Thir13een Parfume Volume 10

Percaya atau tidak.

Setiap benda itu mempunyai sesuatu yang bersemayam.

13 Parfum pembawa keajaiban.

Membawamu ke tempat yang tak kau duga.

Tetapi jika kau melanggar pantangan, ada konsekuensi tersendiri. 

Love is simple, like my love for you…”

-o0o-

“­—terkadang kau tak tahu apa yang sebenarnya ada di dalam hati setiap manusia. Kau hanya dapat melihat sekilas saja. Tanpa sanggup menerawang. Dan itu membuatmu seolah terombang-ambing di antara kehidupan dan kematian. Pikirkan saja, seperti menggali kuburmu sendiri.”

Seorang pemuda menghisap sebatang rokok. Ia menghembuskan asapnya dengan santai di depan seorang gadis tanpa tahu jika hal itu membuatnya terbatuk pelan.

Park Jihyun mengusap matanya yang perih. Membuat sebuah tanda untuk menghentikan kegiatan pemuda itu. Ia tak dapat melihat siapa seseorang di depannya. Masih buta karena asap yang membuatnya begitu sesak.

“Kumohon, matikan rokokmu,” Nada gadis itu memelan. Rongga dadanya penuh, terasa hampir rusak. “…aku sesak.”

Pemuda itu bukannya menghentikan aktivitas rutin yang selama ini dilakukannya, malah menghisap lebih dalam, merasakan dengan hati dan kembali meniupkan di udara. Bahkan kali ini tubuhnya mencondong, melempar pandangan tanpa arti pada Jihyun.

“Maksudmu menyuruhku mematikan rokok? Atau menghentikan asapnya? Pilih yang mana?”

Jihyun geram. Ia bertahan untuk menekan perasaan kesalnya dan nyaris menyemburkan amarahnya ketika laki-laki yang dilihatnya kini sedang menatapnya tenang. Seolah tak merasa bersalah.

            Donghae? Lee Donghae?

chochangevilkyu

Super Junior © Copyright

Disclamer of SM Entertainment

Romance, Fantasy

Donghae, Park Jihyun

PG-15

Art Chevelleanne

Inspired by @heenimk “Creepy K12S”

thir13teen-parfume-chochangevilkyu

.

.

.

            Kepingan bola mata Park Jihyun melebar. Tanpa menunggu untuk direspon, dirinya sudah terlanjur menarik tinggi-tinggi urat kesakitannya ketika melihat salah satu bias-nya melakukan hal itu di hadapannya.

Itu hal buruk.

Dalam artian kasar. He’s a bitchy person.

Lee Donghae menarik kedua alisnya. Tampak sejajar dalam dua simetris. “Kenapa melihatku seperti itu?” Tangannya meremas putung rokok itu, tanpa mematikannya. Ini hal yang sungguh luar biasa. “seperti melihat hantu saja!”

Gadis itu tak menghiraukan ucapan pemuda tersebut. Lantas ia berdiri, menyemprotkan parfum Ralph Lauren Perfume Notorious di sekelilingnya. Mencampuradukkan aroma di kafe yang mereka singgahi. Ia juga tak mengerti kenapa dirinya bisa bertemu dengan Lee Donghae di tempat seperti ini. Dan dengan wujud seorang laki-laki brengsek.

Tangan kekar Lee Donghae menarik pergelangan kiri Jihyun dan membuat gadis itu terduduk kembali di kursinya. Pandangan mereka bersatu hingga terdengar serapah di tiap sudut. Gadis itu mengganggu ketenangan pengunjung.

“Kau ini kenapa?!” Masih dengan raut wajah tidak suka, Donghae bertanya. Ia mengalihkan pandangan lalu membungkam bibir Jihyun dengan sehelai tissu. Meninggalkan gadis itu dalam kebingungan. Kebimbangan dan berbagai pikiran di impuls-nya.

Jihyun mengernyit. Membiarkan tangannya menggantung dalam diam. Sedangkan jantungnya bergemuruh. Menyalurkan emosi-emosi kecil tak berkesudahan. Ia masih tidak mengerti.

