P E T E R P A N

Kau hadir dalam partikel kecil di pertengahan malam

Mengisi celah dalam kekosongan senyumku

Berbisik dengan suaramu yang lembut

Dan berakhir kau pergi dengan suara cicitan debu emas yang terbengkalai

Left in the crush of space and time…”

PETERPAN COVER

            Di saat itu, pertama kali aku melihatmu. Menatapmu dari celah lubang jendela yang tertutup rapat dalam wewangian musim semi.

Untuk yang pertama, aku tahu kau sudah menjadi orang terjahat. Manusia yang tidak punya hati karena terlanjur mencuri sebuah kesucian yang ada dalam diriku.

Hatiku. Jantungku. Perasaanku.

Kau tersenyum, membiarkan lipatan tipis bibirmu mengembang bersama desir napas teratur dari hidungmu yang terukir indah.

Seolah semua itu hanya sebuah mimpi dalam impian ketika aku menerima pelukan pertama dari seseorang yang membawaku dalam angan tertinggi yang Tuhan ciptakan.

Membayangkan kecupan hangatmu mengalir tanpa batas. Tanpa sandingan di dalam benakku.

Bibirmu begitu manis saat berucap. Bagaikan bisikan camar yang bertahan untuk masuk dalam relung-relung di antara bilik jantungku.

Memberikanku ultimatum untuk yakin dalam pemilihan kanopi untuk hidup baru. Dan kau sukses mengubur hatiku dalam dekapan hangatmu.

Selamanya.

Baek Hyun. Itulah namamu ketika aku bertanya siapa dirimu. Dan apa tujuanmu untuk bertemu denganku.

Dan akhirnya membimbing langkahku. Menjajakki undakan di awan.

Bersama, membelah langit. Memerangi segala rintangan.

Angin meninggalkan kabut-kabut berkilau dari gemericing sepatumu yang berbunyi nyaring.

Kau berkata akan menunjukkanku sebuah dunia yang tiada letih.

Berisi sekepal semangat.

Segenggam cahaya.

Sekecup cinta.

Dan sejumput kebahagiaan.

Tak pernah pupus walaupun terkikis waktu yang terlalu lama berubah berganti detik, menit, jam. Maupun tahun.

Hingga suatu hari kau bertanya padaku. Melunturkan sebongkah senyum yang menaungi hari-hariku. Senyummu terkembang. Mengintip dari balik titik-titik air di bawah hidungmu.

“Bukankah di sini lebih baik dari apapun di duniamu? Tinggalah bersamaku dan lupakan kenyataan dalam hidupmu.”

Dan saat itu pula, aku teringat dongeng pengantar tidur yang selalu disenandungkan oleh Ibu. Berbisik padaku dengan nada lembut penuh keterikatan simbolis sesuatu yang tak nyata.

Bagiku Baek Hyun memang Peter Pan. Seorang anak berselimut pakaian hijau yang mengkilat. Terbang bersama dengan peri kecilnya yang bernama Thinkerbell. Memayungi langit dengan kerlap-kerlip bubuk terbang ajaibnya.

Tetapi menurutku, Baek Hyun adalah Peter Pan yang terlalu polos. Ada kata polos yang mengandung banyak arti.

Dan menurutku arti polos dalam jiwa Baek Hyun adalah bodoh. Tak menghiraukan kehidupan nyata dan lebih memilih berdusta pada diri sendiri untuk meyakinkan bahwa dunia miliknya lebih baik dari apapun.

Terlalu berisiko.

Ibu pernah mengajarkanku untuk dapat berdiri. Dalam keheningan malam dan sebuah siulan penuh kesejukan. Ia mengatakan padaku, “Sayang, apapun yang terjadi. Jadilah bayi kecil ibu yang manis. Penuh pertanggungjawaban dan dapat mengatasi segala hubungan kecil yang melenceng di dalam jiwa pertamamu sayang.”

Kalimat ibu selalu diucapkan dalam senyuman di bawah lekukan membujur di antara hidung dan bibir plum-nya. Tiap malam sebelum berbisik padaku dan memberikan kecupan penuh harum di kening.

Tetapi sampai saat ini aku tak pernah mengerti maksud ibu.

Hingga pada saatnya aku menatap mata penuh keceriaan di kepingan milik Baek Hyun. Aku baru mengerti jika selama ini kami terlalu jauh.

Pangeran kecilku sudah terlalu jauh memasuki lubang kecil di salah satu jalan masuk menuju hatiku, menjadi sebuah partikel untuk melengkapi syaraf-syaraf yang sempat hilang diterpa kebimbangan.

Baek Hyun benar. Dunianya sungguh indah.

