun berderap sumbang saat ia menghentak-hentakkan kakinya di sepanjang jalan setapak menuju mobil Kyuhyun. Dalam hati, sumpah serapah sudah terlempar pada Kyuhyun, tak terhitung lagi.

Pintu mobil bergesek kasar saat Jihyun menutupnya dengan sekuat tenaga, membuat Kyuhyun menatapnya dengan tatapan membunuh.

“Tuan Chief, aku lapar. Ayo kita makan.“ Jihyun merajuk pelan, tak berusaha kentara. Ia lapar dan sifat apa saja akan kalah jika perut Jihyun kosong.

Kyuhyun menghentikan gerakannya memasang seatbelt lalu memandang Jihyun yang sedang manyun dan mengangkat-angkat tangannya bergantian. ”Asal setelah ini kau pulang ke rumahmu. Aku akan memberimu makan.” ujar Kyuhyun datar sambil kembali melanjutkan memasang seatbelt.

Gadis itu nyaris ingin protes, namun urung saat Kyuhyun mulai memasukkan gigi mobil dan mengegasnya kuat-kuat. Membuat Jihyun beberapa kali menjerit kesal.

”Ya.. yak. Tuan Chief. Hentikan mobilmu!”

***

Berkas-berkas dan beberapa file terbelenggu di atas meja kerja Kyuhyun. Pria itu sedang menangani kasus baru, dan akhirnya kasus-kasus setengah jadi ikut terbengkalai karena banyaknya file yang bertumpuk.

Jihyun datang membawa secangkir kopi, ia mencoba mengendap-endap, namun ternyata insting kecerdasan Kyuhyun yang terlalu high dapat dengan mudahnya menebak orang itu. Tentu saja, hanya ada Jihyun satu-satunya orang bersamanya.

”Jika memang ingin mencoba mencuri disini, silahkan saja, tidak ada yang penting.” kata Kyuhyun tiba-tiba, matanya tak beralih dari kertas-kertas di hadapannya. Jihyun mencibir dalam hati lalu melangkah pelan menuju Kyuhyun.

Wangi sabun Jihyun dapat tercium dengan jelas di hidung Kyuhyun. Itu adalah aromanya, namun entah kenapa jika Jihyun yang memakai, wanginya lebih lembut.

Gadis itu meletakkan cangkir putih tersebut di atas nakas pojok ruangan, ia mengedarkan pandangannya pada sekeliling tempat ini. Sangat rapi dan bersih, tapi tidak dengan meja kerjanya.

Telisik almond Jihyun tak sengaja menatap sebuah figura besar yang didalamnya terpasang sebuah foto besar, kira-kira hampir setengah meter. Salinan tidak nyata itu terbubuh wajah seorang pria setengah baya, mungkin sekarang sudah tua, karena jika dilihat dari forsir foto itu, jelas sekali itu sudah lama. Sepia.

Disebelahnya ada wanita cantik yang tersenyum lebar pada kamera, ia memegang sebuah kotak, seperti kado, sangat besar. Didepannya tampak seorang anak kecil perempuan yang tersenyum dengan menampilkan deretan giginya, dan disebelahnya lagi ada lelaki kecil yang tersenyum tipis namun terlihat manis. Jihyun menduga itu pasti foto keluarga.

”Pergilah dari sana. Dan jangan mengangguku.”

Suara berat Kyuhyun menyentak syaraf Jihyun. Ia berbalik, menatap Kyuhyun yang masih saja setia dengan tumpukan yang tak di mengertinya itu.

Bukannya pergi dari ruangan tersebut, Jihyun malah berjalan mendekati Kyuhyun dan duduk di depannya. Kyuhyun mendongak, pria itu terkesiap sebentar saat melihat Jihyun, bukan wujudnya, namun sesuatu yang dipakai Jihyun, kemejanya yang kebesaran berwarna hijau muda itu jelas sekali mencetak lekuk tubuh dalam Jihyun.

Buru-buru Kyuhyun menunduk dan mencoba mencari kesibukan agar otaknya kembali berjalan waras.

Gadis itu mengangkat alis berliuk saat melihat Kyuhyun yang aneh seperti itu. Tidak biasanya Kyuhyun terlihat gelisah dan cemas seperti ketahuan mencuri.