***

            “Mungkin kau bisa memilih yang ini. Atau yang ini saja. Tampak indah.”

Lee Donghae disibukkan dengan berbagai sepatu cantik yang berkilauan. Ia mengambil beberapa pasang lalu mencocokkan di kaki Jihyun.

Sore itu mereka keluar untuk sekedar meluapkan rasa bosan. Teringat seketika akan mendatangi sebuah pesta gala dengan Lee Donghae sebagai pembawa acara.

Jihyun berdiri. Masih menatap bayangannya dalam sebuah cermin sebesar tinggi tubuhnya. Ia masih tidak mengerti statusnya dengan pemuda bernama Lee Donghae ini. Teman yang terlalu menggenggam paham egoisme atau sekedar menerapkan status quo. Atau kemungkinan hanya seseorang yang tak lebih saling menyapa setiap pagi dan berucap selamat malam ketika bulan tepat menggantung di ujung langit.

            Bagaimana pemuda itu bisa menjadi pribadi seperti ini?                                                      

Dengan mata sayu dan raut wajah tanpa senyum ia menatap manik mata Jihyun dari balik cermin dalam-dalam. Seolah sedang mengukur kesederhanaan dalam tahap memilih hal yang baik atau… tidak?

“Kau tahu? Aku sebenarnya tidak pernah rela kau menjadi kekasih orang itu.” Pada saat itu pula Park Jihyun berbalik. Bertanya dengan raut wajah kaku.

            Kekasih siapa?

Dalam hal ini, Jihyun sedikit tak mengerti. Ada sebuah pertanyaan besar yang mengganjal di otaknya. Kenapa pada dimensi ini dirinya seperti di hadapkan situasi yang sulit? Ia tak mengerti celah-celah masalah yang mengukung dirinya dan Lee Donghae.

Jihyun tak pernah melihat Donghae tersenyum. Setidaknya sampai saat ini ketika mereka  bersama. Dirinya juga tak jarang menatap lekat Lee Donghae yang sedang gusar. Seolah memikul seluruh masalah manusia di seluruh dunia.

“Jangan memikirkannya terlalu dalam, wajahmu semakin jelek,” Sekonyong-konyong Donghae mengeluarkan senyuman tipis, namun hanya sebentar, karena lekukan bibirnya kembali menurun. Merosot dan menyembunyikan aura bening yang terpancar dalam sekian detik. “segera rapikan pakaianmu. Kita tak punya waktu untuk bersantai-santai.”

Dan sore ini ditutup dengan raut wajah Lee Donghae yang kembali dingin. Masih mengedepankan egoismenya yang tinggi. Terlalu tinggi untuk dijangkau.

***

            “Oh Jihyun-ah! Akhirnya kau datang juga. Aku sudah menunggumu dari tadi.”

Senyum simpul merekah di tiap sudut-sudut bibir plum pemuda bernama Byun Baekhyun. Ia menggamit lengan Jihyun dengan manja lalu mendaratkan kecupan singkat di pipi gadis itu.

            Begitu bersemangat.

Perempuan itu hanya membalas dengan senyuman bingung. Tampak tak tulus. Kendati dirinya dipertemukan dengan laki-laki yang tampan. Tetap saja prioritasnya hanyalah Lee Donghae.

Di saat pandangannya mengedar, satu sentuhan kecil berhasil membuatnya kembali ke arah laki-laki yang menurutnya begitu mirip anak kecil itu. “Ada apa? Kau mencari siapa?” Baekhyun bertanya. Nadanya terdengar lucu.

Jihyun menggeleng lalu melenturkan raut wajahnya. “Tidak ada,” jawabnya ragu-ragu. Otaknya seolah sudah di titik batas maksimal untuk berpikir. Beberapa kalimat sempat menggelayuti di dalam isi kepalanya, namun masih gamang, antara dipertanyakan atau diabaikan saja. Akhirnya dengan segenap keberanian dia kembali bertanya, “eum, kau, maksudku kenapa kau menungguku di sini? Bukankah kau bisa masuk duluan?”