Ada permen-permen kecil yang menjadi atap rumahnya, pilar-pilar besar dari sepotong roti keju dan air di dalam kolam ikan kecil yang terbuat dari coklat lelehan terbaik sepanjang sejarah coklat yang kutahu.

Hidup Baek Hyun memang menyenangkan. Tiada beban.

Itu adalah sebuah kehidupan yang selalu diidam-idamkan semua manusia.

Namun bagiku, hidup Baek Hyun terlalu sulit. Kehidupannya terlalu sukar untuk kujangkau dengan genggaman tanganku.

Terlepas begitu saja hanya dalam satu kali sentuhan.

Rapuh dalam pijakan. Runtuh dalam kedipan mata.

Dan pada saat itu akhirnya aku mendapatkan jawaban atas pertanyaan sekaligus ajakan terselubung yang terlontar dari bibir tipis Baek Hyun.

“Baek Hyun maafkan aku. Aku punya satu sisi kehidupan lain yang harus kujalankan. Bukan karena aku ingin menolakmu. Tetapi, aku harus mendapatkan kehidupan milikku sendiri.

Bertanggungjawab dalam menyelesaikan segala masalah yang mengukungku. Bukan lari dari kenyataan yang sebenarnya.”

Sejujurnya aku terluka saat melihat sinar-sinar konvensional yang terpancar dari lirikan Baek Hyun meredup. Menunjukkan kekecewaan mendalam yang hanya ditujukan untukku.

Hingga sejak itu, sejak terakhir kali genggaman tangan Baek Hyun mengendur dan mengembalikanku pada dua jendela terbuka yang siap tertutup untuk selamanya, aku tak pernah melihat dirinya lagi.

Ataupun sosok bayangannya.

Baek Hyun melupakanku seiring dengan kedewasaanku yang semakin dekat dan meninggalkan masa remaja yang penuh keajaiban.

Memberikanku suatu tanggungjawab besar dalam keluargaku. Dua anak kembar yang lucu. Mengingatkanku pada senyuman Baek Hyun. Dan sinar cerah yang terpantul dari telapak tangan mereka yang halus.

Dan aku mulai mengerti makna hidup. Baek Hyun mengajarkanku untuk bahagia. Mengajarkanku dalam dunia baru yang hebat. Dan mengajarkanku arti dari sebuah kasih sayang.

Kelanjutan hidupku akan menjadi teori sunyi yang tak dapat dijabarkan. Masa lalu kubiarkan menjadi kenangan indah dalam memori.

Lalu jika kita esok bertemu lagi.

Kuucapkan terimakasih untuk segalanya. Kau adalah cinta pertamaku dan tak akan pernah terlupa. Semoga hidupmu bahagia selalu seperti Peter Pan.

Mungkin kau akan menemukan Wendy yang baru. Yang menunggumu di bilik jendela kamar.

Tersenyum dan terbang bersama hingga kalian melewati titik-titik emas yang tersambung di awan dan mengarungi rumah-rumah dalam kapas lembut lalu tenggelam dalam kebahagiaan selamanya.

            My lovely Peter Pan.

Baek Hyun.

End

chochangevilkyu’s note:

Hai! *purapurakalem*

Hihi maafkan ay ya, pehapein kalian terus um. Karena beberapa waktu yang lalu aku janjiin apdet Thir13een cepet, tapi ternyata belum kelar, etapi yang udah kelar malah endingnya dulu -_-

Dan karena akhir-akhir ini playlist-ku stuck di lagu Peter Pan terus, aku jadi kepikiran pen buat epep ini. Entah kenapa sekarang lagi senengnya denger lagu eksoh yang satu ini. Saoloh suara Diooooooooo. I’am your Wendy or Cinderella, whatever you want >0<

Intinya aku sudah gila gegara mereka;_;

Oh ya aku buat epep ini sejam. Baru tadi sambil nunggu buka puasa dan berarti ini fresh! Hihi. Semoga dapet feel-nya dude’s!

        cooltext846166519

Iklan

3 responses to “P E T E R P A N

  1. ahh, kakak jdi ngingtin aq sma film piterpan. udh lma bnget pngen liat tpi ngg pnah tayang. 😥
    tpi bca ini bsa ngbatin tpi jga ngingetin sm film itu.
    feel ny dapet sich, tpi rda kurng greget gitu,hehe
    d tnggu ff lainny kak,,

  2. udah aku duga, dari judulnya pasti castnya anak exo
    iya, kurang gimana gitu ffnya, tp suka castnya baekhyun
    bener tuh lagu peterpan tuh enak banget..

Hello reviewer!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s