Jihyun berdehem pelan sekali. Mencoba dengan permulaan pertama agar mereka bisa saling bicara, namun ternyata Kyuhyun masih belum merespon.

”Huh, dasar menyebalkan.” cibir Jihyun pelan. Namun tanpa di duga Kyuhyun malah mendongak, ia mengangkat sebelah alisnya, jujur, itu terlihat keren!

”Siapa yang menyebalkan gadis aneh? Dasar anak-anak.”

Bibir Jihyun mengerucut kecil. Ia bersumpah paling tidak suka dipanggil dengan nama anak-anak. Ia benci, ia sudah dewasa, padahal ia masih berusia 17 tahun.

Gadis itu mengerang, “Aku bukan anak-anak Ahjussi.”

”Dan aku juga bukan Ahjussi!”

”Eh tapi ’kan kau memang sudah Ahjussi. Bahkan usia kita terpaut jauh Ahjussi. Lagipula kemarin Ahjussi bilang aku adalah keponakanmu, jadi aku harus memanggil Ahjussi ’kan.” kata Jihyun. Ia mengangkat jarinya lalu menghitung-hitung mencari fakta. Kyuhyun yang sedari tadi masih anteng menatap file-file itu-pun merasa curiga pada gadis di depannya.

Tanpa sepengetahuan Jihyun, senyum tipis terukir di bibir Kyuhyun. Senyum yang ia jarang tunjukkan pada siapapun. Ia berpikir, gadis itu terlalu polos atau memang bodoh sih.

Tiba-tiba gadis itu menjerit pelan, ia mendongak lalu menatap Kyuhyun. ”Tuan Chief, memang usiamu berapa?” tanyanya polos. Jihyun baru sadar jika perbuatannya sedari tadi terlampau bodoh. Jelas-jelas ia tak tahu usia Kyuhyun sekarang, yang ia tahu adalah tanggal, bulan dan tahun lahir Kyuhyun. Sedangkan sekarang? Jihyun bahkan tak tahu berada di abad berapa.

Kontan Kyuhyun tergelak aneh, ia tertawa-tawa tanpa sebab. Membuat kening Jihyun mengerut untuk beberapa saat.

”Kau.. ini.. aneh.. sekali.” ujar Kyuhyun tertawa sambil memegangi perutnya. Eh kenapa sih Kyuhyun abad ini?

’Dasar aneh, memang apa yang lucu? Ya Tuhan, sepertinya Kyuhyun di masa depan sangat mengerikan.’ gerutu Jihyun dalam hati. Ia beranjak. Berdiri menunggu sambil bertolak pinggang.

Kyuhyun yang sudah selesai tertawa itu menatap heran pada Jihyun. ”Tuan Chief, besok kau harus antarkan aku lagi ke tempat itu. Aku ingin pulang.”

Perempatan di kening Kyuhyun terukir, ia berpikir, memang sepenting apa parfum itu untuk Jihyun?

Pria itu berdehem serius. ”Memangnya sepenting apa parfum itu untukmu bocah kecil?”

Jihyun tak menjawab, ia melengos pergi, berjalan pelan menuju pintu ruangan Kyuhyun. Sebelum sempat menyentuh gagang pintu, ia kembali berbalik, tersenyum miris pada Kyuhyun. ”Aku rindu rumahku Ahjussi.” katanya. Lalu melangkah keluar dari tempat itu.

Namun, justru bukan itu makna yang di tangkap oleh otak cerdas Kyuhyun. Entah kenapa mendengar kata-kata itu jiwanya terasa terusik.

”Kalau begitu, bagaimana jika parfum itu tak pernah ketemu?”

***

Pagi-pagi sekali Kyuhyun sudah berangkat, namun sebelum ia berangkat bekerja, hidungnya mencium aroma harum dari arah dapur.

Ia melangkah ke tempat itu dan menemukan seseorang yang sedang bernyanyi-nyanyi sambil menata piring di atas meja makan.

Kyuhyun berdehem, membuat kegiatan Jihyun berhenti. Ia tersenyum lebar lalu menarik Kyuhyun untuk duduk.

”Tuan Chief, aku sudah menyiapkan makanan untukmu. Nah sekarang makan dulu ya. Cepat Tuan Cho.” perintah Jihyun pura-pura galak. Ia mengambil beberapa lauk dan meletakkan di atas piring Kyuhyun.