Bibir kecil Baekhyun kembali bergerak-gerak. Menghasilkan sudut runcing yang begitu imut. “Tentu saja!” Laki-laki itu nyaris berteriak karena gembira. “Aku pasti akan menunggu kekasihku tersayang!”

            Ah. Maksud Donghae itu adalah ini?

            Gadis itu masih berpikir. Mungkinkah disini ia terjebak dalam cinta segitiga?

Oh, itu sungguh kekanakan sekali.

-Thir13een Parfume-

            Park Jihyun memelankan langkahnya sambil mencoba menarik napas dalam-dalam. Dadanya sesak seakan tertimbun beban yang begitu berat. Sedangkan matanya terfokus pada lingkar jam tangan yang kian cepat bergerak.

Ah sial!”

Setelah beberapa lama berlari. Ia menemukan lelaki itu. Lee Donghae yang sedang duduk santai di sudut kafe sambil memainkan ponselnya. Sesekali ia berdecak. Terlihat dari sudut pandang gadis itu.

Pagi tadi saat Jihyun sedang sarapan, ponselnya berkali-kali bergetar. Menampilkan deretan nomor asing yang terus terang sangat mengganggu aktivitasnya. Tanpa mengerti arti sebuah kalimat ketenangan, laki-laki di ujung telepon itu berbicara. Singkat dan tak terbantahkan.

Tangan Park Jihyun dengan gesit menarik kursi yang tepat berada di hadapan pemuda itu. Tanpa basa-basi lagi dia segera memesan makanan. Mengganti porsi menu pagi tadi.

“Lama sekali!” Donghae mengisi suara dalam keheningan beberapa saat. Nadanya yang berat terdengar angkuh. Walau sekalipun ia berusaha berkata lembut.

Menghela napas berlebihan, gadis itu mengangkat kedua lengannya lalu bertumpu pada meja. Mengamati lekat-lekat wajah Lee Donghae. Pemuda itu begitu tampan dengan kaos hitam bertuliskan Hardrock. Ia lantas mengerutkan kening ketika menyadari sesuatu. “Ada apa menyuruhku datang kesini cepat-cepat? Kau tahu? Bahkan kau menggagalkanku untuk sarapan pagi tadi!”

Lee Donghae hanya mengangkat bahu berpura-pura tidak peduli. Laki-laki itu kemudian mengambil sebatang rokok dalam kotak yang baru. Terlihat dari segel yang baru dibuka.

Jihyun menarik sebelah sudut bibirnya. Ia belajar hal itu dari Lee Donghae beberapa hari ini. “Merk rokok yang baru lagi huh?”

Decakan kagum keluar dari bibir Donghae. “Kau begitu memperhatikanku ternyata Nona Byun. Jika Tuan Byun tahu hal ini, dia bisa-bisa menghabisiku nanti malam.”

Masih dengan nada paling datar Donghae membalas. Pemuda itu tahu benar cara membunuh seseorang perlahan-lahan dengan wajah dan ucapannya yang begitu dingin. Jihyun tak percaya akan mengalami masa-masa sulit seperti ini.

Tetapi hal ini tetap tak menyurutkan niat seorang Park Jihyun untuk segera masuk dalam celah kehidupan Lee Donghae. Ia ingin sekali mengetahui fakta-fakta menarik masa lalu Lee Donghae. Atau mungkin ini masa depannya nanti? Entahlah. Dia begitu tak peduli tentang hal tersebut.

Dalam menit yang kesekian. Hening melingkupi. Gadis itu lebih memilih menghabiskan menu makan siang yang menurutnya masih sarapan itu. Tak mengacuhkan pandangan lelaki yang berada di depannya. Jihyun tahu saat ini pemuda itu sedang memandanginya. Apalagi dengan intensitas bau asap rokok yang kian melebur, memasuki indra penciumannya.

Aneh. Seakan dia menikmati asap rokok yang berhembus dari mulut Lee Donghae.

“Kadar kandungan tar dan nikotin-nya rendah. Selebihnya berbahan Amamum Campactum Soland[1] dan beberapa campuran Salvadore Persica[2].”