”Kau ini cerewet sekali bocah kecil.” ujar Kyuhyun ketus. Bukannya membalas, Jihyun malah mengambil banyak nasi untuk Kyuhyun. Membuat pria itu mengerang frustasi.

”Cha! Silahkan dimakan. Dan jangan sisakan satu butir nasi-pun ya Tuan Cho yang terhormat.”

Kyuhyun menatap Jihyun datar, sedangkan Jihyun menatap Kyuhyun dengan senyuman manisnya. Terkadang senyuman itu menyebabkan efek untuk beberapa pemuda di kelasnya merasa berdebar. Entahlah, apakah berpengaruh juga pada Kyuhyun.

***

            Waktu sudah menunjukkan pukul dua belas siang. Jihyun sudah bosan duduk di kursi, sejak pagi tadi ia tak beranjak dari tempat itu sedikit-pun.

Ia saat ini sedang berada di kantor Kyuhyun. Karena ternyata tadi pagi, semua yang di lakukan Jihyun ternyata tidak gratis. Ia merengek meminta untuk ikut ke kantor.

”Jihyun-ssi?”

Gadis itu mendongak saat merasa namanya di panggil. ”Eh, iya?”

Di hadapan Jihyun muncul seorang pria tinggi dan tampan, tersenyum hangat pada Jihyun, ia sempat tercekat, dia adalah.. Minho SHINee?!

Pria itu beranjak duduk di samping Jihyun lalu mengulurkan tangannya. ”Perkenalkan, aku Minho, aku adalah salah satu rekan kerja Chief Kyuhyun.”

Tangan Minho sudah menjulur ke arah Jihyun, namun gadis itu bukannya membalas, malah menatapnya dengan pandangan berbinar. Tiba-tiba Minho tergelak pelan menatap ekspresi Jihyun yang seperti itu.

Jihyun yang mendengar kekehan Minho langsung tersenyum canggung. Ia membalas uluran tangan Minho. ”Park Jihyun.”

”Apakah kau keponakan Chief Kyuhyun? Chief tidak pernah membawa keponakannya kemari. Jika saja ia mempunyai keponakan secantik ini, mungkin semua orang dari dulu sudah heboh.” ujar Minho dengan ekspresi manisnya. Jihyun menunduk, ia tersipu. Di puji oleh salah satu artis tampan sedunia. Astaga, pasti pipinya sudah merah merona.

”Ah tidak begitu juga eung..” Jihyun berhenti sebentar. Ia bingung mau memanggil Minho dengan sebutan apa. Ahjussi? Ia masih terlalu muda untuk di panggil Ahjussi. Tuan? Yang benar saja.

Pria itu mengerti, ia tersenyum lagi. ”Panggil aku Oppa saja, bagaimana?”

Tanpa jeda berikutnya, Jihyun sudah mengangguk antusias. Lalu tiba-tiba saja ia merutuk gusar. ‘Eh, kenapa aku jadi seperti ini sih!’

“Haha, kau ini benar-benar. Pantas semua orang menyukaimu. Kau manis.”

Jantung Jihyun kembali berdebar. Minho, kau ini kenapa sih? Jangan membuatku merasa tinggi seperti ini.

Seseorang disana berdehem, ia menatap datar pada kedua orang itu. Padahal dalam hati sudah dongkol setengah mati.

“Oh A-ahjussi.” sapa Jihyun. Ragu-ragu ia memanggil Ahjussi. Takut jika Kyuhyun mengamuk dan mengusirnya dari rumah.

Kyuhyun mendelik seram. Ia berdehem lalu melangkah pelan menuju Jihyun. Ia menarik tangan gadis itu untuk berdiri. “Makan siang dulu. Nanti Ibumu marah jika putri satu-satunya belum makan siang.”

Minho yang merasa menjadi pihak ke tiga itu berdehem. ”Ah maaf, kalau begitu Saya pamit dulu Chief Kyuhyun,” katanya. Ia tersenyum kikuk pada Kyuhyun lalu memutar tubuh menghadap Jihyun. ”dan sampai bertemu lagi Jihyun-ah.”

Jihyun tersenyum tipis. Ia tak menyangka ternyata bisa bertemu Minho. Minho! Tanpa sadar senyum senang terlukis di bibir tipis Jihyun. Kyuhyun yang melihat itu hanya mencibir tak suka.

”Jangan menjadi orang tak waras di tempat seperti ini. Kau ingin mencari parfum-mu atau tidak hah?!”

Sepanjang itu pula senyum Jihyun langsung meredup. Ia memang menyukai biasnya ini. Tetapi entah kenapa jika ucapan ketus itu selalu membuatnya berpikir dua kali. Apakah benar ia biasku?

Kyuhyun berjalan menuju koridor, meninggalkan Jihyun yang masih memberengut kesal.

”Ahjussi tunggu aku!”

***

            Mobil berhenti tepat di kedai yang cukup sederhana, kedai langganan Kyuhyun. Ia mematikan mesin mobil lalu melepas seatbelt. Tanpa menunggu Jihyun terlebih dahulu, ia sudah turun dan masuk ke dalam kedai.

”Aish, benar-benar menyebalkan!”

Jihyun turun dari mobil Kyuhyun lalu berjalan memasuki kedai. Ia terperangah sejenak. Pasalnya dari luar sana kedai tampak sederhana dan kecil, namun di dalamnya, kedai itu cukup besar dan interior-nya terkesan mewah untuk ukuran kedai seperti ini.

Kyuhyun sudah duduk di pojok sana, berbicara dengan Ahjumma pemilik kedai mungkin. Jihyun berjalan menghampirinya dan duduk di depan Kyuhyun.

”Wah, siapa ini? Cantik sekali. Kau kekasih Kyuhyun?” tanya Ahjumma itu pada Jihyun. Jihyun yang sedang menatap interior kedai itu langsung mendongak. Terkejut sudah pasti.

“Ah? T-tidak Ahjumma, aku-“

“Dia memang kekasihku Ahjumma.” jawab Kyuhyun cepat, sekaligus memotong pembicaraan Jihyun.

Mata Jihyun melotot beberapa menit. Kenapa orang ini seenaknya saja sih?!

Ahjumma itu tersenyum seduktif. Seperti tersenyum mesum. ”Benarkah? Wah kalian cocok sekali. Kyuhyun tampan dan gadis ini cantik. Semoga kalian tetap langgeng ya.”

Setelah mengatakan itu, Ahjumma tersebut langsung melenggang pergi. Mata Jihyun tetap awas menatap Kyuhyun. Yang di tatap hanya memasang wajah tak berdosa sambil bersiul-siul.

”Tuan Cho! Apa yang kau katakan huh?! Enak saja kau bilang aku kekasihmu!” sembur Jihyun. Ia melipat lengan lalu menggembungkan pipinya.

Kyuhyun tergelak sesaat. Entah kenapa ekspresi gadis itu selalu lucu untuknya. ”Kau tahu,” Kyuhyun memajukan tubuhnya seraya berbisik. Jihyun yang kesal itu mulai luluh. Ia penasaran, kenapa Kyuhyun berbisik-bisik. Jihyun mulai memajukan tubuhnya juga, condong ke arah Kyuhyun. ”dia itu selalu seperti itu. Jika saja aku tidak bilang kau kekasihku, entah apa yang akan di terjadi nanti.”

Gadis itu membuka mulutnya sedikit, mencerna apa maksud Kyuhyun. Tentang apa yang terjadi nanti. Memang apa?

”Memang kenapa? Apa Ahjumma itu menyukaimu?” tanya Jihyun berbisik. Kyuhyun yang sedang meminum cola yang di sediakan di meja itu menyemburkan minuman tersebut dari mulutnya, ia mengelap bibirnya dan tertawa lagi. Bahkan lebih keras dari sebelumnya, membuat Jihyun merutuk sebal, karena menjadi pusat perhatian.

”Wah kalian sangat romantis, ini pesanannya nak Kyuhyun.”

Ahjumma itu meletakkan beberapa makanan dan minuman lalu tersenyum penuh arti pada Kyuhyun. Sedangkan Jihyun, ia memicing. Berusaha membaca arti tatapan Ahjumma yang membuatnya cemburu setengah mati. Eh? Cemburu pada seorang.. Ahjumma?!

Suapan demi suapan mulai memasuki kerongkongan Kyuhyun, pria itu makan dengan lahapnya. Dan Jihyun? Gadis itu malah menatap Kyuhyun tak berkedip. Menurutnya, saat-saat tertampan Kyuhyun adalah pada waktu makan. Terlihat manis.