Jihyun mendongak, sisi pemikirannya dengan jelas menanyakan hal itu dan dengan tidak sadar, wajahnya terlihat sangat bodoh di mata Donghae.

Gadis itu meletakkan sumpit lalu memandang Donghae dengan bingung. “Kau berusaha promosi padaku atau sedang mencoba menghasutku untuk merokok?”

Donghae terkekeh. Tak sanggup menahan tawa ketika melihat wajah Jihyun yang begitu polos seperti anak kucing. Sedangkan Jihyun, ini seperti di awal perkiraannya, bahwa pemuda itu pasti akan mengeluarkan sekiranya sedikit aura tenang pada dirinya.

“Memangnya kenapa? Kau ingin coba?” Laki-laki itu bertanya sambil mengaduk kopi yang masih mengepulkan hawa panas. Sebelah tangannya membiarkan jari-jari itu menghilangkan abu yang berada di ujung rokok.

Dua alis Jihyun terangkat tinggi-tinggi namun tidak seimbang. Ia tertawa pelan. Menghembuskan napas pendek. Oh ini begitu lucu. Seorang Lee Donghae menantangnya berbuat hal seperti itu.

Dengan penuh semangat kalimat yang tak terduga itu muncul dari bibir Park Jihyun. Bahkan Donghae belum sempat mengantisipasi hal itu, dan kopi yang baru saja ditelannya harus rela terlontar dan bergerak jatuh di atas meja dengan sempurna. Memadamkan api di ujung putung rokoknya.

“Kau pikir aku tidak berani? Berikan saja satu kotak penuh!”

***

             Donghae tak menyangka akan mengalami hari yang berbeda dari biasanya. Hidup yang semula hanya di penuhi tragedi dan masalah, kini sudah terakumulasi dengan berbagai warna. Setidaknya ada satu warna lagi yang kembali dalam hidupnya yang terlalu membosankan itu.

Dari banyak pihak, dari macam-macam rupa, ia masih tidak mengerti kenapa gadis itulah yang mulai menaungi pikirannya. Bahkan gadis itu sudah terkunci rapat dalam satu folder di sudut otaknya. Dengan kata sandi yang hanya dirinya dapat membukanya.

Pada hari itu, sebelum ia melangkah untuk meninggalkan negara ini, dan memutuskan untuk menjadi perantau. Dirinya berbalik arah, memejamkan mata untuk meresapi aroma musim panas yang begitu harum dan memantapkan diri kembali ke depan, berjaga di garis batas takdir yang telah digoreskan Tuhan. Namun hal itu goyah seketika di saat seorang gadis yang tiba-tiba saja sudah berada di hadapannya ketika membuka mata.

Dengan raut acak yang sulit untuk dipecahkan, bahkan gadis itu masih dengan rupa polos berdiri di depannya. Gadis itu berkata, entah apa yang diucapkannya, hanya inti permasalahannya saja yang ia dapat. Dan dengan tetap diam ia membalas perkataan gadis itu.

Ia menyukai saat-saat menatap pipi dan warna kulit gadis itu yang memerah tertimpa sinar matahari yang hangat. Ia juga menyukai ketika gadis itu menarik satu tangannya dan mencoba melepaskan benang yang tersangkut di jam yang melingkar pada pergelangan kirinya.

Namun dia merasa tak berguna saat itu. Membiarkan seorang gadis yang pertama kali menjangkau hatinya harus pergi begitu saja. Tanpa mengetahui nama ataupun alamat rumah gadis itu.

Bahkan untuk kali pertama dia benar-benar mengutuk keiritan suaranya. Dia tidak terlalu dermawan dalam hal itu.

Dan pada hari itu, musim gugur tiba, gadis musim panas-nya masih teringat jelas dalam salah satu pandora yang tersemat dalam otaknya ketika ia menemukan perempuan itu lagi. Duduk di bawah guyuran bunga sakura yang tampak indah. Terlihat seperti objek lukis yang sempurna. Namun itu hanya sebentar sebelum seorang laki-laki menghampirinya, memberi kecupan manis untuknya dan menghancurkan titik didih dalam dadanya.

Jadi itulah kenapa sekarang dirinya menjadi seperti ini. Pertama jatuh cinta tapi pertama kali mengalami patah hati, bahkan ketika gadis itu sudah dalam jangkauannya, ia harus rela mengalah lagi dan lagi.

Namun ini bukanlah Lee Donghae. Laki-laki itu mempunyai suatu egoisme yang tinggi. Hanya dalam satu kali kepakan, gadis itu pasti akan langsung merasakan kehadirannya.

Sesuatu yang tak terduga.

***

            Jihyun kembali lagi disibukkan dengan acara olahraga itu lagi ketika mendapati kembali sebuah nomor yang akhir-akhir ini mencoba untuk dihindarinya. Ia berusaha mengabaikan hal itu, namun hati kecilnya tak mengijinkan. Sudah terbukti pesona Lee Donghae terlalu kuat.

Dan akhirnya ia berakhir di sini, pub yang berada dalam gang sempit namun keramaiannya begitu di luar prediksi pikiran tergila seorang Park Jihyun.

Aroma minuman dan asap-asap rokok menguar di udara ketika kaki kanannya menginjak ruangan yang ternyata sangat luas ini. Aroma perempuan, seks dan penghamburan uang tak luput dari indra perasanya. Ini pertama kalinya Park Jihyun memasuki tempat seperti ini terlepas dari masa lalunya yang pernah sekali mencicipi tembakau berkelas yang begitu membuatnya nyaris mengalami candu.

Ia bahkan terlihat seperti anak kucing yang terhambur oleh orang-orang yang sudah ingin mati. Bahkan pakaiannya kontras sekali dengan busana-busana mereka yang sekali sentuh akan merosot. Benar-benar menjijikkan.

Lee Donghae di sana. Dengan wajah memerah dan bibir yang bergerak-gerak berserapah serta tangan-tangannya yang tak luput dari belaian wanita-wanita jalang yang mungkin saja usianya sudah hampir seperti ibunya.

Jihyun menggelengkan kepalanya, bersikap apatis dan tidak peduli lalu melenggang maju menghampiri Donghae. Memesan sampagne yang tidak cocok dalam hal ini, bahkan ia tak merayakan apapun. Oh mungkin merayakan betapa sialnya bertemu dengan Donghae macam ini.

“Kau datang ya,” Suara Donghae yang mirip orang idiot membuatnya beralih pandang. Mengangkat satu tangannya tinggi-tinggi lalu mengusap ujung bibir pemuda itu setelah sebelumnya mengusir para pengganggu. Jihyun masih merutuk dalam hati. Tak berkesudahan. “oh, kau begitu manis.”

Manis apanya? Di ujung bibirmu banyak air liur bekas Ahjumma-ahjumma sinting!

“Benarkah? Apa kau cemburu?” Jihyun menarik tangan kanannya. Ia bahkan tak menyadari jika kalimatnya menghambur di udara. Ia mengira tadi perucapannya hanya dalam otaknya. Oh baguslah kalau laki-laki gila ini mendengar.

Dentuman keping penyimpan musik bergema di ruangan ini. Menyamarkan kalimat sengau Donghae barusan. Jihyun mengabaikannya dan lebih memilih menikmati segelas sampagne dari dalam botol.

Namun entah kenapa dia masih samar-samar mendengar ketika Lee Donghae berucap, “Putuskan Byun Baekhyun!”

Alis-alis melengkung gadis itu terangkat bersamaan dengan bartender yang memberikan sebotol lagi liquor untuk Donghae. Ia masih penasaran kenapa laki-laki berambisi sekali untuk mengenyahkan kehidupan pemuda itu dari dirinya.

Alih-alih bertanya, ia malah mengamati Lee Donghae dari samping. Pemuda itu begitu tampan dengan balutan kemeja putih yang sukses mencetak seluruh bisep miliknya. Pantas saja laki-laki ini memiliki ribuan fans.

Donghae menyeringai, ia merasakan tatapan gadis itu yang seolah sedang berusaha menelanjangi dirinya. “Essh, jangan menatapku begitu! Kau nanti akan suka padaku!”