Kyuhyun berdehem, ia mendongak dan menaikkan kedua alisnya bertanya. Mata Jihyun melebar, ia menggeleng cepat lalu mulai memakan makanannya dengan frekuensi fast, bahkan beberapa kali ia tersedak.

”Ck, memalukan sekali. Pantas saja kau ku panggil bocah kecil.” ketus Kyuhyun dengan wajah iba merangkap khawatir, tetapi lebih dominan ke wajah mengutuk. Ia mengambil cangkir dan meminumkan pada Jihyun.

Mata almond-nya bertatapan dengan mata kelabu Kyuhyun saat tangan Kyuhyun menjulur untuk membantunya minum. Ia nyaris tersedak saat mata itu menatapnya lembut, berbeda dengan biasanya.

Tangan kanan terangkat, menandakan ia hampir kehilangan napasnya saat Kyuhyun membantu memberinya minum, karena sedari tadi Kyuhyun tak sekalipun memberi jeda. Terkutuklah kau Park Jihyun.

”Huwaaahh. Kau nyaris membuatku mati Tuan Cho.” gerutunya. Di tanggapi Kyuhyun dengan poker face-nya.

”Eh Tuan Chief, kapan mencari parfum-ku?” tanya Jihyun di sela-sela makannya. Suaranya nyaris sumbang saat ia menyeruput kuah ramyun sambil berbicara.

”Kau ini benar-benar. Makan dulu yang tenang.”

Sebenarnya Kyuhyun sudah tahu pasti, bahwa gadis itu akan selalu bertanya perihal parfum. Kenyataan yang terkadang entah kenapa membuat relung hati terdalam seorang Cho Kyuhyun merasakan nyeri berkepanjangan.

Cho Kyuhyun, ada apa denganmu?

***

            Hari nyaris gelap, penunjuk waktu milik Jihyun sudah menunjukkan pukul lima sore. Ia masih enggan untuk beranjak. Beranjak dari lorong kumuh tersebut.

Kyuhyun masih setia berada di samping Jihyun. Tanpa banyak bicara, pria itu membantu Jihyun. Tumben?

“Tuan Chief, kenapa tidak ada ya?” tanya Jihyun. Wajahnya sudah kusut dan terlihat lelah. Terlebih, ternyata Kyuhyun juga terlihat sama.

Pria itu menghela nafas lelah, lalu berkata, “Sepenting apa parfum itu untukmu?”

Jihyun nampak berpikir, jika ia berkata tentang asal muasal parfum itu, apakah Kyuhyun akan percaya padanya? Tentulah tidak.

“Itu.. peninggalan Pamanku, satu-satunya.” jawab Jihyun berpura-pura sedih. Padahal dalam hati ia merutuk. Kapan ia mempunyai Paman?

Keadaan hening, Jihyun dan Kyuhyun sama-sama berpikir. Dan entah apa yang di pikirkan Kyuhyun, pria itu menarik Jihyun dalam pelukannya. Membiarkan tubuhnya menjadi penghangat. Ia tak suka ekspresi Jihyun yang seperti itu. Sangat menyedihkan.

“T-tuan Chief?”

“Jangan bergerak. Tenanglah.. tenanglah.” kata Kyuhyun. Ia mengeratkan pelukannya. Jihyun sempat shock, namun bisa ia tahan, semoga aku masih bisa selalu seperti ini. Pelukan Kyuhyun sangat nyaman, begitu pikirnya. Seperti terengkuh sesuatu yang akan selalu melindunginya dari apapun.

Tanpa sadar, ia tersenyum di balik bahu Kyuhyun.

Srrrtt. Srrrttt.

“Eh?”

“Bagaimana? Apakah sekarang kau masih merasa sedih?”

“Tuan Cho!!”

Jihyun memberontak dalam pelukan Kyuhyun, namun Kyuhyun malah semakin memeluknya erat.

Bukan, Jihyun ingin melepas pelukan ini bukan karena tak suka, tetapi.. karena baru saja Kyuhyun menyemprotkan sesuatu di punggungnya. Itu adalah aroma Baccarats’s Les Larmes Sacrees de Thebes. Parfum yang ia cari.

”Kau tahu? Sebenarnya aku sudah menyimpannya selama ini. Aku.. aku hanya ingin kau tetap di sini,” ujar Kyuhyun pelan, suaranya terdengar serak. Apa ia menangis?