“Memang kenapa jika aku menyukaimu? Aku memang menyukaimu!” Jihyun menantang dengan pertanyaan baru. Menimpali kalimat parau Donghae dan menunggu beberapa saat sampai sebuah perkataan halus itu muncul dan membuat jantungnya sukses jatuh di dasar lambungnya.

“Maaf sekali, tapi aku tak berminat denganmu asal kau tahu saja!”

Jihyun tak kecewa. Ia sudah menebak pasti ada sesuatu yang salah di sini sampai ketika ia merasakan sebuah tarikan pada pinggangnya, dirinya meluncur bebas ke depan. Dan hukum alam gravitasi membuatnya jatuh dalam dekapan Lee Donghae.

Pemuda itu menarik dagunya dan menautkan bibir mereka. Ini pertama kalinya Jihyun merasakan sebuah ciuman dengan rasa yang membuatnya mual. Percampuran alkohol termahal di dunia dan pijatan lembut yang tiba-tiba saja mengalir tanpa batas. Donghae begitu memabukkan dalam sentuhan-sentuhannya yang membuatnya melambung terlalu tinggi.

Tinggi dan rasanya jatuh dengan begitu sakit tak tertahankan begitu laki-laki itu melepas tautan bibir mereka dan merengkuhnya dalam kehangatan lengan kokoh itu lalu membisikkan segelintir kalimat panjang yang membuatnya benar-benar merasa mati rasa.

“Aku benci melihatmu bersama Baekhyun. Aku benci menatap kalian berpegangan tangan dan aku sangat senang harus mengakui jika ciumanmu tak sehebat kecupan laki-laki itu pada bibirku. Kau sukses membuatku terjatuh dalam jurang curam terdalam ketika mendapati dirinya sudah bersamamu. Kau mengambilnya dariku tanpa tahu perasaanku yang sebenarnya begitu sakit hati saat dia mengecupmu. Jauh meninggalkanku sendirian di sini, dan kau menghancurkan masa depanku dengannya wanita jalang!”

TBC

chochangevilkyu’s note:

Haloooooooooo eperibadeeh! Gimana gimana? Part ini aku buat dalam tiga hari karena yang sebelumnya aku rombak. Semoga saja chapie ini mengobati rasa ketidakpuasaan di part kemarin. I know, banyak yang kecewa. Aku juga *nangisdipeyukanbangIkan*

Dan dan dan ini pertama kali sejarah Thir13een Parfume, aku gambarin kehidupan pribadi laki-lakinya, aaaa entah kenapa kalau kebagian part Dongek itu pinginnya nyiksa *killed

Apa ada yang nebak kalau ending Dongek gini? Muahaha pikirkan sendiri maksudnya apa ya? Apakah ini unprecditable banget? HAKHAKS *mintadihajar*

Anyway, disini aku datengin manusia luar biasa imut dari Planet tak terdeteksi(?)

Siapa siapa? Kalian pasti tahu deh. Jangan pura-pura gatau ah *slapped.

Menurutku Baek itu pantes bgt meranin hal ini. Ah walau dia disini jadi pihak Assallamuallaikum aja -_-

Jadi bagi Exotic bergembiralah sebelum saya gembirakan(?)

Oh oh oh dan satu lagi, akhirnya kita tahu bagaimana seorang Park Jihyun yang sebenarnya. Dia bagai bad girl ya? Asli, aku nulis kata yang diucapin bang Ikan itu gasengaja lho pas baca sebuah artikel di internet yang katanya sekarang ada rokok herbal. Katanya itu sehat dan sudah diuji. Maka dari itu, yuk coba yuk *DIGAMPARIN*

Eh iya, akhir-akhir ini aku molor banget ya bikin epepnya? Karena kalau buka leppy itu bawaannya males baaaaaaanget langsung ke Ms. Word, pasti ujung-ujungnya miring ngeklik folder lain. Running Man. Aaaaaaa sumpah, EASY BROTHER bikin ngakak terus, apalagi pas Giraffe disiksa sama Tiger. Sumpah kalian para K-popers wajib nonton tuh! Dijamin ngakak siang malem (oke, ini lebay)

Okeoke, akhir-akhir ini terlalu banyak cuap-cuap gapenting kayaknya hoho. Sippo. Semoga kalian suka!

Ah ini terakhir. Jangan pernah bilang ini kependekan dan blablabla. Emang dasarnya tulisanku itu biasanya 2500 dan 4000-an aja kalo mood.

p.s: Catatan kaki ini sudah lebih dari 250 words -_-

choKookchangSooCROSS!

cooltext846166519

Iklan

41 responses to “Thir13een Parfume Volume 10

  1. akhirnya datang jugaaa.. eh eeh? shock baca pas end nya.. dongek jd jd jd jd?? wuahhh :3
    lanjut woy thor lanjut *injek2kyu* (?)
    klo ga cepet d lnjutin kyu aku sita pokonya ahahahahah

    • Ahahaha pasti kangen dirikyu *kedipkedipcantik*
      Dongek kenapa? *pasangmukapolos*
      Silahkan diinjek gih, yang penting bang Kyu masih nempel di hati akyuuuu wkwk. Thanks anyway 😀

  2. TBC kok di tengah jalan thor?! -_- skalian dselesain napa? :O giliran part.nya kyu aja dikit bgt, mana cuma pelukan XD
    nah… part ini, wow (?) Bang Nemo emang udah kyk playboy kok dari sono nya. Ya kan, Bang?! 😉

    • Bukan bukan bukan. Ini TBC maksudnya mau ke volume selanjutnya. Part Dongek abis. Emang dibuat gantung *senyumibliscantik*
      Cocokin aja ah, sekalian biar kesan kelinci ilang muahaha. Kyu masa lalu, biarkan berlalu -_-
      Thanks yay 😀

  3. eh ceritanya si ikan suka sama baekhyun yah?
    iya ga sih, aku mpe baca berapa kali bagian akhirnya
    klo iy, ya ampun banget…
    ditunggu next partnya yah..

  4. Jadi………………. donghae itu………….
    Waduh” gawat wkwkwkkwwk
    D tunggu lanjutanny dehhh wkwkwkwkwkk
    Shock berat pas liat ending ny wkwkwkwmk

  5. ini ceritanya apa kak?-_- gak terima kalo donghae suka sesama T.T tp, pas flashback itu, donghae liatin gadis kan, kak? gadis musim panasnya jihyun bukan? rada bingung, kak. tp overall, aku suka karakter laki-laki dingin yg misterius donghae disini~ keep writing kak~

    • Huhu dirimu gak hayatin bacanya T.T
      Kan pas ngulas kehidupan pribadi Dongek ada kata pertama jatuh cinta tp pertama patah hati kan? Sama sesuatu yg tak terduga? Nah cause dia gak mau sakit hati, jd dia pny gangguan psikis(?)
      Sbenernya dulu Baek jg gay tp gadijelasin muahaha.
      Udah ngerti? 😀

  6. Sumpah saya shock sama ini story. astajim, puendek bener~~ bakal lanjut ke parfum lain kan? Eh donghae mantep disini karakternya. Playboy, Gay pula astajim donghaeku kenapa jadi begini yaoloh ;_; aku kira pas yg donghae bisikkin si Jihyun itu kamu ada salah tulis atau apa gitu, eh pas liat komen? ternyata oh ternyata ;_; ini palingggg beda partnya sumfeh ._.v nextt~~^^b

    • Yaaa, pake bilang pendek segala pula *tendangpeyuk(?)
      Biarin ah, aku paling seneng buat Dongek itu beda, biasanya kalo prubahan chara atau nyiksa(?) aku pilih Yesung krn tampangnya itu ganteng2 oon(?)
      Tp krn lg pen nyiksa Hae aku jadiin gini haha. Beda itu kan kece *yak*
      Ho’o, next-nya vol 11 😀