”Kyu..”

”Karena.. karena jika parfum ini ketemu, aku yakin kau akan meninggalkanku. Iya ’kan? Aku tak mau itu terjadi.”

Pelukan Kyuhyun semakin erat. Namun Jihyun, sedari tadi meronta minta di lepas. Ia harus tahu akan konsekuensinya. Parfum itu merupakan kristal yang terkenal karena kemurniannya. Bentuknya seperti piramida dan salah satu komposisinya mengandung kemenyan. Dimaksud untuk mengeluarkan kemistisan jaman Mesir Kuno. Dan bukan itu yang dipikirkan Jihyun, Jihyun hanya berpikir, kenapa jenis ini cocok sekali dengan pribadi Kyuhyun? Mistis dan evil cocok sekali.

Eh kenapa denganku? Harusnya aku sedih akan meninggalkan Kyuhyun, tetapi kenapa aku malah memikirkan jenis parfum sialan itu sih?!

”Tuan Cho, kau menyukaiku ya?” tanya Jihyun menggoda, ia sadar, pasti nanti akan terjadi lagi, jadi ia lebih memilih tersenyum dalam kemirisan daripada bersedih dengan fakta.

Suara desahan nafas Kyuhyun terdengar jelas, ia mengangguk dalam diam. Ia malu jika harus memperlihatkan wajahnya pada Jihyun. Pasti merah sekali.

Jihyun terkekeh, ia membalas pelukan Kyuhyun lalu menyandarkan kepalanya pada bahu lebar Kyuhyun. Hembusan musim semi terasa hangat semilir membelai pipinya. Tersenyum menatap Kyuhyun, tersenyum menatap cahaya yang satu-satunya akan lenyap, membuat hatinya menghangat sekaligus tak nyaman dalam waktu yang nyaris bersamaan.

“Aku juga suka Tuan Chief Cho Kyuhyun. Seorang bocah yang menyukai seorang Ahjussi.”

Kyuhyun tergelak mengejek. Ia tak mampu meredupkan senyum di bibirnya. Hatinya yang selama ini membeku entah kenapa telah mencair menjadi lelehan hangat musim semi. Ia mencintai Jihyun. Bocah kecil yang mampu membuatnya merasakan sesuatu tak wajar dan menggelitik panas di hatinya. Ia adalah Park Jihyun.

Mereka berdua tersenyum dan menutup mata dalam diam. Dan tanpa di sadari Jihyun, lengannya sudah tak menapak bahu Kyuhyun. Namun ekspresinya masih sama, tersenyum dalam eratan pelukan dan kehangatan musim semi di senja hari.

Jihyun menghilang dengan tenang. Melanjutkan petualangan menuju seseorang. Seseorang yang telah menunggunya disana.

***

            “Park Jihyun! Bangunlah!”

Seseorang menyentaknya. Namun entah kenapa matanya masih setia terpejam. Ia tak ingin beranjak ataupun membuka mata. Lengannya masih terasa hangat.

“Aish, dasar Putri Tidur sok cantik sekali.” gerutu suara tersebut. Ia mulai jengah dan siap-siap akan mengguyur Jihyun dengan seember air jika gadis itu tak menggeliat lalu membuka mata.

“Sudah puas tidurnya Putri cantik?”

Jihyun mengucek kedua matanya. Ia menguap lebar lalu menatap di sekitarnya. Ia tertidur di atas meja dengan lengan sebagai tumpuannya. Kenapa ia bia ada di sana? Bukankah tadi..

“Aish Jihyun!!”

“Eh iya iya.” Jihyun mendongak kala suara itu kembali terdengar menusuk gendang telinganya.

Mata kusut Jihyun yang semula meredup mulai membuka sempurna. Ia adalah pria itu. Pria yang selama ini sudah tak ada dalam formasi Super Junior. Hangeng.

“Hangeng?” tanya Jihyun pelan. Wajahnya nampak bingung. Membuat pria itu kesal setengah mati.

Ia mencubit-cubit pipi Jihyun, menariknya dengan gemas. “Bangun sayangku. Apa yang kau pikirkan huh? Ayo kita pergi. Kita harus ketempat itu.” ujar Hangeng tak sabaran. Ia terlihat antusias sekali. Matanya berbinar seperti anak kecil. Hangeng mengambil sesuatu di atas meja lalu menyemprotkannya pada Jihyun.