  7. Aaah kan sama Donghae ada kiss nya
    -masih protes pas Kyu gak ada kiss-
    wkwkwkwk
    ohoooo aku mah gak ngira ini part nya Hae oppa
    aku bahkan lupa siapa2aja yg uda –”
    Astagaaaaa
    ini masa lalu ato masa depan Hae oppa ????
    buruk sekali ckckckck
    Ayo chingu cepat post part selanjutnya
    kkkk
    fighting ^^

  8. aku baca udah 3x loh kak yg flashbacknya, tp… kurang ngerti._. hehehe~ jd, dia jatuh cinta sama seorang gadis, pertama kali. tapi, dia juga sakit hati, pertama kali. jadi, dia gamau jd sakit hati lg sama gadis, dan pindah ke perjaka, gitu? kkkk~ aku engeh pas endingnya, tapi, cukup menarik. moga nextnya, jd sangat menarik ya kak! hwaiting!

  9. serem masa baca nya /-\ ga nyangka donghae yang jadi kayak gitu /-\

    secepatnya dilanjutkan jangan lama alam keburu lupa 😦

    • oh iya, partnya donghae masih ada kelanjutannya ya? atau jihyun nya sudah lenyap(?) karena sudah dipeluk donghae tapi tidak diberi tahu oleh author? ._.

      rada bingung sih thor
      _.

      lanjut deh ._______.)9

  10. wut wut wut wut wut wut /triftshop/
    ini apa ini O____O serius gak engeh bacanya, soalnya kirain author cuma salah ketik atau gimana gitu. pas baca comment baru engeh ternyata… KENAPA BANG IKAN JADI GAY?? TT^TT author kejam huaa aku laporin ke bang ikan nih >,< #lebay next jangan lama ya tor .___.b

  11. jujur aku bingung.. ^^
    “Membiarkan seorang gadis yang pertama kali menjangkau hatinya harus pergi begitu saja”
    di kalimat ini, donghae jatuh cinta sm seorang gadis, tapi pas di akhir cerita ..
    “Kau mengambilnya dariku tanpa tahu perasaanku yang sebenarnya begitu sakit hati saat dia mengecupmu. Jauh meninggalkanku sendirian di sini, dan kau menghancurkan masa depanku dengannya wanita jalang!””…

    jadi maksud kalimat yg di atas,bahwa donghae jatuh cinta sma seorang ‘gadis’..itu syapa..???
    maaf yah, aku beneran msih bingung… ^^

    • Ehem ehem, mungkin dirimu gak baca atau emang belum ngeh pada bagian “ada sesuatu yang tak terduga”
      Itu padahal sudah menjelaskan akan ada kejadian yg unprec. Nah itu awal mula, kan gegara sakit ati makanya Dongek jd gitu. Apa penjelasan ay udah jelas? 😀

  12. omo..ternyata… donghae???
    jangan bilang dy suka ama baekhyun??
    kalimat terakhir aku nangkep intinya kaia gitu.
    kirain dy suka ama jihyun
    partnya donghae belum kelar kan..nanggung gantung… kwkwkwkw
    next part di tunggu…
    oke… thankz bwat pw part 8 nya…
    kwkwkw

  13. Yaaaampuuun part ini ;____;;; bagussss, suka bangeeet feelnya dapet banget, mana tbc pulsa penasaran tingkat dewaa udahan ini, ayo part selanjutnya dipublisssh

  14. Part ini ceritanya keren bnget,,ternyta haeppa nya bgtu??haduh,,d’kira haeppa nya suka sma jihyun eh ternyta suka sma baekyhun,,tpi keren,,daebak deh 🙂

  15. omo entah gue suka bnget sama dongek disini aaa badboy abeeessss tapi kalo dibayangin rada gak cocok ya mukanye ituloh kepolosan wakakakaka tapi tetep aku cinta donge :* justru di part ini ngasih sesuatu yg berbeda bagus banget deh 🙂

  16. ahh aku kaget pas tau yang ngerokok itu seorang lee donghae.. ahh.. bb hae >< huwee.. tapi itu belum pelukan kan? berarti jihyun belom ilang dung? ahh, baca sekali lagi deh abis itu next part ^^

Hello reviewer!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s