”Kau ini bau sekali. Sampai-sampai aku nyaris pingsan.” candanya. Tangannya bergerak lincah menyemprot sekitar Jihyun dan tubuh Jihyun. Almond Jihyun mengikuti arah gerakan tangan kanan Hangeng. Itu adalah parfumnya. Parfum Jean Patou’s Joy, perpaduan aroma jasmine dan mawar Bulgarian, tampak menyengat.

”T-tunggu Hangeng. Tentang tadi, apa maksud pergi ketempat itu? Memang kita mau kemana?” tanya Jihyun beruntun. Ia menahan lengan Hangeng untuk menghentikan kegiatan pria itu. Ekspresinya tampak bingung dan penasaran, menyatu menjadi satu. Membuat Hangeng mati-matian menahan tawa.

Ia meletakkan parfum itu lalu menyentuh bahu Jihyun lembut. ”Tentu saja di-” Hangeng menjeda kalimatnya, menikmati wajah Jihyun yang terlihat manis ketika penasaran seperti ini. Secepat kilat ia mencium pipi Jihyun dan kembali berkata, ”-tempat kecelakaan di daerah desa Bukchon,” Hangeng kembali terdiam, terlihat wajah Jihyun yang memerah membuatnya tersenyum tipis. ”yang katanya tiap malam bus bekas kecelakaan itu melintas pada pukul 12 malam.”

”Bus berhantu.”

TBC

Iklan

21 responses to “Thir13een Parfume Volume 7

  1. wohooooooo
    oh ayolah
    yg sama kyuhyuun huhuhuhu
    singkat sekaleeeeee
    aaaaah mau nya kyu terakhir biar keren kkkk
    aigo part gege horror nih kkk
    aigooooo
    chingu ppalli ppalli next part nya hahaha

  2. Haha maafkan saya, gatega banget sama Kyu harus nyium Jihyun. Keenakan dia u,u
    Maaf deh maaf hehe, kan ada part sebelumnya yang lain -_-
    /salahtetepngeyel(?)
    Betewe thanks yawn 😀

  3. Huwaaa..uda ktmu ma evil magnae..tp kok part ktmu ma kyu dkit bgt…
    Ah mian,aq reader bru dsini 🙂
    Yg ma hangeng berbau hororkah??k k k
    tetep smgt chingu *aq gatau kmu lbh tua dr aq ato aq lbh tua dr kmu jd aq pgl chingu ya 🙂 *

  4. Karena gatau mau gimana -_-
    Nde welcome dear, enjoying 😀
    Iya horor sayang
    Panggil cho aja anyways. Oh ya akunya kelas dua mau kekelas tiga SMK. Hehe terserah mau panggil apa. Tapi jangan chingu *berasarujak* dan Eon *berasatua* /emang -_-
    Thanks ya^^

  5. hai. reader baru nih xD
    pertama kesini, bgm nya serem u.u kenapa ga pakai lagu SJ aja? kan lebih bagus tuh b

    paling suka part yeye ><

    seperetinya part gege akan horror .__.

    secepatnya dilanjutiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiinnnn

    jangan sampai harus tunggu SEBULAN DUABULAN TIGABULAN buat nugguin kelanjutan ff nya -..- keburu pada lupa.

    ditunggu!
    🙂

  6. ngebayangin kyu pake baju polisi…
    omg… melelehhhhh….
    q udh nebak kalo parfunbya di bawa ama kyu…
    kyuu..mw di pelukkkkkk

    hangeng…. bus berhantuu?

  7. yah, part kyunya dikit amat thor..
    romantis2annya kurang banyak XD
    pasti keren lihat kyu pake seragam polisi, melted XD
    ckckck, han gege ngapain coba mw lihat bus hantu…

    ditunggu banget next partnya thor..

  8. Oh, bruntung ji ktmu ama bpk polisi ganteng. Ey, ralat, maz polisi ganteng. 2 lagi 😀
    dan ren? Wkwk, hanya nama tp aku byangin muka ren nuest tp gempal? -_-
    hahaha
    ayo liat yg brhantu, tp g pnya pw.a deh ky.a. Skip aj klu gt 😀

Hello reviewer!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s